--- In [email protected], "wreddya hayunta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Jika menurut anda TTM sangat banyak terjadi, bukankah jelas-jelas > TTM itu haram? Orang yang melakukannya jelas-jelas akan mendapat > citra buruk dari masyarakat. Tapi bukan poligami pemecahannya, > karena nanti setiap laki-laki (terutama yang kaya dan berkuasa) akan > mencari pembenaran selingkuhnya melalui poligami. > > Pertanyaan saya berikutnya adalah: menurut anda, jika kedudukan laki- > laki dan perempuan benar-benar setara (pendapatan sama besar, > kedudukan di masyarakat sama-sama diakui) apakah para perempuan itu > akan sudi untuk dipoligami? > > Saya pikir tidak. Umumnya perempuan yang dipoligami kedudukannya > secara sosial dan ekonomi lebih rendah atau tergantung kepada laki- > laki. Istrikedua AA Gym misalnya adalah bekas karyawannya. Istri > kedua kerabat saya adalah mantan anak buah di komunitasnya. Jadi > poligami jelas merupakan indikator bahwa kedudukan laki-laki dan > perempuan tidak setara. >
Betul sekali! istri istri pemilik Ayam Wong Solo juga semua mantan pegawainya. Wanita luhur takkan sudi menikah polygami, apalagi harus menggusur kedudukan istzri yang syah! Tapi dasar, pria banyak yang kepalanya penuh syahwat..(instead otak) Salam danardono
