Kalo ambil istri baru, berarti cintanya sudah di-transfer ke istri baru. Lalu dimana letak tanggung jawab dan komitmen pada istri pertama?
----------------------- Anda yakin betul tampaknya kalau cintanya sudah ditransfer ke istri baru? Setahu saya, dan saya alami sendiri dan juga hasil penelitian, seorang pria bisa mencintai dua atau lebih wanita sekaligus dengan kadar yang sama, tanpa cintanya harus ditransfer-transfer? Dan pernahkah Aa Gym menyatakan atau menunjukkan gelagat tidak akan bertanggung jawab? Justru sebaliknya kan? Jadi tidak ada buktinya preferensi sudah dialihkan ke daun muda. --- In [email protected], manneke <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Memang justifikasi murahan seperti itu yang selalu mengagetkan saya: "berpoligami dengan tujuan untuk menghindari zinah." Kok enak betul, ya? lalu di mana letak tanggung jawab dan komitmen pada istri pertama? Tak masuk hitungankah? Tak mungkinlah kalo orang masih cinta betul pada istrinya akan mengambil istri baru. Kalo ambil istri baru, berarti cintanya sudah di-transfer ke istri baru. Tak ada keadilan di sini. Preferensi sudah dialihkan ke daun muda. Sangat simple dan gamblang. manneke -----Original Message----- > Date: Thu Dec 07 06:59:27 PST 2006 > From: "RM Danardono HADINOTO" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: [mediacare] Re: Istri Kedua Aa Gym? > To: [email protected] > > Begitulah bung Manneke, kalau tingkat peradaban banyak pria masih > setingkat syahwat. Perkawinan mengandung unsur pemenuhan kodrat > sexual, tetapi masih mempunyai banyak fungsi luhur lainnya, yakni > mendapatkan keturunan, membangun keluarga yang bathiniah dan lahiriah > seimbang dan bahagia. > > Seringkali saya dengar argumentasi "Tak boleh polygami? lha daripada > ke pelacur atau punya simpanan?". Seolah hanya ini alternatif mereka. > > kasihan. > > salam > > danardono
