Himbauan PBNU Tak Nonton Infotainment 
Rabu, 13 Desember 2006 

Ketua Umum PBNU, KH Hasyim menghimbau agar tak
menonton infotainment. Pasalnya, akibat media polemik
poligami sudah menjurus ranah konflik

Hidayatullah. com--Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyerukan agar polemik
mengenai poligami menyusul perkawinan kedua dai
terkenal ustad Abdullah Gymnastiar (Aa' Gym)
dihentikan karena sudah cenderung mengarah pada upaya
mempersoalkan ajaran agama Islam.

"Saya minta polemik tentang poligami dihentikan,
karena ada kecenderungan mengarah untuk mempersoalkan
agama Islam sebagai ajaran, bukan lagi kasuistis.
Kalau ini (polemik) diteruskan, bisa menjadi konflik,"
kata KH Hasyim Muzadi, di Jakarta, Selasa (12/12).

KH Hasyim juga mengingatkan bahwa keputusan Munas Alim
Ulama NU telah menyatakan bahwa infotainment yang
mengaduk-aduk privasi keluarga dan merusak kehormatan
keluarga merupakan larangan keras agama.

Pada kesempatan itu Hasyim juga menyoroti televisi
yang dinilai berlebihan dalam menayangkan gambar kasus
video porno anggota DPR Yahya Zaini dengan penyanyi
dangdut Maria Eva.

"Penayangan gambar tanpa pakaian terus-menerus
merupakan kejahatan publisistik dan kekejaman keji
terhadap keluarga yang bersangkutan serta mendidik
sangat buruk pada anak-anak yang menontonnya di
seluruh Indonesia," katanya.

Menurut Hasyim, tindakan Yahya merupakan kesalahan
terbatas, sedangkan penayangan berlebihan itu
merupakan kejahatan sosial yang meluas.

Lebih lanjut KH Hasyim mengatakan, karena infotainment
semacam itu tidak bisa dihentikan dengan imbauan dan
hukum --karena secara industri sangat mendatangkan
uang--, maka saatnya masyarakat, utamanya kaum
Muslimin, bereaksi.

Caranya, kata Hasyim, tentu tidak dengan tindakan
anarkhis, melainkan dengan tidak menonton
infotainment, mematikan televisi, atau memindahkan ke
saluran lain yang lebih sopan. "Kita harus memulai
dengan gerakan moral budaya melalui kesadaran
masyarakat," katanya. 

Peringatan para ulama ini bukan kali pertama,
sebelumnya, akhir Juli lalu, dalam Musyawarah Nasional
Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Surabaya, PBNU
mengeluarkan fatwa haram menonton tayangan
infotaintmen karena dianggap banyak mempergunjingkan
keburukan orang atau ghibah.

Pasca pernikahan kedua Aa Gym, televisi kembali
mengulas masalah poligami dengan sangat tidak seimbang
dan proporsional. [ant/sy/cha]


 
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com

Kirim email ke