Masya Allah..astaghfirullahaladzim..,

Kenapa banyak saudara-saudara selalu memiliki pemikiran yang demikian
sempit. Tidakkah pernah mencermati juga bagaimana bahwa di negara-negara
yang mayoritas muslim saja masih saling baku bunuh dan baku tembak. Kalaupun
itu saudara anggap dibuat oleh pihak lain kenapa mau dan demikian gampangnya
saling bunuh ?
Alangkah lebih baiknya kalau kembali mencermati secara lebih dalam apakah
sebenarnya makna agama ? Apakah untuk mengan-menangan atau adu banyak
pengikut atau rebutan kekuasaan ? Apakah itu bukan fatamorgana syaiton yang
sengaja menyelinap di hati kita untuk mengaburkan kebenaran yang hakiki ?
Mungkin akan lebih baik kalau setiap pemeluk agama waspada dengan
angan-angan yang justru menghasilkan sikap yang kontradiktif dengan makna
agamawi, meskipun seolah-olah semuanya 'demi agama'.
Bravo kepada penulis artikel di Kompas hari ini yang berjudul "Haji Sosial'
yang mengkisahkan penjual kulit yang tidak pernah berhasil pergi haji karena
bekalnya selalu habis dibagi-bagikan kepada fakir miskin dan kaum duafa
tetapi Nabi mensahkan niat hajinya sebagai haji yang mabrur.
Alangkah lebih baiknya kalau kita saling memperbaiki dan menciptakan suasana
nyaman bagi sesama. Dalam hal norma-norma sopan santun dan etika sosial
sebetulnya pada dasarnya tidak ada yang menghendaki kekacauan, tetapi sering
kali kekacauan justru kita ciptakan sendiri dengan memasang kacamata kuda di
muka sendiri. Mungkin kurang afdol dan kurang heroik kalau beragama tidak
ada lawan yang harus ditundukkan, begitu ? Padahal lawan yang paling berat
ditundukkan adalah keserakahan diri sendiri, nafsu ingin kuasa, nafsu ingin
menang, selalu merasa kalah, nafsu menabur kebencian, nafsu menyingkirkan
yang bukan teman atau tidak sama paham atau agamanya, dll.
Tidakkah lebih memprihatinkan keadaan carut-marut etika parlemen, etika
birokrat, etika pemerintahan yang nota bene mayoritas juga saudara umat
muslim ? Apakah menjadi negara bersih dan berwibawa harus menegakkan syariat
tanpa ada alternatif lain ? Alangkah lebih 'smart' bila kita menciptakan
alternatif suasana/situasi politik yang akomodatif terhadap paham lain tanpa
takut luntur iman ?
Atau karena merasa sulit untuk mendidik dan meningkatkan pemahaman agama
sendiri lalu dengan dalih melindungi umat merasa berhak/wajib mengeliminasi
paham lain ? Ane rasa tidak demikian adanya, setiap agama memiliki kelebihan
dan akan terasa kelebihannya bila bersandingan secara harmonis dengan agama
lain. Tetapi justru akan kehilangan kelebihannya ketika ternyata tidak bisa
bersanding secara harmonis dengan paham/agama lain, apalagi kalau justru
kemudian menciptakan disharmoni-disharmoni alih-alih membela agama.. Maaf
kate ane berpendapat itu pemahaman agama yang sempit.
Mohon saudara-saudara tidak membiarkan syaiton membakar semangat yang 'benar
semu', benar mutlak hanya di tangan Allah SWT. Jangan gegabah, Allahhu
akbar, Allah melihat isi hati yang bersih dan murni.

Wassalam.













On 12/13/06, Arisantoso Setyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   Aduh..kasihan sekali mas Eko ini hatinya dipenuhi dengan
DENDAM...apakah itu yang anda pelajari selama ini, Dimana letak kasih..
apakah anda tidak pernah mengenal kasih dan apakah tidak ada kata maaf
didalam hatimu? KIta lihat orang BAlI mereka sudah di BOM 2 kali oleh
sekelompok orang yang beragama tertentu namun sehingga kehidupan ekonomi
mereka terganggu.. namun mereka mau memaafkan? lihat kejadian BOM Natal 2000
diaman ada banya gereja diBOM...

Coba anda dengarkan hati nurani, apakah dengan dendam maka anda puas ?
atau anda puas jika anda bisa mengasihi sesama



----- Original Message -----
*From:* eko darminto <[EMAIL PROTECTED]>
*To:* Media Dakwah <[email protected]> ; 
mediacare<[email protected]>;
Mediakrasi <[EMAIL PROTECTED]>
*Cc:* Vox-Populi Indonesia <[EMAIL PROTECTED]> ; WALHI<[EMAIL PROTECTED]>; 
wanita-muslimah
· <[email protected]> ; Wartawan<[EMAIL PROTECTED]>; wartawan
indonesia <[EMAIL PROTECTED]> ; Wartawan-Indonesia<[EMAIL PROTECTED]>;
wto-watch <[EMAIL PROTECTED]> ; · LAKSAMANA-WATCH<[EMAIL PROTECTED]>;
swaramuslim <[email protected]> ; tanparasatakut ·<[EMAIL PROTECTED]>;
tasawuf <[EMAIL PROTECTED]> ; thoriqoh <[EMAIL PROTECTED]> ;
tionghoa <[EMAIL PROTECTED]> ; Tionghoa-Culture<[EMAIL PROTECTED]>; MUHAMMADIYAH
FORUM <[EMAIL PROTECTED]> ; muslim-na<[EMAIL PROTECTED]>;
Muslimah_Sholihah <[EMAIL PROTECTED]> ; nahdlatul-ulama<[EMAIL PROTECTED]>;
nasionalis-indonesia <[EMAIL PROTECTED]> ; negeriku<[EMAIL PROTECTED]>;
memerdekakan <[EMAIL PROTECTED]> ; Metode Horisontal<[EMAIL PROTECTED]>;
milis-kammi <[email protected]> ; milis-masjid<[EMAIL PROTECTED]>
*Sent:* Tuesday, December 12, 2006 9:34 PM
*Subject:* [mediacare] Hancurkan Singapura: Kemenangan Irwandy titik awal
kebangkitan Islam di Asia Tenggara.



Hancurkan Singapura
Kemenangan Irwandy titik awal kebangkitan
Islam di Asia Tenggara.

Ass wr wb

Pertama kali secara pribadi saya mohon maaf , bila
dimasa lalu tulisan-tulisan saya yang , terutama
menjelang dan pasca MOU GAM - RI yang tersebar
diperbagai millis sangat menusuk perasaan warga Aceh
yang mayoritas umat Islam.

Dalam perenungan saya setelah mendengar kemenangan sdr
Irwandy dalam Pemilihan Gubernur NAD, saya menjadi
tersadar bukankah kemenangan sdr Irwandy bahwa
tegaknya syariat Islam dinegeri yang mengaku mayoritas
warganya beragama Islam menjadi mutlak adanya.

Seperti yang telah dipelopori dalam ratusan tahun
perjuangan rakyat Aceh , mereka pada hakekatnya tidak
sekedar menuntut kemerdekaan dalam arti sempit akan
tetapi dalam arti yang hakiki yakni tegaknya Syariat
Islam tidak saja di Aceh akan tetapi juga di
Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Kalaulah dimasa lalu sdr Irwandy berkolaborasi dengan
negara-negara Uni Eropa atau Amerika Serikat kita
anggap saja hal demikian sebagai sebuah siasat dalam
berperang untuk tegaknya sebuah keyakinan yakni
tegaknya Syariat Islam di Indonesia.

Untuk mempermudah tegaknya syariat Islam di Indonesia
dengan cara yang singkat dan murah ada beberapa tahap
yang harus dilalui, yakni :

1. Calonkan sdr Irwandy dari Aceh sebagai Presiden RI
berpasangan dengan sdr Yusuf Kalla dr Makasar sebagai
wakilnya untuk Pilpers 2009. Kalau sdr Irwandy dalam
menegakkan syariat Islam melakukan siasat,
berkolaborasi dengan negara-negara Uni Eropa maka sdr
Yusuf Kalla melakukan siasat berkolaborasi dengan
Soeharto.
2. Bangun kekuatan dengan ormas dan partai Islam di
Indonesia seperti HTI, MMI,FPI, PPP, PBR, PKS dan
sebagainya, adakan gerakan untuk menuntut pembebasan
Amrozi cs.
3. Bagi daerah-daerah yang sudah mempunyai kekuatan
menyusun Perda-Perda Syariat segera berlakukan
perda-perda syariat tersebut
4. Hancurkan Singapura sebagai kekuatan Inggris dan
Amerika yang mirip dengan Israel di Timur –Tengah
dengan mengajak Malaysia, Brunei serta kekuatan Islam
di Thailand dan Filipina.
5. Berikan penjelasan tentang Piagam Madinah pada yang
bukan umat Islam

Semoga Allah swt memberikan Rahmah dan Hidayah Nya
bagi perjuangan kita bersama.

Wassalam wr wb

Eko Darminto

Note :
Kalau Soeharto dijadikan Amerika dan Inggris sebagai
bonekanya dengan kekuatan tirani minoritasnya
TNI/POLRI (politik), maka untuk menguasai ASEAN
Singapura dijadikan Amerika dan Inggris sebagai basis
tirani minoritas yang menguasai ekonomi

__________________________________________________________
Do you Yahoo!?
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
http://new.mail.yahoo.com



Kirim email ke