Saran saya lebih baik mencegah daripada mengobati. Mengingat efek yang
sangat dahsyat dari penyakit ini maka segera imunisasi MMR anak anda. Juga
bagi anda yang merencanakan hendak hamil, sebelum hamil vaksinasikan anda
dengan MMR.

Keterangan lebih lanjut mengenai apa itu Rubella, penularan dan pencegahan
dan akibat terkena Rubela dapat dibaca di website WHO
http://www.who.int/immunization/topics/rubella/en/index2.html

----- Original Message -----
From: "dani" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Tuesday, December 05, 2006 8:14 PM
Subject: [mediacare] Virus Rubella (CMV) Pada Anak


>
>
> Date: Tue, 10 Oct 2006 17:54:13 +0700
> Sekedar mengingatkan kembali untuk selalu waspada.. Sekedar untuk berbagi
> pengalaman, berikut kronologis kejadian yang kami alami. Barangkali
> teman-teman bisa  mem-forward pengalaman ini kepada  mereka yang
membutuhkan
> agar bisa mencegah musibah serupa lebih dini.
>
>
> Sekitar 5 Hari sebelum Idul Fitri, Lila mulai rewel  Dan ingin selalu
> digendong  ibunya. Bila Ada gelagat mau dilepas  atau diturunkan dia
> mencengkeram kuat-kuat ke baju atau bahu,  menunjukkan  tanda bahwa dia
> sangat takut untuk turun ke lantai. Beberapa Hari  itu  dia juga sangat
> ketakutan terhadap tayangan2 iklan tertentu di TV,
> Takut melihat kucing, ayam, Dan meronta-ronta kalau dilihat orang lain.
> Padahal   selama ini dia biasa bermain sendiri dgn mainan, Dan suka
mengejar
> ayam, kucing, dsb.
>
> Selama libur Idul Fitri tgl 25-28 Nov di luar kota sangat sulit  mencari
> praktek dokter anak. Akhirnya tgl 28 Nov saya  bawa dia ke RS Advent di
> Bandung. Setelah dicek keseluruhan tubuhnya oleh dokter anak tidak
ditemukan
> adanya kelainan kecuali sariawan  di mulut. Dokter hanya  memberikan
vitamin
> Dan amoxilin.
>
>
> Namun sifat rewel yg luar biasa itu tidak Ada perbaikan juga. Famili yg
> melihat lantas mengajak saya ke beberapa orang pinter karena mungkin dia
> selalu melihat sesuatu yang menakutkan. Sampai kembali di  Jakarta,
segala
> macam Pengobatan  medis Dan non medis terus dicoba tapi sama sekali tidak
> Ada kemajuan. Bahkan selama di rumah gejala semakin parah, suaranya
seperti
> orang  kesurupan siang malam selama berhari-Hari, Dan badan semakin kurus.
> Perlu dicatat bahwa selama itu dia tidak pernah mengalami demam suhu
tinggi
> atau pun gejala pilek atau flu yang bisa mendorong saya kembali periksa ke
> RS.
>
> Tidak tahan dg kondisi tsb Dan atas informasi teman ttg RS anak yang
lengkap
> maka tgl 19 Des saya bawa dia ke RS HK.  Pagi Hari ketika di rumah setelah
> mandi, kedua matanya menjadi selalu  melihat ke kiri, cengkreman tangan
> selalu sangat kuat takut lepas  dari gendongan ibunya. Setelah antri di RS
> Dan giliran diperiksa, dokter lalu membawa dia ke bagian UGD. Di sana
> diperiksa lagi Mata dg senter Dan ternyata Mata tidak berkedip, lalu semua
> tangan Dan kaki diketok-ketok dg palu ternyata juga tidak Ada refleks.
Deg!
> Saya kaget -- baru sadar bahwa kondisi anak saya sudah separah itu. Dokter
> menyatakan anak saya harus rawat inap di sana. Saat malam di RS mau diberi
> makan ternyata leher Dan punggung sudah lumpuh juga sehingga badan Dan
> kepalanya harus dipegang supaya makanan bisa masuk kerongkongan. Padahal
> pagi waktu akan berangkat, tangan Dan kaki masih kuat semua karena masih
> meronta atau mengamuk, leher juga  masih kuat karena sering menghindari
> sendok waktu dikasih makan.
>
> Dokter meminta untuk CT scan Dan keesokannya  diketahui telah terjadi
> pengerutan otak bagian depan Dan atas: atropi lobus fronto parietalis.
> Menurut dokter gangguan otak di bagian ini menyebabkan motorik tangan Dan
> kaki jadi lumpuh Dan Mata buta.
> Ditanya  apa penyebabnya, dokter mengatakan biasanya karena infeksi oleh
> virus  atau bisa juga penyakit degeneratif. Ditanya apakah Ada kemungkinan
> kembali normal, dokter mengatakan biasanya sudah sembuh paling jadi anak
> idiot. Namun 5 Hari dirawat di RS tersebut tidak pernah jelas virus apa yg
> dimaksud. Setiap kali kami bertanya pada suster Dan dokter apakah pernah
> menangani penyakit seperti ini mereka  selalu  mengatakan, "Memang kasus
> seperti ini jarang ya..!".
>
> Karena khawatir Dan ingin mendapatkan perawatan terbaik untuk anak, maka
> atas bantuan teman-teman di kantor yg  selalu saya update/diskusi mengenai
> kasus yang menimpa anak saya,  akhirnya saya  mendapat rujukan professor
> dokter ahli saraf yang pernah menangani kasus serupa di RS  MMC. Atas
> bantuan  teman-teman
> Kantor  juga maka pada tgl 23 Des saya pindahkan anak saya ke RS MMC.
Pada
