Fraksi PKS Paling Taat Laporkan Dana Serap Aspirasi

Jakarta -RoL-- Fraksi PKS DPR RI termasuk yang paling taat menyerahkan
penggunaan Dana Serap Aspirasi yang diterima setiap anggota DPR
menjalani masa reses, bahkan dari 45 anggota fraksi ini, hanya satu
anggota yang belum menyerahkan laporan ke Sekretariat Jenderal DPR RI.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Zuber Safawi pada Rabu di Gedung DPR/MPR
Jakarta menyerahkan laporan pertanggungjawaban dana tersebut untuk masa
reses 18 Oktober-12 Nopember 2006. Laporan diterima Sekjen DPR Faisal
Djamal.

"Penyerahan laporan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban publik atas
dana yang diterima anggota Fraksi PKS. Laporan juga dilengkapi
bukti-bukti pengeluaran berupa kwitansi," kata Zuber. Zuber
mengungkapkan, dari 45 anggota Fraksi PKS DPR RI, 44 di antaranya telah
menyerahkan laporan pertanggungjawaban penanggunaan dana reses. Satu
orang masih dalam proses menyelesaikan laporan.

"Dana yang kami terima, seluruhnya dikembalikan kepada konstituen.
Bahkan ada anggota Fraksi PKS yang harus menambah dana dari sakunya
sendiri mengingat banyaknya acara diselenggarakan" katanya. Zuber
mengemukakan, dengan diserahkannya laporan pertanggungjawaban ini, maka
pihaknya tidak memiliki beban lagi menghadapi masa reses yang akan
dimulai pada 7 Desember.

"Kewajiban sudah kami penuhi sehingga menghadapi masa reses yang
sebentar lagi akan dijalan, kami lebih siap karena tidak punya utang
laporan," katanya. Untuk menghadapi masa reses mulai 7 Desember 2006,
Fraksi PKS telah mempersiapkan tema-tema yang akan disampaikan kepada
konstituen. Salah satunya adalah masalah alokasi APBN 2007.

Menurut dia, rendahnya sosialisasi anggota DPR dalam memberi informasi
seputar alokasi APBN menjadi salah satu faktor lambatnya implementasi
pembangunan di daerah.

"Kita meminta anggota kita mensosialisasikannya kepada masyarakat saat
melakukan kunjungan kerja ke daerah," katanya.

Zuber mengajak masyarakat berpartisipasi aktif memantau penggunaan dana
APBN yang dialokasikan untuk daerah. Dengan demikian, berbagai dugaan
penyimpangan yang sering dikeluhkan masyarakat bisa dihindari. "Anggota
kita siap menindaklanjuti laporan masyarakat," katanya. antara/mim





Kirim email ke