Selasa, 12 Desember 2006







                      


                       


                        


                      


                       


                        


                      


                       


                        


                      


                       


                        













Kelistrikan

Penambahan Daya Tiga PLTGU PLN Harus Jalan





Jakarta,
kompas - Rencana penambahan daya pembangkit (repowering) untuk tiga
pembangkit listrik tenaga gas dan uap milik atau PLTGU PT Perusahaan
Listrik Negara harus tetap dilakukan tahun depan. Tambahan daya dari
pembangkit-pembangkit itu terutama dibutuhkan untuk menutup kekurangan
daya listrik karena belum ada tambahan pembangkit baru.

Direktur
Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi J Purwono, Senin (11/12),
mengatakan repowering PLTGU Muara Tawar, PLTGU Muara Karang, dan PLTGU
Tanjung Priok akan menambah pasokan listrik di sistem Jawa-Bali 900
megawatt.



PT
PLN telah mendapatkan komitmen pendanaan sebesar 73,9 miliar yen dari
Japan Bank for International Cooperation (JBIC) untuk proyek repowering
tersebut pada tahun 2005. Namun, prosesnya terhambat karena tidak ada
pasokan gas.



Penambahan
daya pembangkit Muara Tawar ditargetkan selesai 2008-2009, sedangkan
untuk Tanjung Priok dan Muara Karang diharapkan selesai pada tahun
2009-2010. Saat ini ketiga pembangkit itu sebagian besar masih
dioperasikan dengan menggunakan bahan bakar minyak.



"Kalau
repowering tertunda, tahun 2008 Jawa akan terkena krisis listrik sebab
tidak ada tambahan pasokan listrik untuk mengimbangi pertumbuhan
konsumsi," kata Purwono.

Purwono
mengatakan, pemerintah melalui Menko Perekonomian telah membantu proses
negosiasi antara PLN dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) sebagai
distributor gas. Dalam rapat dengan tim Menko Perekonomian Oktober
lalu, telah disepakati bahwa PGN akan menyalurkan gas dari lapangan
ConocoPhilips sebanyak 50 juta kaki kubik per hari untuk Muara Tawar.
Harga gas yang akan disalurkan melalui pipa Sumatera Selatan- Jawa
Barat itu juga sudah disepakati 3,5 dollar per MMBTU.



Namun,
pihak PGN masih merasa keberatan karena harga itu dinilai belum
ekonomis. Direktur PGN Sutikno mengatakan, harga yang sesuai adalah 5
dollar AS per MMBTU.

"Gas untuk Muara Tawar itu hanya untuk dua tahun saja karena nanti PLN akan 
punya pembangkit batu bara," ujarnya.




Minat perbankan




Terkait
dengan proyek listrik, Bank Rakyat Indonesia menyatakan minat untuk
ikut mendanai pembiayaan pembangunan proyek pembangkit listrik berbahan
batu bara di luar Pulau Jawa dan Bali. Surat pernyataan minat dan
menunjukkan kontak person BRI untuk membicarakan rencana pendanaan itu
disampaikan Dirut BRI Sofyan Basir kepada Dirut PLN Eddie Widiono,
kemarin.

Proyek
listrik 3.100 MW itu merupakan bagian dari proyek listrik 10.000 MW
berbahan bakar batu bara yang tengah dilaksanakan pemerintah.



"Saya
baru buka dan baca surat BRI Senin pagi ini. PLN akan membentuk tim
untuk menindaklanjutinya kembali. Untuk mendanai proyek pembangkit
listrik ini, PLN menjadi koordinator dalam pendanaan proyek listrik.
Memang, untuk mendanai itu, BNI telah ditunjuk untuk menopang dananya.
Namun, kami terbuka kepada perbankan lainnya," ujar Eddie. (DOT/HAR) 
 

“If you spend your whole life waiting for the storm, you'll never enjoy the 
sunshine.”
Morris West (1916-1999)






 
____________________________________________________________________________________
Yahoo! Music Unlimited
Access over 1 million songs.
http://music.yahoo.com/unlimited

Kirim email ke