GODAM MENYANGHUT ENGKOH LIEM,

Hhehe,dikau sanget brilliant koh,

bisak mendapetken JAWABAN BUAT ULER2 IJOH,

yang memang dogol namun berlagak pinter alim2.

NAH..DENGAN PEMBELAAN DIRINYAH,

yang saklaluh berkoar..JANGAN URUSIN URUSAN

IMAN KAMIH.

BENER2 HIPOKRIT DAN MAOK MENANG SENDIRIH.

dan tamtunyah tunglisan andah,tentang

LEGALISASIH KAWIN HOMO,

mangka PARA ULER IJOH YANG MENDOMINASIH INULNESIAH,

kudulah MENGIKLASKAN, PERLONTEHAN SERTA PERHOMOAN

tak ada embel2 ituh merupaken LAKNAT ALLOH NAN ILAHI.!!

biarken para lonteh dan para homo menamtuken

kebeneran dan keningmatannyah,

SAKMODEL KIAI NAN SEJUK NGOMONGNYAH,

TATAPI KOLBUNYAH SENDIRI TERBAKAR APIH LIBIDOH??

salam meneer kucrit hajah..

buat pahlwan dari kincir angin inih..

yang tamtunyah punyak KLEINEH TINGTIT?? YAH

hehhe.kerana sakcara umum diketahuin

tingtit singkek2 ituh pada kucrit kucrit!

tatapi sanget nyelekit!! hehe.

--- In mediacare@yahoogroups.com, Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> POLIGAMI DAN PERNIKAHAN HOMO
> Oleh Danny Lim
> 
> Pernikahan secara umum dijamin kebebasannya oleh dokumen HAM PBB. 
Belanda dan Indonesia adalah dua negara anggota PBB, bahkan dua-
duanya juga anggota Dewan HAM PBB. Maka problematik poligami dan 
Pernikahan Homo min of meer sama di Belanda dan di Indonesia.
> 
> Pernikahan Homo di Belanda disahkan oleh Tweede Kamer beberapa 
tahun yang lalu, merupakan primeur di dunia. Kini kelompok pro 
poligami mulai aktif memperjuangkan pengesahan poligami di Belanda. 
Alasan mereka, bila pernikahan homo disahkan, mengapa poligami 
dllarang? Diskusi poligami nyatanya telah menjadi diskusi nasional 
di Belanda selama dua tahun terakhir, meski pun tidak se-emosional 
diskusi pelarangan burka.
> 
> Bila di Belanda pernikahan homo sah sedangkan poligami masih 
dilarang, di Indonesia sebaliknya. Di sana poligami sah (kasus yang 
aktual adalah AA Gym), sedangkan pernikahan homo dilarang. Menarik 
sekali bagi kita untuk mengamati apakah di masa mendatang Belanda 
dan Indonesia akan menjadi negara primeur yang akan mensahkan UU 
Pernikahan Homo dan UU Poligami dua-duanya secara simultan, di 
negaranya masing-masing, berdasarkan Dokumen HAM PBB "Kebebasan 
memilih partner hidup"?
>


Kirim email ke