Salam Bu Hafsah, kalau boleh saya tangkap dari ide anda, semua yang
bisa menghasilkan dampak kebaikan dan dampak kejahatan itu berasal
angan2 masing2 individu belaka?

Tidak adakah realitas yang benar2 riil yang menopang apa yang saya
angankan? 

Saya masih hijau dalam ilmu filsafat (mungkin anda bisa mengajarkan
dengan lebih dalam pada saya), namun saya melihat kecenderungan ide
anda sangat mendekati apa yang diajarkan oleh filsafat new age dan
postmodernism. 

Beberapa major wave dalam gerakan psikologi jaman sekarang, juga
menekankan bahwa apa yang kita pikirkan, itulah apa yang kita dapat
(semacam self fulfilling prophecy). Beberapa ide2 dan pikiran dasar
dalam gerakan ini, mewujud dalam psikologi "positive affirmation" yang
sekarang banyak ditrainingkan dalam pelatihan2 SDM dan MLM.

Ide2 ini mengajarkan bahwa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi
perasaan kita dan perilaku kita, sehingga bila kita ingin memiliki
emosi yang cerdas (yang diteliti sebagai landasan untuk meningkatkan
kinerja yang cemerlang), kita perlu untuk merekonstruksi pikiran kita. 

Sayang, dalam ide2 filosofis macam ini, peranan Tuhan yang transenden
terhadap tindak perilaku manusia diabaikan. Hal ini yang menyebabkan
gerakan new age maupun posmo sebenarnya merupakan gerakan yang
disemangati oleh semangat ateisme - kalau bukan meredefinisi diri
manusia sebagai allah2 universal.

Ketika Musa dalam kitab Keluaran (Exodus) menanyakan perihal siapakah
DIA yang berbicara lewat semak yang terbakar tapi tidak hangus itu,
Suara itu menjawab: "AKU-lah AKU (I AM THAT I AM)". Hal ini menegaskan
eksistensi TUHAN sebagaimana adanya Dirinya ada, sebagai suatu PRIBADI
yang eksis.

Mohon Pencerahannya.

Salam 
Abdi Christ



 
--- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > "abdi christ" <save_mynit@> wrote:
> > Apakah iman kepada Tuhan juga hanyalah angan2? Orang Ateis pun
> > memiliki iman, yakni iman yang sangat kuat bahwa Tuhan tidak ada.
> > Mungkin anda pun memiliki iman, yaitu iman yang sangat meyakini 
> > bahwa Tuhan adalah angan2 belaka. Yang akhirnya iman itu membawa 
> > anda pada ketidakbutuhan akan Tuhan.
> > 
> 
> 
> Keyakinan memang Kepercayaan dan kepercayaan memang angan2, namun
> angan2 bukanlah keyakinan.
> 
> Silahkan baca tulisan2 saya secara lengkap, saya tidak pernah
> sekalipun menyatakan bahwa angan2 itu tidak dibutuhkan, justru dalam
> banyak tulisan2 saya justru membuktikan bagaimana manusia sangat
> membutuhkan angan2.  Semua hiburan yang anda nikmati adalah
> memprovokasi angan2 anda.  Contohnya filem di theater ataupun dalam
> DVD.  Adakah filem superman itu merupakan realitas???  bukan tentunya
> filem superman contoh jelas bahwa filem ini angan2 yang dijual baik
> dalam bentuk DVD, dalam bentuk buku, dalam bentuk filem dibioskop,
> dll.  Semua ilmu pengetahuan yang berkembang sekarang dimulai dari
> angan2 yang kemudian berubah jadi realitas, dan angan2 yang punya
> potensi berubah jadi realitas kita namakan "idea" bukan lagi angan2. 
> Agama bukanlah idea karena tidak pernah menjadi realitas sehingga
> tidak mungkin kita namakan "idea" melainkan "angan2".
> 
> Banyak orang yang percaya gelang akar bahar bisa menyembuhkan
> rhematik, dan saya yang juga menderita rhematik ternyata sembuh dengan
> memakai gelang akar bahar.  Tetapi setelah saya periksa ke RS,
> terbukti penyakitnya masih ada tidak pernah sembuh, hanya karena
> kepercayaan saya dari alam bawah sadar saja yang menyebabkan terasa
> se-olah2 sembuh padahal tidak sembuh.  Pengaruh kepercayaan ini kita
> namakan suggestive, setiap orang bisa disuggestive melalui hipnotis
> dan cara inilah yang sekarang banyak digunakan ilmu kedokteran untuk
> mengurangi penderitaan.  Semua ini berasal dari angan2.
> 
> Jelas kesimpulannya, kepercayaan dari angan2 sangat dibutuhkan manusia
> karena dengan kepercayaan kita semua bisa menciptakan kebahagiaan yang
> kita bagi kepada semua baik yang percaya ataupun yang tidak percaya. 
> SAYANGNYA, KEPERCAYAAN DALAM SEMUA AGAMA HANYA MEMBAHAGIAKAN MEREKA
> YANG PERCAYA DAN MENIMPAKAN SEGALA MALAPETAKA DAN KUTUK SERAPAH KEPADA
> MEREKA YANG TIDAK PERCAYA.
> 
> Demikianlah dengan HAM dan Demokrasi, kita menjadikan agama
> kepercayaan bukan lagi sebagai hal yang harus anda percaya, melainkan
> sebagai institusi yang mengharmoniskan hubungan antar manusia dalam
> rangka mendistribusikan kebahagiaan yang sama baik kepada mereka yang
> percaya maupun kepada mereka yang tidak percaya.
> 
> Meskipun kita tak perlu harus percaya agama, tak perlu percaya Tuhan,
> tak perlu berdoa, tapi juga tak perlu anti-agama.  Hari ini kita tak
> percaya Tuhan, tapi kita boleh berdoa dan percaya Tuhan sewaktu sakit
> agar bisa lekas sembuh karena dengan percaya maka pengobatan ala akar
> bahar diatas bisa anda manfaatkan.  Tuhan, Allah, atau Dewa2 tidak
> beda dengan akar bahar yang saya contohkan diatas.
> 
> Ingat, ajaran agama sangatlah bahaya karena hasilnya adalah terorisme.
>  Oleh karena itu dengan kesadaran dan pemahaman arti kepercayaan
> sebagai angan2, saya harap anda bisa sadar bahwa angan2 janganlah
> mencelakakan orang lain, janganlah membakar gereja, janganlah membakar
> mesjid, janganlah memperkosa amoy2, dan jangan melakukan jihad teror
> bomb.  Cukuplah angan2 anda gunakan untuk kesembuhan, kebahagiaan, dan
> hiburan yang menggembirakan bukan malah menimbulkan dendam turun
temurun.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>


Kirim email ke