Pemberitaan soal poligami dai dari Bandung, atau pejabat negera adalah soal 
pribadi seseorang. Namun karena perkara itu dilakukan oleh figur yang 
diperhatiakn masyarakat atau figur yang ingin diperhatikan masyarakat dan pers, 
soal poligami ramai sekali diperbincangkan. Apakah perkara itu harus menjadi 
opini publik? Toh, sejak sebelum ajaran Islam masuk perkara itu bukan soal. 
Malahan menjadi tradisi dan identitas kultur suatu masyarakat yang masih 
menggunakan sistem kemasyarakatan berdasarkan kepercayaannya - religinya. 
Istilah "selir", "gundik", "second wife", bukan istilah baru. Siapa pun bisa 
melakukannya. Tidak terkecuali perempuan-perempuan "jablai". 
  Yang menjadi soal adalah ketika figur yang melakukan itu sudah "dianggap" 
panutan, contoh, model ideal, maka tindakan memiliki pasangan lebih dari satu 
jadi perkara. Apalagi ketika soal ini menimpa figur yang sudah mengeluarkan 
pernyataan tentang "kesetiaannya" kepada satu pasangan. Hal itu jadi perkara 
dan dijadikan perkara publik.
  Agaknya pers dan masyarakat tidak seharusnya terjebak dalam polemik yang 
dibuat seolah-oleh penting untuk diperbincangkan. Itu soal biasa. Seperti 
halnya wanita "jajan" karena suami jarang pulang, atau sibuk. Yang penting 
dibahas adalah bagaimana dekadensi moral dari figur tersebut. 
  Masih banyak masalah dekadensi moral yang lebih penting untuk diperbincangkan 
ketimbang mengorbitkan satu figur. Antara lain kebiasaan "jajan" para pejabat, 
pengusaha, bahkan artis, atau masyarakat biasa. 
  Soal birahi yang ditutup-tutupi dengan dalil atau alasan khilaf, saya kira, 
tidak pantas untuk dibahas menjadi opini publik. 
  Suatu bangsa yang terbiasa melakukan kesalahan dan diamini sebagai human 
error bukan masalah penting.
  Masalah bangsa dan negara ini lebih penting daripada membahas urusan biologis 
macam itu. Soal poligami, hanya berlaku pada zaman nabi, karena tujuan dakwah 
dan penyebaran ajaran. Sekarang, yang ada hanya perkara managing birahi - 
biologis - saja. 
   
  salam,
  Firdaus

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke