Standarisasi penilaian
layak atau tidaknya sebuah tayangan di media massa masih
rancu. Saya melihat banyak tayangan TV atau bioskop yang tidak layak tayang
malah bisa beredar dan ditonton masyarakat kita, termasuk anak-anak. Bahkan
dengan pengawasan yang sangat kendor dari orang tua. Di sisi lain, saya juga
melihat banyak alasan dibuat-buat untuk melarang penayangan sebuah program atau
film. Tidak cuma di televisi, tapi juga film di bioskop.
 

Sebuah berita TV pernah
diprotes gara-gara menayangkan gambar korban kriminal secara vulgar, tapi
tayangan “hidayah” dengan gambar mayat-mayat bernanah atau hangus leluasa
wara-wiri di prime time. Film “Buruan cium gue” ditarik, tapi tayangan macam
“komedi nakal” atau “Angel”, “Penjaga Pantai” dan sejenisnya, masih tayang.
 

Okelah. Ini memang
masalah yang mengundang pro-kontra sejak dulu. Tapi bukankah lebih baik jika
badan penegak regulasi mecoba membuat semacam “metode terukur” sebagai
parameter penilaian. Misalnya, Lembaga Sensor Film membuat skala ukuran dalam
menilai tingkat kekerasan dan pengaruh film bersangkutan. Lalu metode ini
disosialisasikan ke publik, agar bisa menjadi wacana yang berujung pada
pengujian metode.
 

Jadi saat menilai sebuah
film yang, misalnya, terinspirasi tragedi Bom Bali, kerusuhan Mei, atau konflik
di Maluku, yang notebene akan diwarnai adegan tumpah darah beserta
korban-korbannya, LSF memiliki standar sejauh mana “kekerasan” itu layak
dikonsumsi publik. Sebab kalau sembarangan “memotong” juga berakibat mencederai
hak publik akan informasi.
 

Atau minimal, setelah
mensensor film Indonesia, yang
segelintir itu, LSF bikin konferensi pers kek, untuk mensosialisasikan alasan
dan pertimbangan mereka. Jadi publik tahu. Biar kita sama-sama dewasa.




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke