Saya kira kalau poliandri dalam mata umum disebut melacurkan diri, dan 
perempuan yang berkecimpun dalam hal tsb antara lain disebut lonte, cabo, 
pelacur, jadi kedudukannya menjadi rendah yang sama istilahnya dengan sampah 
masyarakat. Tetapi kalau 
laki-laki yang punya banyak isteri atau gundik dianggap "jago" dalam istilah 
surgawi dikatakan sesuai dengan kehendak penguasa di awan biru. Sebagai 
catatan, agaknya sekarang hanya terdapat satu kampung di Nepal yang masih 
berlaku poliandri.


  ----- Original Message ----- 
  From: Supriyadi 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, December 05, 2006 5:39 AM
  Subject: Re: [mediacare] untuk Bung Charles-Istri Kedua Aa Gym?



  Beda poligami dan poliandri. Kenapa alam ini memberikan hak khusus pada 
lelaki. Hanya komentar candaan untuk bung Charles :

  Pada poligami, bila sang istri/istri istri melahirkan anak, sudah jelas bahwa 
anak tersebut adalah benih dari sang suami yang satu itu.

  Pada poliandri, bila sang istri melahirkan anak, tidak mudah untuk menentukan 
anak tersebut benih dari suami yang mana.

  Salam canda,
  Supriyadi

    ----- Original Message ----- 
    From: Charles Athenk 
    To: [email protected] 
    Sent: Sunday, December 03, 2006 11:33 AM
    Subject: Re: [mediacare] Istri Kedua Aa Gym?


    Saya sangat tidak setuju dengan poligami kenapa??
    Karena ini hanya menguntungkan kaum wanita dan kebanyakan hanya untuk 
memenuhi nafsu kaum lelaki yang berlindung dibalik ajaran agama... kalau 
dikatakan untuk membantu ekonomi para janda bantu aja secara ekonomi tidak 
perlu dikawini. Seolah-olah saya akan bantu tapi dibayar dengan kamu harus 
kawin dgn saya.....!!! kalo mau jujur dan adil apa ada lelaki yang rela klo 
istrinya yang bersuami banyak...!!! kan banyak wanita yang kaya dan banyak 
laki-laki yang miskin. Jadi para istri juga punya alasan yang sama untuk 
berbagi kebahagiaan dengan lelaki lain tapi apa kaum suami bisa rela!!!! itulah 
egoisnya kita kaum lelaki....Apa AA Gim bisa ikhlas kalo istrinya juga ikut 
kawin lagi...!!!! Gak adil kan..Jman nabi udah beda dengan jaman sekarang... 
    gedehc <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 

      Bakda Subuh, Jumat 1 Desember 2006, saya menyimak radio MQ FM Bandung.
      Ada seorang ibu yang menelepon dan mengutarakan ketidaksetujuannya
      atas poligami yang dilakukan Aa Gym. Saya sempat kaget mendengarnya.
      Aa Gym menikah lagi? Saya belum tahu berita ini. Tetapi dari nada
      suaranya, ibu itu pun masih ragu-ragu apakah Aa Gym betul-betul sudah
      menikah lagi ataukah sekadar gosip.

      Terlepas dari betul tidaknya berita itu, sebab Aa Gym tidak
      tegas-tegas membantahnya, saya lantas membuka komputer dan menulis
      tentang poligami ini.

      ***

      Adakah perempuan yang mau dipoligami? Bertolak dari sisi psikologis
      manusia, khususnya perempuan, saya yakin tak seorang perempuan pun mau
      berbagi suami dengan perempuan lainnya. Mereka ingin memonopoli
      suaminya. Jangankan perempuan zaman sekarang, zaman ketika berembus
      angin kesetaraan jender di semua segi kehidupan, pada masa Nabi
      Muhammad pun itu terjadi. Malah pernah muncul di keluarga nabi akhir
      zaman itu. Kisahnya bergini. 

      Aisyah pernah dibakar api cemburu sehingga ia berkata, "Khadijah
      lagi... Khadijah lagi... Seperti tak ada perempuan lain saja."
      Mendengar ujaran itu, Muhammad lantas pergi. Selang beberapa waktu,
      Beliau kembali lagi. Pada saat itu ibunda Aisyah, yaitu Ummu Rumman
      sedang ada di sana. "Wahai Rasulullah, ada apa engkau dengan Aisyah?
      Ia masih sangat muda dan selayaknya engkau maklumi."

