ini ada berita di pos kota on line
waktu dan tanggal pemuatan ada di bawah
ini hanya sekedar informasi saja

A’a Gym Pernah Nikahi Gadis Singaparna   
 
Sabtu 9 Desember 2006, Jam: 9:45:00   
 
BANDUNG (Pos Kota) – Belum usai gonjang-ganjing
pernikahan KH Abdullah Gymnastiar dengan mantan model
Alfarini Eridani alias Rini, 37 tahun, janda satu
anak, kini kembali beredar isu yang lebih sensasional.
Santer beredar kabar, sebelum menikah dengan Rini,
kyai kondang dengan panggilan A’a Gym ini pernah
menikahi gadis Singaparna, Tasikmalaya, yang kemudian
diceraikan, 3 tahun silam. 

Namun, pernikahan ke-2 dengan wanita cantik yang juga
digambarkan bertubuh jangkung dan berkulit putih itu,
hanya bertahan hitungan bulan. Isteri ke-2-nya yang
bernama Marliah itu pun dicerai karena A’a masih takut
diketahui isteri tuanya, Ny. Ninih Mutmainah alias Teh
Ninih. “A’a Gym menikahi Marliah sebelum menjalin
asmara dengan Rini yang jadi isteri (mudanya),
sekarang. Jadi Rini merupakan pernikahan A’a yang
ketiga,” kata sumber Pos Kota, di Bandung, Jum'at. 

Sumber yang dekat dengan Manajemen Qalbu – sayap
bisnis A’a Gym di Geger Kalong – Bandung tersebut
mengungkapkan, gadis asal Singaparna, Tasikmalaya, itu
tingginya 173 dan berkulit putih, dan cantik bak foto
model. Seperti halnya pernikahannya dengan Rini, yang
ke-3, pada pernikahannya yang ke-2 itu pun berlangsung
diam-diam, dan yang menjadi saksi juga KH Miftah
Faridh, Ketua MUI Kota Bandung. 

“Kami tak tahu persis berapa lama usia pernikahan
antara A’a dan Marliah. Yang jelas Marliah pun kini
sudah menjanda karena sudah resmi dicerai, “ kata
sumber Pos Kota. “Dan Marliah masih tinggal di
Singaparna,” kata sumber itu lagi. 

Pernikahan A’a Gym dengan Marliah konon berlangsung 3
tahun lalu. Jika isu itu benar, berarti setelah
menceraikan Marliah, jalinan asmara A’a Gym langsung
“nyambung” dengan Alfarini yang dinikahi 3 bulan lalu
diperkenalkan sebagai menjadi isteri barunya, pekan
lalu dan masih jadi kehebohan hari-hari ini. 

Lebih jauh sumber Pos Kota mengungkapkan, Ketua MUI
Bandung KH Miftah Faridh lah yang mendesak A’a Gym
agar menikahi Rini, yang ternyata keponakan mantan
presiden Habibie itu, karena hubungan cinta antara A’a
dengan Rini sudah berjalan cukup lama, yakni 3 tahun. 

KH MIFTAH MEMBANTAH 
Ketika dikonfirmasi semalam, KH Miftah Faridh menolak
tegas isu santer yang mulai kemarin beredar di Bandung
itu. “Saya tak pernah menjadi saksi dalam pernikahan
A’a dengan Marliah di Tasikmalaya. Betul saya tidak
pernah,” kata Miftah. 

Ketua MUI Kota Bandung itu juga menyatakan tak percaya
A’a Gym pernah menikahi gadis Tasikmalaya. Bahkan, dia
baru tahu berita itu dari Pos Kota yang
mengkonfirmasinya. “Bisa saja itu hanya isu. Yang
jelas saya tak merasa menjadi saksi dalam pernikahan
tersebut,” kata Kyai Miftah berulang-ulang. 

KH Miftah juga menyangsikan ada pernikahan A’a Gym
dengan wanita asal Singaparna itu. “Sudahlah,
pernikahan dengan Rini saja beritanya belum tuntas.
Ini malah ditambah-tambah lagi dengan Marliah, “
tegasnya. 

A’a MENYAKITI HATI! 
Sementara itu, ibu-ibu rumah tangga dan ibu-ibu
pengajian di Bandung terus memperbincangkan dan
melakukan berbagai reaksi atas tindakan poligami A’a
Gym, kyai kebanggaan mereka selama ini. 

Jum'at kemarin, kelompok pengajian majelis taklim di
daerah Bandung Timur, meminta supaya lagu Jagalah Hati
– “lagu kebangsaan” Pesantren Darut Tauhid karya A’a
Gym - yang kerap dibawakannya dalam acara ceramah dan
tausiah - supaya jangan didendangkan lagi karena tak
sesuai dengan perilaku sang penciptanya. 

“Lebih baik dibekukan saja, “ pinta ibu-ibu pengajian
Bandung Timur itu. 
Komentar senada dikemukakan sejumlah Polwan yang
berdinas di Polwiltabes Bandung. Saat dimintai
komentar lagu Jagalah Hati, para Polwan pun serempak
supaya lagu itu tak didendangkan lagi oleh A’a Gym,
karena bertolak belakang dengan kenyataan dirinya. 

“Isi lagunya agar menjaga hati, tapi A’a-nya malah
menyakiti hati! Buktinya isterinya sendiri disakiti, “
kata seorang anggota Polwan yang tak mau disebutkan 
identitasnya. 

Kian hari, rasa dongkol ibu-ibu perngajian di Bandung
kian mencuat kepermukaan. Peserta pengajian di
Pesantren Daarut Tauhid di Geger Kalong surut secara
drastis, acara Kamisan yang biasanya dibanjiri jamaah
berbus-bus tiba-tiba sepi. Dan lagu Jagalah Hati yang
selama ini menyejukkan pendengarnya, menuai reaksi
sebal. “Lagu dan perilaku kyai yang membawakan sangat
bertolak belakang, “ kata mereka. 

Ny Mimin,45, dari Arcamanik Bandung menyatakan, lagu
Jagalah Hati masih layak dikumandangkan karena syair
bagus dan memberi petuah yang berguna untuk kehidupan
manusia. “Tapi jangan melihat lagi tingkah laku sang
penciptanya yang kini ternyata telah keluar dari
petuah syair itu, “ kata Ny. Mimin, dengan mimik
cemberut.  
 
(dono)  



 
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com

Kirim email ke