Note: forwarded message attached.
 
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
--- Begin Message ---
Topik: Fwd: [8eh-EX-RITB] Fw: POLIANDRI or POLIGINI hehe3
 
Ini gara gara si Aa, ada ada aja orang sampe berpendapat seperti ini.
Silahkan baca foward-an ini, ya.....; 8 x he...
Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen gue, cewek yang rencananya mau nikah
bulan2 ini ... 
sampe akhirnya ngomongin tentang poligami .... komentarnya memang agak
nyebrang ... 
malahan jadi ngebahas poliandri katanya gini nih ...
 
"Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah lelaki
yang menyumbangkan seciprat sperma untuk membuat dirinya, tapi siapakah yang
berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam pertumbuhannya.
Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih banyak
yang melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada baiknya jika
ke-empat ayah tersebut mengatur shift kerja mereka sehingga setidaknya ada 1
ayah yang selalu berjaga di rumah setiap saat. Menjaga keluarga dari
marabahaya. (Misal: Kalau ada perampok yang masuk rumah, setidaknya ada
seorang lelaki dewasa yang akan melindungi ibu dan anak-anaknya)
 
Selain itu, 4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga.  (EMPAT
saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT sumber
pemasukan keluarga!!) Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan keluarga
menjadi lebih baik.
 
Biaya perawatan anakpun lebih terjamin. Jika yang 1 terkena PHK, masih ada 3
lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga akan merasa gengsi
dan malu terhadap 
3 suami lainnya, sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.
 
Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun ada 4
pejantan 
yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma 1!! Jadinya ya dalam jangka
panjang akan 
mengurangi jumlah penduduk dan anak-anak yang dibuat pun diharapkan lebih
"berkualitas" . 
(Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber pemasukan)
Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!
 
Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan
anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian. Sebab pada
saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di antara 4 itu! Eh,
diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan tetap memberikan perhatian
kepada si anak. Masing-masing ayah akan menganggap anak tersebut adalah
anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa ada resiko setiap anak
membangga-banggakan ibunya doang dan menjelekkan ibu dari anak yang lain)
 
Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk main
catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-kecilan) ataupun
main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsa, maen mahjong juga bisa).
Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!
 
Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa egoisnya
dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat, Tuhan suka orang
sabar.
 
Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang suami
punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang berpotensi
untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4 suami 1 istri, maka
rata-rata kemungkinan masing-masing suami di-rese- in istri adalah maksimal
6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa sang istri mengomel selama 24 jam
non-stop)
 
Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria lebih
pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri tidak akan
langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang menemani. Sementara
jika sang istri yang mati, maka para suami bisa memilih untuk segera kawin
lagi atau menjomblo. (Point bebek di sini: Kalau seorang wanita menjadi
janda, maka ia lebih sulit untuk mencari suami daripada seorang duda mencari
istri)
 
Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi keluhan umum
di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai orgasme karena suami
cepat selesai atau tidur begitu saja setelah mencapai puncak. Padahal pada
umumnya, wanita itu lebih lambat panas daripada pria.
 
Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber- estafet ria.
Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka jangan kuatir, masih
ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan membawa istri menuju ke
puncak kenikmatan. (Menuju puncak, gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA
RASA.. Kyaaaaaaa.!! )
 
Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat seks manusia. Laki-laki
pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu keabisan tenaga, sementara
wanita bisa orgasme berkali-kali,
bahkan organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak
seperti halnya laki-laki. ( Kan harus nungguin Joy-sticknya berdiri dulu.)
 
Jika wanita berhalangan pun (Entah apapun alasannya.), laki-laki bisa
dengan mudah swalayan karena organ seksnya terbuka dan menggantung di luar
tubuh. (Tidak seperti perempuan yang organnya lebih tersembunyi, jadi lebih
ribet kalau mau swalayan)
 
Akhir kata, saya menyimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa poliandri
"lebih baik" daripada poligami." Nah loh ............ /
 
 
Ada pepatah mengatakan ;
 
" Laki2 seperti botol coca cola : biar isi berceceran dimana2 yang penting
botol dipulangin".

" Perempuan seperti kulkas : biarpun gak kemana2, tapi dpt menyimpan
beberapa botol sekaligus di dalam nya". 

--- End Message ---

Kirim email ke