Press Release 
  Untuk wartawan Lingkungan dan Humaniora
   
  Tolak Penganugerahan Sutiyoso Menjadi Pahlawan AQM Se-Asia
   
   
  Yogyakarta [15/12/06]. Beberapa hari terakhir ini warga Jakarta 
mempertanyakan penganugerahan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso sebagai pahlawan 
Air Quality Management (AQM) se-Asia dalam konferensi internasional tentang 
kualitas udara (Better Air Quality-BAQ 2006) yang diselenggarakan pada tanggal 
13-15 Desember 2006 di Yogyakarta. ”Bagaimana mungkin Gubernur Sutiyoso menjadi 
pahlawan udara Asia, sementara selama dia menjabat telah terjadi penggusuran 
besar-besaran terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH),” ujar salah satu pendiri 
Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta Azas Tigor Nainggolan. Menurutnya, Gubernur 
Sutiyoso setidaknya telah membiarkan terjadinya pengalihan fungsi 250 taman 
kota. ”34 dari 250 taman kota tersebut telah beralih fungsi menjadi Stasiun 
Pengisian Bahan Bakar (SPBU), ini juga menunjukan bahwa Sutiyoso lebih berpihak 
pada kendaraan bermotor sebagai penyebab utama polusi udara di Jakarta daripada 
pengembangan RTH yang justru dapat menyerap polusi udara,” Tegas
 Nainggolan. 
  Keberpihakan Sutiyoso terhadap kualitas udara di Jakarta semakin 
dipertanyakan dengan kebijakan pelebaran jalan Sudirman-Thamrin dan rencana 
pembangunan 6 (enam) ruas jalan tol dalam kota. ”Kebijakan Busway sebenarnya 
telah dimentahkan sendiri oleh Sutiyoso dengan kebijakan pembangunan 
infrastruktur transportasi yang berpihak pada kendaraan bermotor pribadi,” 
ungkap Koordinator Pokja Udara dan Trasportasi Tubagus Haryo Karbiyanto. Di 
Jakarta dalam kurun waktu 1999-2003 setiap pertambahan jalan sepanjang 1 km 
akan diikuti dengan pertambahan mobil pribadi sebanyak 1923 unit dan sepeda 
motor sebanyak 3000 unit (Kajian Jaringan Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, PT. 
Pembangunan Jaya, Mei 2005). “Pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi yang tak 
terkendali di Jakarta dengan difasilitasi oleh pembangunan infrastruktur jalan 
baru inilah yang menjadi penyebab utama polusi udara di Jakarta,” tegasnya.
  Sementara menurut Sekjend Kaukus Lingkungan Hidup Jakarta Dede Nurdin Sadat, 
meskipun Jakarta telah memiliki Perda 2/ 2005 tentang Pengendalian Polusi Udara 
(PPU) namun justru tidak dapat berjalan optimal akibat minimnya komitmen 
Gubernur DKI Jakarta terhadap peningkatan kualitas udara di Jakarta. “Rendahnya 
komitmen itu nampak pada lalainya Sutiyoso untuk melaksanakan amanat Perda 
2/2005 berupa penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai turunan dari Perda 
PPU,” tegas Dede Nurdin.
  Transparansi dan kejelasan kriteria pencalonan Pahlawan AQM se-Asia ini juga 
menjadi sorotan publik. ”Pencalonan Sutiyoso menjadi kandidat Gubernur DKI 
Jakarta sangat-sangat tidak transparan,” ujar anggota Pokja Udara Kaukus 
Lingkungan Hidup Jakarta Firdaus Cahyadi. Bahkan, lanjut Firdaus, pencalonan 
Sutiyoso menjadi Pahlawan AQM se-Asia hanya akal-akalan penyelenggara BAQ. “Ada 
hidden agenda dari penyelenggara BAQ yang menganugerahkan gelar pahlawan 
terhadap Sutiyoso. Sulit untuk tidak mengaitkan penganugerahan gelar pahlawan 
ini dengan agenda utang yang mengatasnamakan lingkungan hidup dari ADB sebagai 
salah satu pendukung event BAQ ini,” tegas Firdaus. [selesai]
   
  ###
   
  Contact Person: 
  Sekjend Kaukus Lingkungan Hidup (Klin-J) Jakarta Dede N. Sadat ( 08158154472 
) 
  Koord. Pokja Udara dan Transportasi Klin-J Tubagus Haryo Karbiyanto 
(08129489558)
  Anggota Pokja Udara Klin –Firdaus Cahyadi (081513275698)
     


 
---------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.

Kirim email ke