Memprihatinkan sekali ya. Kok bangga buka aib pribadi dan rumah tangga pacarnya/ selingkuhannya.
Ya pasti marah donk yg merasa jadi Istrinya. Kok malah dia yg marah sama Istrinya Yahya, Memprihatinkan sekali ungkapannya di good Morning Transs bahwa sudah bukan rahasia lagi disekelilingnya/orang partai banyak yg punya WIL termasuk bukan rahasia lagi hubungannya dg Suami orang. Benar-benar menyedihkan....Kasihan anak cucu kita, banyak melihat contoh yg tidak baik di masyarakat kita, Yang dengan mudahnya TV ikut arus mengangkatnya, apa yg bisa mencerdaskan bangsa ini. Semua senang menjadi masyarakat penggosip. Masihkah kita akan melihat bangsa Indonesia dimasa depan adalah bangsa yg mempunyai keluarga bahagia dan cerdas ? Semoga cita-cita mulia itu masih ada. Selamatkan keluarga dan Hargailah pasangan anda ( Ibu dari anak anda ...) Wass Ida Arimurti Jangan-jangan mbak Maria Eva ini prototip perempuan Indonesia moderen masa depan: blak-blakan dalam bicara, blak-blakan dalam acting video. Selalu transparan! Dan prototip "lelananging jagat" made in Indonesia? Ya mungkin sesuai "suri teladan" AG dan Pak YZ: khusuk religius penuh kerohanian, poligamus, macho yang melahap seks dengan siapa aja, dimana saja, direkam mungkin untuk kenangan dan percontohan generasi turun temurun, meregulasi laju kepadatan pendudk kalau perlu dengan cara ilegal, iya kan? Gitu aja lha kok repot-repot to? TSL samiaji <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Selasa, 05 Des 2006, Artis Maria Eva Blak-blakan Seputar Kasus Video Mesumnya Pernah Hamil Dua Bulan, Yahya Temani Pengguguran Penyanyi dangdut Maria Eva akhirnya bicara blak-blakan seputar rekaman adegan ranjangnya bersama politikus Partai Golkar Yahya Zaini yang tersebar luas belakangan ini. Kepada wartawan, wanita berumur 27 tahun itu juga mengaku sempat mengandung benih Yahya, kemudian digugurkan. Benarkah ada yang memanfaatkan Maria Eva? ARI KURNIAWAN, Jakarta Sejak rekaman video mesum Maria Eva bersama Yahya Zaini tersebar luas di masyarakat, nama artis asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu mendadak tenar dan menjadi buruan wartawan. Sebelumnya, tak banyak masyarakat yang mengenal Maria meski pernah dua kali masuk dapur rekaman dan membintangi beberapa sinetron. Menjadi buruan wartawan, agaknya, membuat Maria tak nyaman. Apalagi berita yang berkembang semakin menyudutkan wanita yang juga menjadi pengurus di DPP AMPI itu. Kemarin, sekitar pukul 14.30, Maria akhirnya bersedia berbicara blak-blakan di depan wartawan seputar kasus yang tengah membelitnya. Acara jumpa pers Maria diadakan di Gedung Film Jl M.T. Haryono, Jakarta. Mengenakan baju jins putih dan berkacamata cokelat, Maria datang didampingi pengacaranya, Ruhut Sitompul. Nyaris semua pertanyaan wartawan dijawab dengan lugas oleh Maria, seakan tanpa beban. Sesekali, air mata membasahi pipi Maria ketika menjawab pertanyaan itu. Kepada wartawan, wanita kelahiran Sidoarjo, 21 Februari 1979, itu mengaku sangat tertekan atas beredarnya rekaman video berdurasi 42 detik tersebut. Terlebih, belakangan muncul rumor bahwa dialah yang menyebarkan video mesum itu. "Saya tekankan, bukan saya yang menyebarluaskan video tersebut. Ini merupakan aib saya sendiri, buat apa saya sebarkan? Saya mengira ada yang diuntungkan lewat persoalan ini," ujar Maria. Selain harga dirinya yang terusik, Maria juga merasakan dampak yang luar biasa terhadap keluarga besarnya di Sidoarjo, Jawa Timur. "Keluarga saya yang di Jawa Timur, apalagi bapak saya, merasa sangat terpukul terhadap pemberitaan yang ada. Saya merasa, kejadian ini hampir 80 persen menyudutkan saya," tuturnya, sambil mengusap bergantian kedua matanya yang mulai basah. Maria juga membantah rumor yang menyebutkan bahwa dirinya dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menyudutkan Yahya Zaini. Dia lantas menceritakan awal perkenalannya dengan Yahya. "Perlu diketahui, Pak Yahya adalah senior saya di Partai Golkar. Sebelumnya, saya dan Pak Yahya mempunyai hubungan seperti kakak dan adik. Beliau sering memberikan masukan kepada saya tentang seluk-beluk dunia politik. Seperti, bagaimana bisa memperoleh suara terbanyak untuk menjadi calon legislatif dan bagaimana cara berorasi," ceritanya pelan. Pada Pemilu 2004, Maria memang masuk daftar caleg Partai Golkar untuk DPR RI dari daerah pemilihan Malang Raya. Dia tercatat sebagai pengurus harian DPP AMPI. Gara-gara kasus itu, Maria mengaku siap menerima hukuman dari Partai Golkar, termasuk pemecatan dirinya. "Saya ikhlas. Mudah-mudahan, Pak Yahya bernasib lebih baik daripada saya," katanya. "Saya harap, badan kehormatan DPR bisa bersikap bijak dalam mengambil keputusan menyangkut Pak Yahya," ujarnya terputus-putus karena mulai terisak. Andai rekaman video tersebut tidak terekspos, bagi Maria, hubungan terlarangnya dengan Yahya sudah menjadi kenangan lama yang tidak perlu dikenang. "Saya akui, saya memang pernah menjalin hubungan dengan Pak Yahya. Tapi, sebenarnya itu merupakan masalah yang sudah lama," ungkapnya. Tanpa menyebut berapa lama hubungan gelap tersebut berlangsung, Maria mengaku kini sudah tidak lagi menjalin kontak dengan Yahya. "Sudah dua tahun saya tidak berhubungan lagi dengan beliau, alias putus sejak akhir 2004, setelah saya pulang dari haji," papar wanita yang kini aktif mengikuti pengajian di kediaman Ketua MUI Din Syamsuddin itu. Keputusan untuk meninggalkan Yahya, lanjut Maria, diambilnya justru karena dirinya sangat mencintai politisi Golkar itu. "Saya akui bahwa saya sangat mencintai beliau. Saya yakin, beliau juga sangat mencintai saya. Saya memutuskan untuk tidak berhubungan lagi lantaran saya melihat keluarga Pak Yahya. Saya tidak ingin keluarga itu terpecah," ujarnya. Maria menyangkal kabar yang menyebutkan dirinya telah dinikahi secara siri oleh Yahya. Secara jujur, Maria mengaku hubungan yang terlihat di rekaman video tersebut terjadi di luar status nikah. "Saya dan Pak Yahya melakukannya atas dasar suka. Kami berpacaran, seperti layaknya sepasang manusia berpacaran," tegas pedangdut yang masuk salah satu nominasi pada ajang AMI Award 2005 tersebut. Pada acara yang dihadiri puluhan wartawan, baik dari kalangan wartawan politik, hiburan, maupun pekerja infotainment itu, Maria juga mengungkap fakta lain yang cukup mengejutkan. Dia mengaku sempat mengandung janin dari hubungan gelapnya dengan Yahya. Tapi, janin itu dia gugurkan. "Saya akui saya sempat hamil dua bulan dan melakukan aborsi. Itu pun saya lakukan karena tidak ingin keluarga Pak Yahya terpecah, selain karena suruhan istri Pak Yahya," tuturnya. Maria melanjutkan, pada saat akan membunuh janin muda dalam kandungannya kala itu, dirinya ditemani Yahya ke rumah sakit hingga kembali ke rumah. "Itu (pengguguran janin) saya lakukan pada pertengahan 2004," ujarnya. Dia menceritakan, di dalam mobil saat perjalanan pulang, istri Yahya menelepon Yahya untuk memastikan janin tersebut telah dilenyapkan. "(Dalam percakapan telepon) Pak Yahya sempat menjawab 'tenang saja, Maria sudah menggugurkannya'," kenang Maria yang tadi malam mulai berani melayani wawancara beberapa stasiun TV swasta. Sempat muncul anggapan, Maria menyebarkan rekaman video tersebut karena Yahya tidak bersedia memberikan Rp 500 juta untuk membiayai pembuatan album terbaru wanita yang kini tinggal di sebuah apartemen mewah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, itu. Maria kembali menepis berita yang menurutnya tidak benar itu. "Saya tekankan, saya menjalani hubungan itu bukan atas dasar materi. Saya juga tidak pernah meminta uang kepada Pak Yahya. Tetapi atas kesadaran sendiri, biasanya Pak Yahya yang mentransfer. Soal album pertama saya, saya akui kalau Pak Yahyalah yang membiayai," paparnya. Meski Maria mengaku hubungannya dengan Yahya sudah berakhir dua tahun lalu, ternyata ungkapan benci dari istri Yahya tidak berhenti begitu saja. "Sampai saat ini teror dari istri Pak Yahya masih berlanjut, walau kami (Maria dan Yahya) sudah tidak berhubungan lagi," keluh Maria. Maria mengaku sempat beberapa kali meminta maaf kepada istri Yahya. Namun, dia tak kunjung menerima jawaban. "Beliau sempat berkata, untuk pelacur tidak ada kata maaf," lanjutnya, sedih. "Bahkan, pada sebuah acara AMPI, saya sempat ditampar dan diseret keluar dari lokasi acara. Saya nggak merasa sakit hati atas perlakuan itu. Saya bisa mengerti kalau dia (istri Yahya) sakit hati," ujarnya. Maria kemarin juga meminta maaf kepada jajaran Partai Golkar sekaligus organisasi AMPI yang selama ini menaunginya. "Saya tidak bermaksud mengotori partai dan organisasi. Saya juga ingin meminta maaf kepada senior-senior saya di AMPI dan Partai Golkar," ucap pemain sinetron Rahmat Ilahi di TPI tersebut. Ke depan, Maria bertekad menjalani hidup normal dengan mencari teman hidup yang bisa menerima dia apa adanya. "Saya akan berumah tangga dan mencari suami, bukan pacar. Suami tersebut harus bisa menjadi imam dan kepala keluarga yang baik. Saya akan mencari seperti Bang Ruhut Sitompul yang baik hati dan berprofesi sebagai pengacara, agar bisa melindungi saya," kata Maria disambut senyum Ruhut yang duduk di sampingnya. (NONSTOP/jpnn)
