Bisnis Indonesia

Keluarga 


Oleh Christovita Wiloto
CEO & Managing Partner Wiloto Corp. Asia Pacific
www.wiloto.com  email: [EMAIL PROTECTED] 

Keluarga, sebagai unit terkecil dari negara sangat penting dalam proses 
pembangunan bangsa. Karena, generasi muda bangsa dilahirkan, dididik dan tumbuh 
dari sana. 

Hanya dalam dua pekan terakhir, kita dikejutkan oleh berita-berita yang amat 
menghebohkan. Pertama, adalah pernikahan kedua Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) 
dengan mantan model, Alfarini Eridani (Rini), seorang janda beranak tiga. 
Poligami ini kontan saja menjadi berita super heboh, lantaran hampir dalam 
setiap tausiyahnya, da'i muda itu selalu mengkampanyekan pentingnya kaluarga 
sakinah. Hubungan yang harmonis antara suami-istri dan anak-anaknya. 

Bagi Aa Gym, Teh Ninih (Ninih Muthmainah, istri pertama Aa Gym) dan Rini, tentu 
bukan sesuatu yang mudah untuk menjalani lelakon tersebut. Aa Gym mengungkapkan 
tujuan utama poligami ialah menghilangkan citra bahwa poligami suatu kekeliruan 
atau kejahatan, sekaligus menyadarkan masyarakat untuk berhati-hati dan tidak 
menggampangkan berpoligami. 

''Saya yakin ini perjuangan, sehingga risiko caci maki, dan hinaan saya terima. 
Tapi saya yakin, satu atau dua tahun mendatang akan terlihat hikmahnya,'' ujar 
Aa. 

Testimoni Teh Ninih tak kalah mengharukannya. Ia bilang, merasa amat berat 
menerima Aa Gym berpoligami. Alasannya, sebagai perempuan, yang dipakai adalah 
perasaan. Antara perasaan dan hawa nafsu sulit dibedakan. 

''Selama lima tahun saya dipersiapkan oleh Aa Gym untuk menerima konsep 
poligami. Kini saya sadar, poligami itu indah dan komplet sebagai bagian dari 
pembelajaran manajemen qalbu menuju hati  yang bersih,'' tuturnya. 

Sedangkan, Rini lebih memilih merendah dengan mengatakan, ''Ini semua takdir 
Allah SWT, dan saya tidak menyangka prosesnya secepat ini.'' 

Berita kedua yang tak kalah hebohnya, adalah beredarnya video mesum antara 
Yahya Zaini dan penyanyi dangdut Maria Eva. Terlepas dari segala intrik dan 
politik yang melatar belakangi munculnya video ini. Perselingkuhan keduanya tak 
cuma menghancurkan karir politik Yahya namun juga keharmonisan keluarganya.

Di tengah gencarnya pemberitaan soal pernikahan kedua Aa Gym, dan video mesum 
Yahya Zaini, terselip berita soal keluh kesah Machica Mochtar. Tentang Muhammad 
Iqbal Ramadhan, anaknya dengan mantan Mensesneg Moerdiono, yang tak pernah 
ditengok bapaknya. 

Ceritanya, pada Jumat (8/12) lalu beredar kabar rumah Machica di Bintaro, 
disantroni tiga orang berbadan tegap. Moerdiono dan Machica memang pernah 
menikah pada tahun 1993, namun bercerai pada 1998. Dari penikahan itu, mereka 
dikaruniai seorang putra bernama Muhammad Iqbal Ramadhan. Lima tahun lalu, 
Machica menikah lagi dengan Khalid Mahmud, dan mendapat seorang putri bernama 
Aksa Nur Azizah.

Machica berkisah, Iqbal yang saat ini sudah berusia lebih dari 10 tahun sering 
mengungkapkan kerinduannya pada sang ayah. ''Dia suka tulis-tulis di kertas 
kalau dia ingin ketemu ayahnya,'' kata Machica. 

Selain itu, keberadaan Moerdiono pun diperlukan untuk urusan administratif sang 
anak. Pasalnya, hingga hari ini, dokumentasi yang berkaitan dengan Iqbal masih 
menyebutkan kalau bocah itu dilahirkan di luar pernikahan. Padahal, Machica dan 
Moerdiono menikah resmi di rumah yang saat ini didiami Machica. Waktu itu, 
mereka dinikahkan oleh ayah Machica, H Muchtar Ibrahim, yang menjabat Lurah 
Kotamadya Makassar. 

Yang tak kalah serunya adalah pertikaian Tamara Blezinsky dengan Teuku Rafli 
Pasha. Mereka berebut perwalian anak sewata wayangnya, Teuku Rasya Islami 
Pasya. 

Korban pada anak

Dari kasus-kasus di atas, tergambar banyaknya kasus-kasus rumah tangga. Tak 
hanya di kalangan selebritis, namun dengan mudah dapat kita temui dilingkungan 
kita sehari-hari. Kasus-kasus keluarga ini, mulai dari perceraian, 
perselingkuhan dan sebagainya, selalu pada akhirnya membawa korban pada anak. 

Keluargalah yang membentuk karakter setiap insan. Kalau keluarga hancur, yang 
paling menderita adalah anak-anak. Dan. ini biasanya akan mempengaruhi suasana 
kejiwaan si anak. 

Kalau pun keluarga itu utuh, namun  ayah dan ibu amat sibuk dan kurang 
perhatian pada anak, ini juga dapat menghancurkan hidup si anak. Banyak 
anak-anak korban narkoba yang muncul dari keluarga yang sekilas tampak harmonis 
bahkan berada. Salah satu penyebabnya adalah keseharian mereka  yang amat 
sibuk, sehingga kurang perhatian pada anak-anaknya. 

Kehangatan, dan cinta kasih keluarga akan menumbuhkan anak-anak yang sehat, dan 
cerdas jiwa raganya. Suasana seperti ini tentu akan menghasilkan generasi yang 
tangguh, baik IQ maupun EQ-nya. Kalau setiap keluarga mampu menjaga kehangatan 
dan cinta kasih, maka akan menciptakan pribadi-pribadi yang tangguh. Niscaya 
akan tercipta bangsa yang tangguh pula.
 
Sampai disini, alangkah baiknya jika sebelum kita ingin berbuat sesuatu, kita 
selalu ingat anak-anak kita di rumah.

Kirim email ke