      Muhammad lantas mendekat dan memegang dagu Aisyah seraya berkata,"
      Bukankah engkau yang berkata seolah-olah di dunia ini tak ada lagi
      wanita selain Khadijah?"

      "Tapi untuk apa engkau mengingat-ingat perempuan tua itu yang ujung
      mulutnya sudah merah padahal Allah sudah menggantinya dengan yang lebi
      baik bagimu?"

      "Demi Allah, Dia tak pernah mengganti dengan yang lebih baik daripada
      Khadijah. Ia beriman ketika semua orang mendustakanku. Ia bagikan
      hartanya ketika yang lain menahannya. Ia memberiku anak tetapi yang
      lainnya tidak."

      Andaikata Khadijah masih hidup dan bermadukan Aisyah, kira-kira apa
      yang bakal terjadi? Terhadap madu-madunya yang lain pun, seperti
      Shafiah dan Ummu Salamah, Aisyah cemburu. Artinya, perasaan cemburu
      itu pasti ada pada setiap perempuan. Hanya saja, ada yang mampu
      mengendalikannya, ada yang tidak.

      ***

      Sebagai muslim, saya yakin Aa Gym pun ingin lebih banyak beribadah.
      Tak hanya ibadah ritual (mahdhah) tetapi juga ibadah sosial
      (ghair-mahdhah). Itu sebabnya, lewat berbagai perusahaan yang
      dimilikinya, Aa Gym sudah membuka ribuan lapangan kerja. Perusahaannya
      membentang mulai dari percetakan, penerbitan, toko buku, penginapan,
      radio, televisi, biro travel dan KBIH, training sampai air minum
      kemasan bermerek MQ Jernih. Ada lagi yang lainnya, tetapi saya tidak
      hafal semua.

      Ketika Aa Gym sudah mampu melaksanakan ibadah ritual dan sosialnya dan
      bahkan nilainya jauh di atas rata-rata orang sekarang, barangkali Aa
      Gym pun ingin beribadah lainnya. Salah satu bentuknya ialah menikah
      lagi. Bukankah Allah Swt mengizinkan lelaki memiliki istri lebih dari
      satu dengan jumlah maksimum empat orang? Apalagi kalau istri
      pertamanya setuju. Bagaimana relung hati terdalamnya, apakah Teh Ninih
      setuju? Untuk hal ini, yang tahu hanyalah Allah dan yang bersangkutan.
      Yang bisa dinilai adalah tampak luarnya, yaitu lewat kata-kata dan
      sikapnya. Jika dua hal ini sudah menampakkan gejala setuju maka tak
      ada alasan lagi orang lain berburuk sangka. Bahwa ada sebersit rasa
      tak setuju atau cemburu, sebagai manusia biasa tentu bisa dimaklumi.
      Jika yang ada berupa rasa bahagia mendapatkan "teman" baru untuk suami
      tercintanya, ini tentu menjadi nilai plus yang balasannya, menurut
      Islam, adalah jannah atau surga. 

      Bagaimana dengan protes dari masyarakat, terutama kaum perempuan? Ini
      pun bisa dimaklumi. Sebab, mereka protes karena di lubuk hati
      terdalamnya takut suaminya ikut-ikutan berpoligami. Aa Gym sudah
      diproklamasikan sebagai figur publik. Apapun yang dilakukannya akan
      mendapatkan banyak sorotan dan akan dicontoh. "Dicontoh" atau diikuti
      oleh lelaki lain inilah yang dikhawatirkan oleh ibu-ibu rumah tangga.
      Malah tak heran ada ibu rumah tangga yang rela suaminya "membeli sate"
      saja daripada harus "memelihara kambing" di rumahnya. Pernah tersiar
      kabar, ada istri yang mencarikan perempuan perawan untuk "digauli"
      oleh suaminya demi maksud-maksud yang berbau mistik. Ada juga istri
      yang mengizinkan suaminya membawa perempuan ke rumahnya asalkan tidak
      dinikahinya sehingga harta suaminya tak harus dibagi dengan perempuan
      itu. 

      Ada juga ibu-ibu yang protes dan mengatakan bahwa poligami membuat
      perempuan menderita dan tidak adil. Mereka yakin poligami akan
      menghancurkan keluarga dan membuat anak-anak kucar-kacir. Rupanya
      mereka lupa bahwa betapa banyak orang yang monogami juga hancur rumah
      tangganya. Ada artis yang memang monogami tetapi dia sudah
      berkali-kali kawin-cerai. Ada artis yang rumah tangganya sarat dengan
      selingkuh dan bahkan sengaja saling selingkuh-menyelingkuhi agar
      pasangannya kesal dan marah. Begitu pun orang-orang biasa, dari
      kalangan bukan artis, banyak juga yang hancur pernikahannya padahal
      monogami. 

      Jadi, hancur tidaknya rumah tangga itu tidak disebabkan oleh status
      pernikahan yang mono atau poligami. Tak sedikit yang berpoligami
      tetapi rumah tangganya justru aman-aman saja dan tampak akur rukun.
      Yang monogami malah sering berantakan dan ditayangkan di televisi. Ada
      monogami yang tampak awet, tetapi sebetulnya mirip bara dalam sekam.
      Mereka tak ingin kekalutan rumah tangganya diketahui oleh orang lain
      karena menjadi figur publik, pejabat, atau orang-orang yang memiliki
      massa. Mereka bermain sandiwara atau "sinetron". 

      ***

      Hari ini, 1 Desember 2006 adalah peringatan Hari AIDS Sedunia. Sindrom
      ini sudah meluas ke semua tempat dan makin parah. Penderitanya makin
      banyak. Salah satu sebabnya adalah seks bebas, baik dengan pelacur
      maupun dengan pacar, teman, dll. Yang perlu dicatat, perluasan AIDS
      tak bisa ditahan dengan penggunaan kondom. Kampanye kondom justru
      berbalik menjadi bumerang dan membentuk image di otak remaja kita
      perihal pembolehan seks bebas asalkan memakai "sarung" itu. 

      Memang, untuk kasus HIV/AIDS lantaran tertular dari tranfusi darah,
      kelahiran bayi, atau kejadian lain yang bukan perilaku amoral, saya
      juga prihatin. Kasihan sekali mereka kena HIV/AIDS padahal tak berbuat
      buruk. Kejadian buruk yang menimpa mereka mudah-mudahan dapat
      menghapus dosa-dosanya. Mau tak mau, demi mengurangi tingkat stres
      penderitanya, anggaplah itu sebagai takdir yang mesti dilalui.
      Keikhlasan seperti ini akan lebih bermanfaat daripada marah dan
      menyesali diri. Begitu pun yang menderita AIDS karena seks bebas dan
      narkoba, tak perlu lagi berkeluh-kesah. Tinggal tobat dan menyesali
      perbuatan buruk selama ini dan terus mohon ampun kepada Sang Khalik.
      Soal mati, tak perlulah takut. Sebab, kalau belum waktunya, mati itu
      takkan terjadi. Bahkan banyak orang sehat yang berotot lebih dulu mati
      ketimbang orang yang sakit parah. 

      Jika dikaitkan dengan AIDS, maka poligami dapat mencegah potensi
      perluasan AIDS akibat "jajan" sembarangan dan berdosa dari sudut
      pandang agama apapun. Sebaliknya, apabila poligami dilaksanakan dengan
      niat ibadah, sang istri juga menerima dengan niat ibadah walaupun
      berat seperti kasus Aisyah di atas, maka pahalalah yang diperoleh.
      Lagi pula, tak satu agama pun mengizinkan umatnya berzina, kecuali
      sekte-sekte sesat yang pernah ada di Amerika Latin, Amerika Serikat
      dan Skandinavia. 

      Akhir kata, saya pun bertanya kepada salah satu guru saya, yaitu Aa
      Gym. "Aa, betulkah sudah menikah lagi?" Sampai artikel ini di-upload
      di- http://gedehace.blogspot.com/2006/12/istri-kedua-aa-gym.html, saya
      memang belum tahu perihal itu. Saya hanya berdoa, ya Allah berikanlah
      yang terbaik untuk Aa Gym dan jadikan keluarganya sakinah. Aamiin.*

      Gede H. Cahyana
      http://gedehace.blogspot.com






----------------------------------------------------------------------------
    Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta. 


   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.15.9/573 - Release Date: 12/5/2006

Kirim email ke