Sebetulnya kecanduan libido dll adalah manusiawi, bahkan Tuhan 
sendiri menyatakan dalam quran bahwa "dihaiaskan kapdamu kecintaan 
terhadap wanita, anak-anak, sawah, ladang dan harta benda lainnya" 
artinya memang secara kodrati kenginan manusia (khusunya laki-laki) 
untuk memiliki lebih banyak koleksi baik itu wanita, harta atau 
kekuasaan adalah normal, namun yang lebih baik adalah mengekang 
keinginan 2 tersebut supaya pada batas yang wajar tidak berlebih-
lebihan. Kondisi tidak berlebih-lebihan misalnya ketika makan 
dianjurkan berhenti sebelum kenyang. Jika dinisbahkan pad ahal-hal 
demikian maka satu perkawinan sebetulnya sudah mencukupi (kecuali 
kita merasa lapar/maruk secara biologis. Pada kondisi dimana rasa 
lapar/maruk biologis tidak bisa dikendalikan maka diberikanlah jalan 
untuk poligami, malahan Tuhan memberi penawaran bukan 1-2-3-4 tetapi 
4-3-2, dengan syarat adil, jika tidak maka ya sudah satu saja cukup. 
Pada kasus AA gym, saya merasa AA Gym terlalu "maruk" pada anak-anak 
(anaknya 7). Boleh saja sih anak banyak sepanjang konsekuensinya bisa 
diterima, misalnya secara ekonomi lebih banyak kebutuhan, secara 
psikologis harus mampu adil berbagikasih sayang kepada setiap anak, 
namun tak kalahpenting ada konsekuensi bahwa seorangistri yang 
melahirkan 7 anak alias turun mesin 7x pasti akan berbeda pelayannnya 
dan kualitas hubungan intimnya. Lha kalau kemudian teh ninih tidak 
bisa melayani atau mendampingi aa gym saat pergi kemana-mana dan ini 
dikarenakan teh ninih harus mengasuh 7 anak, maka sesungguhnya kita 
perlu menanyakan apakah keputusan aa gym punya anak banyak juga telah 
memperhitungkan risiko ini? (kualitas hubungan yang lebih rendah 
dibanding sebelumnya). lalu ketika risiko itu datang kemudian aa gym 
menikahlagi pakah itu juga telah dipikirkan lagi?

Saya bukan anti poligami, namun pada kasus aa gym saya belum 
mendapatkan argumentasi yang digunakan? Ada yang tahu? sehingga 
penilaian dan pengampilan keputusan kita lebih baik?


Thx



zulchaidir

Kirim email ke