> Hari itu juga dokter mengambil sampel darah Dan air seni untuk dilakukan
> berbagai macam test. Beberapa hasil test menunjukkan  bahwa air seni Dan
> darah masih normal, namun hasil test TORCH yang  diterima tgl 30 Des
> ditemukan bahwa virus rubella Ig G positip 580 IU/ml. Virus ini yang
> diperkirakan menyebabkan infeksi pada otak. Dengan bantuan seorang prof
> dokter ahli virus [virulog/imunologi] dari Makmal UI maka dibuatkan resep
> untuk menangani virus rubella tsb. Ditanya dari binatang apa virus ini
> berasal? Dokter bilang bukan dari binatang tapi dari manusia, orang dewasa
> yg pilek bisa mengandung virus lain selain virus influenza.
>
>
> Selama dalam perawatan di RS Mata anak saya selalu  melihat ke kiri Dan
> jarang bergerak ke arah lain. Karena penasaran ingin tahu seberapa parah
> kerusakan indra penglihatannya, maka  dokter menyarankan untuk brain
mapping
> test di RS HS. Hasil tes tgl 4 Jan ternyata menunjukkan bahwa sama sekali
> tidak Ada kontak baik
> Otak kiri maupun otak kanan -- yang artinya Mata telah buta total.
>
>
> Namun beberapa Hari kemudian Mata mulai bergerak Dan saat email ini
ditulis
> (15 Jan 04) Mata anak saya Ada gerakan Dan  penglihatannya sudah normal
> walaupun belum dilakukan brain mapping test lagi. Sebagai indikasi, Mata
> bereaksi ketika diajak  berkomunikasi Dan dia selalu menangis kalau
> perlahan2 ibunya pergi ke luar ruangan. Saat ini semua tangan, kaki, Dan
> leher sudah mulai bisa  bergerak Dan makin kuat walaupun masih tergeletak
> karena belum bisa duduk kembali Dan leher belum bisa tegak tanpa ditopang.
> Perkembangan tangan Dan kaki kiri sudah cukup maju, bisa pegang Dan
> mengontrol mainan. Tangan Dan kaki kanan gerakannya masih lemah Dan belum
> bisa melakukan  control dengan baik. Beberapa Hari terakhir dia berusaha
> beguling ke kiri  Dan ke kanan, persis seperti bayi yg baru lahir kembali.
> Itu sudah  kemajuan yang sangat berarti bagi kami. Alhamdulilah!
>
> Sekedar cerita, dokter imunolog yang menangani anak saya telah beberapa
kali
> punya pengalaman menangani kasus virus rubella atau cmv. Kedua virus ini
yg
> seringkali merusak sistem saraf pusat dan seringkali pasien tidak
> menunjukkan gejala demam tinggi atau pilek, tapi seringkali seperti orang
> kesurupan berteriak-teriak. Pada orang dewasa misalnya ada  pasien pria
umur
> 24 yg matanya tiba-tiba juling, atau juga ada pasien yg tiba-tiba budek
atau
> buta. Contoh lain, ada gadis umur 16 habis pulang camping kelelahan, namun
> keesokan harinya tidak bisa dibangunkan karena ternyata sudah lumpuh total
> dan buta. Kedua orang tua gadis ini juga dokter. Setelah berobat ke sana
> kemari termasuk berbagai pengobatan alternatif tidak ditemukan juga
kemajuan
> sekian lama. Akhirnya bertemu  dengan dokter ini dan setelah di test darah
> rupanya terdapat kandungan virus rubella.  sekarang gadis tsb sudah sembuh
> dan jadi seorang dokter di Jakarta. Cerita lain lagi, ada ibu hamil yang
> selalu seperti kesurupan dan pernah 2 kali naik ke atap genteng tengah
malam
>  untung tidak jatuh. Setelah di test darah ternyata mengandung virus cmv
dan
>  alhamdulilah bayi telah lahir selamat, juga ibunya.
>
> Saya sulit membayangkan bagaimana parahnya akibat penyakit ini bila
terjadi
> di kota-kota kecil. Menurut dokter tsb, virus rubella atau cmv   kadang
> ditemukan pada darah anak-anak yg autis, orang yg terbelakang  mental,
atau
> orang gila. Seorang anak yg autis dan diketahui terdapat  rubella atau cmv
> perlahan-lahan membaik setelah virus tsb ditekan  perkembangannya. Secara
> teori, kerusakan neuron tidak bisa
> diperbaiki, beda misalnya dengan luka di tangan dimana sel-sel bisa tumbuh
> sampai kembali normal. Perkembangan otak manusia secara teori terjadi
sampai
> umur 17 th, artinya kerusakan otak pada pasien dengan rentang umur 0-17
th
> ada harapan bisa sembuh karena otak masih berkembang.
>
> Barangkali pengalaman kami ini bisa jadi pelajaran berharga buat
> teman-teman semua. Saat ini hari demi hari, saya dan istri dengan
> harap-harap cemas melihat perkembangan anak kami cukup pesat. Atas doa
dan
> dukungan dari banyak teman-teman baik kami, kami semakin optimis dia  bisa
> kembali normal.  Mudah-mudahan. Insya Allah!
>
>
>  Salam,
>
>
>  Tonny & Tati
>
>
>  Email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
> Web:
> http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
>
> Klik:
>
> http://mediacare.blogspot.com
>
> atau
>
> www.mediacare.biz
>
> Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
> [EMAIL PROTECTED]
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>


Kirim email ke