SIARAN PERS
Jakarta, 5 Desember 2006:
Dalam upaya menjamin hak jutaan anak Indonesia atas pendidikan yang
berkualitas dan perlindungan dari dampak HIV/AIDS, Departemen
Pendidikan Nasional bekerja sama dengan lembaga-lembaga pemerhati anak
meluncurkan Kompendium dan Kajian atas Dampak HIV/AIDS pada Anak
Indonesia pada Selasa 5 Desember 2006.
Kompendium adalah sebuah alat untuk menciptakan kesadaran, dan
mendorong para stakeholder kunci, untuk menjamin persamaan hak dan
akses bagi SEMUA anak untuk mendapatkan pendidikan berkualitas dan
pelayanan kesehatan dalam sebuah latar belakang inklusi memastikan
bahwa Pendidikan Untuk Semua (Education for All) adalah
sungguh-sungguh untuk SEMUA.
Data menunjukkan bahwa lebih dari 4 juta anak usia sekolah dasar dan
menengah tidak bersekolah di Indonesia. Beberapa dari mereka tidak
pernah mendaftar sementara yang lainnya putus sekolah.
Kenyataan ini mendorong perlunya peningkatan kesadaran dari pihak
dinas pendidikan, sekolah dan masyarakat, bahwa mereka memiliki
tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas bagi
SEMUA anak, tanpa memandang apakah mereka mampu atau tidak mampu,
tingkat social, ekonomi, budaya, etnis atau latar belakang agama, atau
status HIV dan AIDS mereka.
Peningkatan kesadaran ini diharapkan dapat dirangsang melalui suatu
pedoman yang praktis namun komprehensif, Kompendium.
Kompendium merupakan inisiatif bersama lembaga pemerhati anak seperti
Plan, Unesco, IDP Norway, Save the Children UK, Braillo Norway.
Sementara Kajian atas Dampak HIV/AIDS pada Anak Indonesia mendesak
peningkatan kapasitas dan kesadaran semua pihak (warga negara,
organisasi, pemerintah dan semua institusi serta lembaga) dalam
mengatasi persoalan peningkatan angka dan penyebaran HIV/AIDS di
Indonesia, terutama kerentanan dan dampaknya pada kehidupan anak-anak
Indonesia.
Kajian oleh Save the Children UK dilakukan di beberapa wilayah seperti
Jakarta, Kupang dan Belu di Timor Barat, Pemangkat di Kalimantan
Barat, dan Ambon di Maluku dan melibatkan anak-anak.
Penelitian tersebut menyingkapkan fakta dan permasalahan yang dapat
mendasari keprihatinan yang serius akan kesejahteraan anak-anak, dalam
konteks meningkatnya akibat dari HIV/AIDS di seluruh penjuru negeri.
Dari pengalaman anak-anak yang terlibat dalam penelitian itu, mereka
beresiko tertular karena perilaku berbahaya seperti aktivitas seksual
dan narkoba, ketidak pedulian terhadap HIV/AIDS dan kendala budaya/
agama yang menghambat penyebaran informasi tentang HIV/AIDS.
Stigmatisasi terhadap penderita HIV/AIDS juga berdampak pada
penyebaran informasi tersebut.
Masalah lain yang dijumpai dalam kajian ini adalah eksploitasi dan
paksaan dari orang-orang dewasa, bahkan beberapa orang tua, kepada
anak-anak untuk terlibat dalam pekerjaan seks komersial.
Kegiatan peluncuran buku ini merupakan upaya nyata mendukung Program
Nasional Bagi Anak Indonesia (PNBAI) yang telah memasuki dasawarsa
kedua. PNBAI mencanangkan Indonesia yang layak bagi anak, sebagai
bagian dari gerakan global menuju dunia ramah anak (A World Fit for
Children). (***)
Untuk Informasi lebih lanjut:
Kontak: Paulan Aji, HP 0811 144 240
Wahdini Hakim, HP 0811924714
Mira Fajar, HP 0816 1310190