dear all....
   
  mungkin bagi sebagian org blm paham bahwa...negara kita ini terbentuk akibat 
timbulan dr dua buah lempeng benua raksasa yg saling bertemu..yaitu lempeng 
euroasia dan lempeng australia. karena masa jenis yg lebih berat maka lempeng 
australia menghunjam ke bawah dan sebaliknya krn masa jenis yg lbh ringan, 
lempeng euroasia terangkat ke atas..nah kejadian ini memunculkan kepulauan 
indonesia.
  jadi dengan kata lain hampir semua wilayah di indonesia tdk terbebas dr gempa 
dan tsunami, juga aktivitas gunung berapi yg sangat tinggi...coba perhatikan 
tingkah laku merapi...hampir setiap ada gempa di belahan lain..apalagi yg deket 
dengan dia..maka merapi akan bergolak.
  dg pergeseran yg aktif dr tumbukan ini...klo ga salah benua lempeng australia 
akan menggeser lempeng euroasia, setiap tahunnya adalah sekitar 10 cm....memang 
klo dr segi ukuran adalah jarak yg ga seberapa..tp lihatlah dr wujud benda yg 
begitu besarnya dan setiap benda memiliki tingkat elastis yg berbeda2 dan batas 
kelastisannya..bila ambang itu terlewati maka dia akan patah..nah ini yg 
disebut gempa..bila itu terjadi di lautan..dimana ada blok dasar samudra yg 
amblas..dan secara fisika air laut akan mengisi blok yg kosong tsbt...suatu 
saat dia akan penuh...dan menimbulkan arus balik....yg disebut tsunami (dr 
bahasa jepun). makannya tanda2 tsunami adalah sesaat terjadi gempa maka air 
laut di pantai akan surut drastis.....sesaat setelah itu akan balik gelombang 
yg maha dahsyat..kadangkala masyarakat ga faham kejadian ini justru malah 
ramai2 pergi ke pantai utk ngambil ikan yg terperangkap dsb.
  bahkan di utara maluku dan papua...merupakan daerah triple junction..yaitu 
daerah pertemuan tiga buah lempeng...betapa dahsyatnya bukan.
  memang sampai saat ini blm ada pendekatan yg cocok utk menentukan kapan 
terjadinya gempa.
  mungkin metoda yg paling mumpuni adalah metoda statistik atau bahkan metoda 
fraktal (cabang ilmu matematika yg mungkin paling bontot).
  jadi data2 tentang gempa dan tsunami dijadikan inputnya.
  dari data2 terdahulu juga bisa kita liat...mungkin dr citra seismik..yaitu 
metoda dlm ilmu geofisika yg memberikan pulsa kepada bawah permukaan bumi 
kemudian dicatat dan di proses..dr sini ketahuan pola2nya termasuk pola erosi 
akibat tsunami..yg mungkin bs dijadikan masukan juga utk data statistik atau 
fraktal tsbt.
   
  salam
  FF
  

Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              
http://www.nytimes.com/2006/12/05/science/05tsunami.html?n=Top%2fReference%2fTimes%20Topics%2fPeople%2fR%2fRevkin%2c%20Andrew%20C%2e
   
   
   
  Indonesian Cities Lie in Shadow of Cyclical Tsunami, Scientists Say 
  By ANDREW C. REVKIN
  Published: December 5, 2006
  
    Two Indonesian cities that escaped the devastating tsunamis of December 
2004 are at risk of inundation over the next few decades from undersea 
earthquakes predicted along the coast of Sumatra, researchers say.
    Skip to next paragraph      The New York Times
  

    Related  Tsunami Simulations (December 5, 2006) 


  The researchers, using computer models, produced simulations showing that a 
major earthquake could send a series of waves 15 to 20 feet high sweeping 
ashore around Padang or Bengkulu, coastal cities of 800,000 and 350,000 just 
south of the Equator on Sumatra’s Indian Ocean coast. Many seismologists say 
such quakes are inevitable off the coast near those cities. 
  The analysis was published Monday on the Web by The Proceedings of the 
National Academy of Sciences. 
  The Sundra Fault, a seam in the earth’s ever shifting crust beneath the 
seafloor and just beyond a chain of islands parallel to the coast, generates 
clusters of great earthquakes roughly every 230 years, according to old records 
and studies of coral reefs in the region. The reefs lift or sink abruptly after 
such jolts, with the skewed orientation of successive layers of coral providing 
a chronology of these seismic shifts. 
  A tsunami in 1797 carried a 200-ton British ship half a mile inland in 
Padang, and another deadly set of waves struck the coast not long afterward, in 
1833, focused more around Bengkulu.
  Then, however, coastal populations were counted in the thousands, said Kerry 
Sieh, an author of the study and a seismologist at the California Institute of 
Technology who has spent decades studying the quake patterns in the area. The 
other authors are from Caltech and the University of Southern California.
  Now there are hundreds of times as many people in harm’s way, Dr. Sieh said. 
  “We hope that these initial results will help focus educational efforts, 
emergency preparedness activities, and changes in the basic infrastructure of 
cities and towns along the Sumatran coast,” Dr. Sieh said in a printed 
statement. 
  Costas E. Synolakis, the director of the Tsunami Research Center of the 
University of Southern California and an author of the study, said it was a 
rough initial projection. “The hazard is there,” he said. “It is a loaded 
missile pointing at one million people.”


  

         

 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

Kirim email ke