Saran saya jangan percaya dengan agama, karena agama buatan manusia, akhirnya yang menyakini agama saling hujat menghujat dan saling bunuh membunuh untuk menjalani agama yang dianut.
---------- Forwarded message ---------- From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> Date: Dec 5, 2006 8:23 AM Subject: Balasan: Re: Fwd: [mediacare] Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal Mengampuni To: [email protected] Betul, mengampuni bukan pekerjaan yang gampang perlu mengorbankan perasaan sendiri. Tapi ingat, kalo tidak mengampuni justru jauh lebih berat lagi karena gimana harus membalasnya ???? Jauh lebih susah karena bukan cuma perlu mengorbankan perasaan tapi bisa mengorbankan jiwa sendiri sementara pembalasannya belum tentu berhasil dilaksanakan. Jadi tak perlu mengagumi pengampunan karena pengampunan itupun sebenarnya bukanlah pilihan tapi karena tidak ada lagi pilihan. Ny. Muslim binti Muskitawati. --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, crhistian contol <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
saya rasa masalah seperti ini jangan terlalu dibesar-besarkan. Saya
sendiri penganut kristen. Tapi tidak terlalu bangga membaca dan mendengar berita semacam ini. Karena sebuah keyakinan bukanlah untuk memperolok orang lain. Kalau saudara Tumpal mengatakan pihak Muslim tak bakalan melakukan hal yang sama, itu sudah berarti menjelek-jelekkan agama lain. Apa gunanya kita bangga dengan agama kita kalau juga untuk menghina semacam ini? Mestinya kita juga belajar dar sejarah. Karena manusia di bumi ini sudah capek berperang demi agama. Dulu, ratusan tahun --hingga sekarang-- kita selalu dicekokin untuk memerangi agama Islam. Hanya diawali oleh perang salib yang dikobarkan Sri Paus. Itu jelas salah. Karena bila kita pelajari lagi Injil, tak satu pun kita diperintahkan untuk berperang dengan orang Islam atau pun lainya. Itu hanya perintah sang Paus semata. Jadi janganlah kekacauan dan ketidakbergunaan seperti itu terulang lagi. Karena tidak satupun pihak yang diuntungkan karenanya.
Tumpal S <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Saya mengagumi pengampunan
yang diberikan keluarga korban meski masih sulit bagi saya untuk memahami bagaimana mereka bisa mengampuni orang yang telah menyembelih buah hati mereka dengan cara yang lebih sadis dari menyembelih hewan. Luar Biasa.!!!!! Puji Tuhan.pertanyaan saya cuma satu; jika hal ini terjadi pada pihak yang lainnya ( pihak muslim), mampukah mereka mengampuni? atau sekedar tidak membalas. karena mengampuni bukanlah pekerjaan kasih yang pasif, mengampuni adalah tindakan kasih yang aktif. Tapi percuma saya jelaskan hal ini, kalau yg ada hanya semangat untuk membantai mereka yang berbeda keyakinan.
Jereweh Sumbawa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kalau semua umat manusia mampu mengampuni orang, maka tidak
ada perselisihan antara agama.
Itulah kasih yang telah diajarkan ke umatnya, dan hukum manapun
tidak ada yang menentangnya.
Peace ---------- Forwarded message ---------- From: Don Manurung <[EMAIL PROTECTED]> Date: Nov 29, 2006 8:14 PM Subject: [mediacare] Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal
Mengampuni Pembunuhnya
To: [EMAIL PROTECTED] <nasional-list%40yahoogroups.com> Cc: [EMAIL PROTECTED] <apakabar%40yahoogroups.com>,
[EMAIL PROTECTED] <hksis%40yahoogroups.com>, [EMAIL PROTECTED] <wahana-news%40yahoogroups.com>, [EMAIL PROTECTED] <koran-sastra%40yahoogroups.com> , [EMAIL PROTECTED] <kkn-watch%40yahoogroups.com>, [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, [EMAIL PROTECTED] <sastra-pembebasan%40yahoogroups.com>
Orangtua Siswi Kristiani yang Dipenggal Mengampuni
Pembunuhnya
Wednesday, Nov. 22, 2006 Posted: 2:54:58PM PST KRISTIANI POS Para orangtua tiga siswi Kristiani yang dipenggal oleh militan
Muslim di Poso, mengatakan mereka mengampuni pembunuh anak perempuan mereka dalam sebuah pertemuan dengan tiga militan dan orangtua mereka hari Minggu lalu.
Hasanuddin, yang masih disidang atas kejahatan tersebut, memohon
pengampunan dari orangtua korban pada pertemuan yang diadakan polisi setempat. Ia berulangkali mengatakan penyesalan dan mengekspresikan kepiluan yang dalam bersama dua kawannya, Irwanto dan Haris.
Seorang ibu dari salah satu korban mengatakan sambil menangis bahwa
dia mengampuni mereka atas perbuatan salah mereka. Sebagai tanda perdamaian, militan Muslim dan keluarga Kristiani itu berjabat tangan dan memeluk satu sama lain, lapor Asia News.
Kepala Polisi Sutanto berkomentar bahwa pertemuan antara dua pihak
merupakan momen yang bersejarah, memberikan kesempatan kepada keluarga korban dan pembunuh untuk "membagi prasaan mereka yang mendalam dan mencari pengampunan."
Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap pertemuan itu akan membuka pintu
bagi kedamaian di Poso.
Hasanuddin, Irwanto dan Haris telah mengaku bersalah atas tuduhan
pembunuhan tiga siswi tersebut. Mereka bisa menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.
Ketiga korban, Theresia Morangke, 15, Alfita Poliwo, 17, dan Yarni
Sambue, 15, diserang dan dipenggal dalam perjalanan menunju sekolah Kristiani swasta tempat mereka belajar pada Oktober 2005.
Maria Mackay Koresponden Kristiani Pos --------------------------------- Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful
email and get things done faster.
--------------------------------- Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful
email and get things done faster.
--------------------------------- Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/ --------------------------------- Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
terhadap spam.
http://id.mail.yahoo.com/
