Saya melihatnya lain mba' ida...

saya juga kebetulan menyaksikan acara tersebut. Menurut saya, justru sarmila
tipekal isteri yang lemah. Saya membacanya mengapa dia mau memaafkan YZ,
karena ia masih bergantung secara ekonomi terhadap YZ.
Menurut saya (apalagi ini diperbolehkan dalam Islam) Sharmila harusnya
meminta cerai...atau sekalian minta ME jadi isteri kedua aja (kan sekali
lagi boleh dalam Islam), daripada dahulu dia menyuruh ME menggugurkan
kandungannya... berarti sharmila telah menyetujui perbuatan menghilangkan
nyawa...

salam,
ph


On 12/8/06, Ida arimurti <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   *Yahya Zaini dan Sharmilla vs AA Gym dan Teh Nini*

* *

Semalam lewat berita jam 12 Anteve saya melihat pernyataan Sharmilla,
Istri Yahya Zaini.

Saya jadi terharu menangis mendengar pernyataan luar biasa dari seorang
Istri yg menyatakan bahwa benar dia adalah Istri Yahya Zaini,

dengan iklas menerima yg pernah terjadi pada Suaminya dan akan mendukung
selama suka dan duka yg dia jalani ( gitu deh intinya )

Sharmila minta supaya apa yg sudah terjadi dimasa lalu dilihat pada
proposional, cukup banyak sudah penderitaan yg mereka alami,

sebagai orang tua mereka merasakan dampaknya bagi anak-anaknya yg masih
kecil kecil. Cukup sudah penderitaan mereka.



Saya langsung menangis mendengar pernyataan mereka.

Saya merasa terusik hati saya melihat banyak Ibu-Ibu yg harus berjuang
sendiri melawan penderitaannya menghadapi Suami yang

egois, tidak peduli perasaan Istri dan anak-anaknya dan bagaimana
dampaknya di kemudian hari.

Saat Yahya Zaini melakukan perselingkuhan bahkan sampai Maria Eva
blak-blak an mengakui perbuatan selingkuhnya,

bahkan sudah bukan rahasia lagi, teman2nya disekitar partai sudah tahu,
miris saya mendengar pernyataan dia apalagi

ditambah pernah menggugurkan kandungan disuruh pacarnya YZ karena kalau
tidak Sharmilla Istrinya akan memisahkan

ME dengan anaknya. Hati Istri mana yg menerima perlakuan bejat Suaminya.

Padahal maaf mereka itu YZ dan ME duduk dipartai sama-sama dibidang
Kerohanian Islam.

Wah malu-maluin aja, apa yg bisa dicontoh kan jadi orang di partai besar
dan masuk dibidang Kerohanian ?



Luar biasa saya lebih salut sama Sharmilla Istrinya YZ, yg masih menerima
dg ikhlas sepenuhnya kelakuan Suaminya

yang membuat penderitaan lengkap bagi keluarganya.

Upah yg harus dibayar dari kelakuan bejatnya, sekarang dia banyak dituntut
mundur dari anggauta DPR juga keanggautaan Golkar.

Berarti dia harus banyak kehilangan, sebaiknya jadi renungan untuk kita
semua.

Apa sih yg ingin kita cari dalam hidup, apa sih yg ingin kita cari dalam
berkeluarga, apa yg kita inginkan dalam bekerja ?

Apa yg kita ingin kan dengan hubungan gelap pasangan kita yg lain ? Apa yg
kurang dari pasangan kita, kenapa ngga berfikir terbalik

Apakah kita merasa jadi orang yg sempurna ? Pernahkah anda berfikir
dampaknya buat anak kita dikemudian hari ?



Maaf saya juga sudah merasa hilang perasaan cinta saya dengan AA Gym, saya
ngga merasa berlebihan suka sama ceramah atau Tausyiah AA Gym.

Biasa-biasa aja sih, cuma saya kadang kagum dg apa yg disampaikan AA Gym.
Tapi kemudian runtuh semua kekaguman saya.

Semalam saya dengar langsung pernyataan tulus dari Teh Nini di Batam
mendampingi AA, bagaimana sakit hati nya menerima kenyataan Suaminya

ingin menikah lagi dan bagaimana dia bergulat dg hari-harinya untuk bisa
mengikhlaskan AA menikah lagi, karena atas nama Islam yg

memperbolehkan melakukan polygami, saya percaya Al Qur'an tidak ingin
menyakiti hati seorang wanita, Ibu yg mengandung anak-anak

dari sepasang yg saling mencintai. Kenapa ya kok laki-laki tega
mempengaruhi wanita/ Istrinya atas nama Islam membenarkan yg namanya

Polygami. Halloooo...sekarang kita mau masuk 2007, hanya Nabi yg bisa
melakukan itu, liat donk gimana masalahnya dizaman dulu,

Nabi pun dulu juga mendapat pertentangan bathin dari Istrinya.



Prihatin aku melihat AA Gym, Prihatin aku dg YZ dan ME, kasihan aku liat
Teh Nini ( kasihan atau naif ? ), salut aku sama Sharmilla Istri YZ.

Semoga ini bisa menjadi bahan renungan kita semua.

Selamatkan keluarga anda, hargailah pasangan anda, pikirkan kebahagiaan
masa depan anak anda.

InsyaAllah rezeki dan berkah yg anda dapatkan, hidup kita menjadi
bermanfaat dan Selamat Dunia Akhirat.Amin



Love and Peace!

Wass

~ Ida Arimurti ~





Kirim email ke