baru 4 hari kita memperingati hari HAM sedunia, ternyata masih gak ada
kebebasan berpendapat di Indonesia.. serasa dejavu ke masa orba..

informasi dari teman2 di bandung yg ikut diskusi, beberapa peserta
diskusi akhirnya ditangkap polisi dan sekarang masih di tahan
dipolwiltabes.. gak ada anggota pemuda panca marga yg ditangkap..
bahkan beberapa teman yg datang ke polwiltabes bandung hendak mengurus
pembebasan teman2nya akhirnya ikut ditangkap juga..



-------------------------
Polisi Bubarkan Diskusi Gerakan Marxisme di Bandung
Erna Mardiana - detikcom

 Bandung - Sebuah diskusi yang membahas tentang Gerakan Marxisme
Internasional yang digelar di Toko Buku Ultimus, Jl Lengkong, Bandung,
dibubarkan polisi. Padahal diskusi ini baru berjalan sekitar 20 menit.

Diskusi yang menghadirkan pembicara aktivis buruh di Kanada asal
Indonesia Suprapto Marhaen (26) ini dimulai sekitar pukul 19.00 WIB,
Kamis (14/12/2006). Tema yang diangkat adalah mengenai gerakan buruh
di Kanada dan dihadiri sekitar 50 peserta yang kebanyakan adalah
mahasiswa.

Sebelum acara dimulai, di depan Toko Buku Ultimus itu memang sudah
dipenuhi sekitar 30 orang berbaju loreng hijau dan kuning. Di mobil
mereka terpampang tulisan Pemuda Panca Marga.

Salah seorang anggota Pemuda Panca Marga yang diketahui bernama Adang
Supriyadi kemudian masuk ke dalam toko buku sambil berteriak kepada
penjaga toko. "Rapatnya di mana. Rapatnya di mana," ujarnya lantang
dengan suara yang berat.

Tidak hanya penjaga toko yang menjadi sasaran, setiap pengunjung yang
berada di dalam toko juga diajukan pertanyaan yang sama. "Kamu dari
mana. Ngapain ke sini," tanyanya.

Beberapa saat kemudian, anggota Panca Marga yang sebelumnya berada di
luar toko buku kemudian menyusul Adang masuk ke dalam toko buku. Dan
akhirnya mereka berhasil menemukan lokasi acara diskusi itu, yang
tempatnya berada tepat di samping toko buku atau tepatnya berada di
halaman.

Pada saat itu kebetulan acara baru saja dimulai dengan moderator
bernama Willi. Saat acara dibuka, Willi menjelaskan, kegiatan ini
hanyalah diskusi biasa. "Ini tidak ada tendensius apa-apa," jelasnya.

Pemuda Panca Marga itu pun pada awalnya hanya duduk-duduk dan
berjaga-jaga saja di belakang para peserta. Namun, ketika pembicara
aktivis buruh di Kanada asal Indonesia Suprapto Marhaen akan memulai
diskusi, tiba-tiba komandan Panca Marga, Adang Supriyadi maju ke meja
pembicara.

Dia langsung merampas mikrofon dari tangan Marhaen. Adang yang mengaku
sebagai Persatuan Masyarakat Anti Komunis ini kemudian dengan lantang
membubarkan acara tersebut.

"Kegiatan komunis tidak relevan lagi. Kami sebagai warga Bandung tidak
setuju ada kegiatan komunis di sini. Jangan jadikan Bandung menjadi
celah kecil untuk perkembangan komunis di Indonesia. Kami mohon maaf
agar kegiatan ini dibubarkan. Saya harap semua hadirin di sini untuk
membubarkan diri," ujarnya lantang.

Acara ini pun langsung berubah menjadi kerusuhan. Para anggota Panca
Marga yang sebelumnya hanya berjaga-jaga di belakang langsung
membalik-balikkan kursi yang diduduki para peserta.

Merasa diincar para anggota Panca Marga, Marhaen yang sebelumnya duduk
di meja pembicara langsung kabur menyelamatkan diri bersama panitia
lainnya. Mereka langsung kabur ke kampus Universitas Pasundan yang
letaknya tepat di depan Toko Buku Ultimus itu. (ary/ary)

http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/12/tgl/14/time/214150/idnews/720280/idkanal/10

Kirim email ke