saya malah ingin bertanya : Apakah sdr. Sirikit Syah (SS) itu seorang wanita?
kalau jawabannya iya, saya bisa meramalkan. Kemungkinan : 1. sdri. SS kalau sudah menikah adalah istri kesekian dari seorang lelaki. 2. sdri. SS kalau belum menikah adalah seorang wanita yang sedang jatuh cinta/pacaran/mengincar lelaki yang sudah beristri dan sedang merencanakan pernikahan dengannya. 3. sdri. SS adalah anak dari istri kesekian dan sedang membela sang ibu kandung dan ayah tercinta atau punya saudara kandung yang juga adalah istri kesekian. 4. sdri. SS adalah seorang wanita yang daya pikirnya kurang kuat karena sudah berhasil dibrain-wash oleh guru agamanya yang juga poligami. MJ --- In [email protected], bang ienas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Maaf hanya mau bertanya: > 1. Apakah Sdr. Sirikit Syah sudah pernah menjadi istri 1 yang suaminya kawin lagi? atau, > 2. Apakah Sdr. Sirikit Syah sudah pernah menjadi anak yang lahir dan besar dari orang tua yang ber-poligami? > Kalau ia sudah pernah merasakan/mengalami salah satu hal diatas, barangkali pendapatnya akan saaaaangat berbeda. > salam, > > > Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Potret (Keliru) Poligami > Rabu, 13 Desember 2006 > > Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah > lebih menghormati PSK dan perempuan simpanan daripada > mereka yang mau jadi istri kedua > > Oleh Sirikit Syah > > Sahabat saya dr Nalini Agung menelepon hanya untuk > menyampaikan komentar kerasnya. "Ada tiga jokes of the > year tahun ini, laki-laki semua. Aa Gym, Yahya Zaini, > dan Akhmad Dani," katanya dengan nada jengkel. Menurut > perempuan cantik dan pintar itu, Yahya, yang tampil > bisu di sisi istrinya di hadapan publik Kamis malam > lalu, "Adalah laki-laki bertubuh besar, bernyali ciut. > Ada persoalan dengan istri, lari ke perempuan lain. > Kini ada persoalan dengan perempuan lain, berlindung > kepada istrinya." > > Tentang Aa Gym, Nalini tidak banyak berkomentar, > selain, "Ternyata, Aa Gym manusia biasa juga." Namun, > Nalini tak dapat menoleransi kepongahan suami bernama > Akhmad Dani. "Suami macam itu, kalau saya jadi Maia, > wis tak tinggal." > > Tiga lelaki "jokes of the year", istilah bagus temuan > seorang perempuan berpendidikan dan berkarir, yang > juga ibu rumah tangga yang baik. Di kalangan > pemerintah, Presiden SBY tak berkomentar sepatah > kalimat pun mengenai kasus YZ-ME, malah mempersoalkan > regulasi perkawinan poligami seolah-olah itu ancaman > nasional. > > Di lapangan, berbagai kelompok masyarakat, antara lain > mahasiswa Universitas Muhamadiyah Jogjakarta, berdemo > menentang poligami. Ibu-ibu muslimat memboikot > pengajian Aa Gym. Sangat mengherankan, tak ada > masyarakat yang berdemo memprotes YZ, wakil rakyat > yang melakukan skandal seks. > > Dunia sudah terbolak-balik. Aa Gym -yang menikah > dengan uang sendiri dan mendapat rida istri- dihujani > kecaman lebih keras daripada pelaku perzinahan dan > perselingkuhan dengan menggunakan uang rakyat/negara. > > Potret Poligami > > Seperti yang dikatakan Aa Gym, poligami sudah sangat > dikelirukan maknanya. Yang melakukan misleading atas > makna poligami itu termasuk di antaranya pemerintah, > para pemimpin negara, tokoh masyarakat, aktivis > perempuan, dan media massa. Poligami telah dipotret > sebagai kejahatan dan kekerasan pada perempuan dan > anak-anak. > > Alih-alih mendengarkan penjelasan Aa Gym dan Teh > Ninih, istrinya, masyarakat lebih suka mendengarkan > sumber-sumber yang tidak layak bicara. Bagaimana kita > percaya pandangan Farhat Abbas tentang poligami? Dia > sendiri suami yang gemar mempermainkan perempuan dan > membohongi istrinya. > > Juga, mengapa mendengarkan Sandy Harun yang tak setuju > poligami atau berbagi suami? Look who¢s talking. Dia > adalah "the other woman", yang kemudian dinikahi. > Dalam status sebagai istri Djodi, dia berhubungan dan > punya anak dengan Tommy Soeharto. Dalam kata lain, > Sandy adalah pelaku poliandri, sebuah tindakan > melanggar hukum. Orang seperti itu akan kita dengar > pendapatnya? > > Kekecewaan masyarakat yang luar biasa kepada Aa Gym > sebetulnya dipicu oleh pemujaan berlebihan pada