Ada yang rada ga beres nih sama opini opung: Kalau seorang pemimpin memiliki bakat hidup sederhana, karena tempaan hidup atau apalah, otomatis itu adalah hasil contekan dan tidak mesti terbentuk secara natural?
Kalau seorang pemimpin ingin memberi contoh teladan hidup sederhana kepada publik, maka motivasinya pasti seperti apa yang opung gambarkan di bawah ini? Tolong kasi pencerahan dong pung. Opung ini emang luar biasa. --- In [email protected], Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Koar "kesederhanaan" dan "merakyatnya" seorang pemimpin rezim yang berkuasa bukanlah hal yang baru. Ini adalah bualan lama yang tinggal dicontek saja dengan polesan dan kemasan yang diubah sedikit. Begitupun cerita yang ditiupkan mengenai si Ahmadinejad ini atau Hidayat Nur Wahid yang dulunya konon menolak diberi mobil dinas. Berpakaian sederhana, menyapu sampah di pasar Teheran, ikut membersihkan parit tersumbat saat gotong-royong di bawah sorotan kamera televisi, itu semua tak lebih dari perbuatan "ambil-muka" kepada rakyat yang sudah pula dilakukan oleh Hitler, Stalin, Mao Zedong, Kim Il Sung, Fidel Castro dengan cara lain, yang dipuji-puji, diacungi jempol di radio, majalah dan suratkabar. Bung Karno dan keluarganya dikatakan kalau makan hanya dengan tempe, toge dan sambel ditambah ulapan pete. Suharto sewaktu nginap di Hotel Waldorf-Astoria New York sewaktu mandi minta ember plastik dan gayung. Cerita-cerita yang tak lain untuk tujuan mengatrol pamor mereka sebagai pemimpin yang "merakyat" yang sengaja ditiupkan oleh para penjilat ABS (Asal Bapak Senang) dan disebarluaskan oleh mesin propaganda. Jadi kita hendaknya jangan tertipu oleh cerita murahan ini. --- ahmad su'udi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ahmadinejad memang luar biasa. Ia pemimpin di luar > kebiasaan pemimpin dunia saat ini. Dia tak rakus > dunia, karena itu ia tak takut sama siapapun, > terutama sama Bush.