sosok > kiai muda itu. Ibu-ibu membanjiri pengajiannya dan > rela antre berbulan-bulan hanya untuk bisa mengunjungi > pesantrennya di Bandung. Aa dipandang sebagai dewa. > Ketika Aa melakukan hal yang manusiawi (bersifat > manusia), masyarakat terkejut dan patah hati. > Kebanyakan orang kecewa karena Aa sering > mendengung-dengungk an konsep keluarga sakinah. > "Sakinah apaan, bohong besar," kata sementara orang. > > Apakah keluarga sakinah tak dapat tercapai dengan > tindakan Aa menikah lagi? Apakah keluarga sakinah > tidak mungkin dialami keluarga poligami? Saya melihat > keluarga poligami Aa Gym lebih sakinah daripada banyak > keluarga nonpoligami. > > Pembelokan (bila bukan pemelintiran) makna poligami > -dari sebuah solusi menjadi tindak kejahatan- itu > hanya skala kecil upaya pemerintah untuk menutupi > amburadulnya pengelolaan negara belakangan ini. Ketua > DPR menyalahgunakan voucher pendidikan, anggota DPR > terlibat skandal seks yang videonya merebak ke seluruh > msayarakat, lumpur Sidoarjo tak tertangani, angka > kemiskinan meningkat, rakyat tak punya bahan bakar > untuk memasak, BUMN yang terus merugi atau kalau > untung dijual. > > Kekeliruan masyarakat terjadi ketika mereka selalu > membenarkan persepsinya sendiri. Di antaranya, dengan > kalimat "Mana ada perempuan mau dimadu." Kenyataannya, > banyak peremuan bersedia dimadu. Lalu, "Ya, tapi > mereka pasti tertekan dan menderita." Lagi-lagi, > sebuah upaya pembenaran antipoligami. > > Perempuan lain boleh pura-pura atau acting. Namun, > kita tak dapat menuduh Teh Ninih hipokret, bukan? Dia > dengan wajah bersinar menyatakan ikhlas dan rida > suaminya menikah lagi. Bahkan, mimik, gesture, dan > body language Ninih dan Aa selama jumpa pers > menunjukkan bahwa mereka masih saling (bahkan lebih) > mencintai. > > Saya percaya mereka telah mendapatkan hikmah. > Masyarakat tak mau menerima kenyataan itu. Mereka > menolak fakta kebenaran. Bukan Aa dan Ninih yang > hipokret, melainkan kita sendiri. > > Poligami bukan anjuran, apalagi kewajiban. Seperti > kata Aa, "Jangan menggampangkan. " Aa tentu saja sah > berpoligami karena dia bukan PNS, dia mampu, dan > memiliki ilmu serta potensi untuk berbuat adil. Banyak > laki-laki tak bertanggung jawab bersembunyi di balik > UU Perkawinan yang melarang poligami dan meneruskan > tindakan bejatnya mempermainkan perempuan tanpa status > perkawinan sah. > > Poligami yang baik dilakukan dengan cara kesepatakan > suami istri, kompromi, atau persuasi. Setiawan Djodi > berhasil mempersuasi istrinya untuk menerima kehadiran > Sandy Harun. Ray Sahetapy gagal karena Dewi Yull > memilih bercerai. > > Sebagai perempuan muslim, kita boleh stay on atau quit > dalam perkawinan poligami. Alasan quit jelas: enggan > berbagi. Alasan stay on: mencintai suami dan tak ingin > kehilangan atau tak berdaya secara ekonomi dan sosial. > > Kesalahan perjuangan para aktivis perempuan adalah > lebih menghormati PSK dan perempuan simpanan yang > independen daripada mereka yang mau jadi istri kedua. > Para istri pertama yang ikhlas, yang seharusnya > mendapat apresiasi dari kita, malah didudukkan sebagai > korban yang perlu dikasihani. > > Banyak gerakan perempuan yang didukung pemerintah > meneriakkan yel-yel antipoligami. Sitoresmi yang > menjadi istri keempat Debby Nasution dipecat dari > LSM-nya di Jogjakarta karena dianggap "tidak berdaya". > > Pada intinya, UU Perkawinan yang membatasi perkawinan > poligami hanya melindungi para istri pertama yang > enggan berbagai hak dengan sesama perempuan (padahal > diteriakkan persamaan hak dengan laki-laki). Lebih > buruk lagi, UU itu melindungi laki-laki hidung belang > yang tak mau bertanggung jawab. Itu sama tak > bertanggung jawabnya dengan laki-laki yang > berpoligami, padahal tidak mampu, tidak adil, dan tak > mendapat restu istri pertama. > > *) Penulis adalah ibu rumah tangga, aktif sebagai > pengarang. Tulisan ini diambil dari Jawa Pos edisi > Rabu, 13 Des 2006 > > > > > > --------------------------------- > Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now. > > > > > --------------------------------- > Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. >
