Setuju dengan anda bung Mahmud.
   
  Sekali lagi pepatah mengatakan, "Acts speak louder than words". Walaupun 
sampai mulut berbusa orang mengatakan Islam itu agama cinta damai. Satu ledakan 
bom oleh teroris yg mengait-ngaitkan kelompok mereka dengan islam maka dengan 
serta merta orang akan menstigmatisasi Islam sebagai agama kekerasan. Logikanya 
sederhana, kalau agama Islam itu cinta damai kenapa para pengikutnya gemar 
menggunakan cara-2 kekerasan?
   
  Memang bersikap militan yg cenderung menggunakan kekerasan ada dalam semua 
agama. Tapi teroris muslim menduduki peringkat pertama dan paling sering 
melakukan kekerasan atas nama agama. Sebagai akibatnya orang mengidentikkan 
Islam dengan kekerasan terutama dinegara-negara barat dan negara non muslim 
lainnya.
   
  Kasus Imam Samudera cs adalah benar-2 sebuah kontradiksi. Semua orang islam 
sepakat mengatakan bahwa apa yg mereka lakukan merusak citra islam tapi tim 
pembela mereka diberi nama "tim pembela muslim". Mereka dibela karena mereka 
muslim seakan-akan apa yg mereka lakukan juga sejalan dengan islam sehingga 
perlu mendapat pembelaan. Anehnya semua orang islam akan kebakaran jenggot 
kalau perbuatan Imam samudera cs dikait-kaitkan dengan perjuangan islam. 
Benar-2 membingungkan hehehe....
   
  Akhirnya, hanya orang islam sendiri yg bisa melakukan "otokritik" tanpa 
dugaan memusuhi islam, mendiskreditkan islam, etc. Mudah-2an semakin banyak 
orang muslim yg bersikap bijak seperti anda supaya islam tidak distigmatisasi 
sebagai agama kekerasan.
   
  Salam

Al-Mahmud Abbas <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Untuk menghindarkan kritikan tajam dan olok-olok, alangkah baiknya 
kita terima kritikan itu dengan istighfar, mari kita terjemahkan kita tafsirkan 
dan kita terapkan ajaran agama dengan bijaksana dan toleran juga. Berlaku bagi 
semua Ulama dan Umaroh dan siapapun juga umat Islam,sehingga tidak ada dikotomi 
dan stigmasi Islam ini atau Islam itu. Kita tidak hidup di jaman jahiliyah, 
tetapi hidup di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila 
dan mengakui beberapa agama sebagai agama resmi, Negara juga memiliki etika 
hubungan antar negara secara internasional. 
  Jangan sedikit-sedikit membawa nama agama membela warga negara lain yang jauh 
dari jangkauan, sedangkan tetangga kanan-kiri kita yang juga sesama umat masih 
banyak yang tidak terpelihara.. bukankah sering kali umat hanya berjuang 
mencari obsesi ? Hanya mau melakukan sesuatu kalau populer meskipun sudah pasti 
tidak mampu sampai pada taraf manfaatnya, sementara yang jelas di depan mata 
tidak dilakukan karena tidak populer dan tidak keren. 
  Sebagai contoh kasus juga : kalau dipikir bukankah ada kontradiksi dalam 
kasus Imam Samudra cs, sementara Islam tidak mau disudutkan sebagai penimbul 
kekerasan, tetapi kenapa pembelanya mesti pakai nama Tim Pembela Muslim. Kalau 
memang tidak setuju stigmatisasi Islam ya.. pelakunya jangan dibela dengan 
alasan sesama umat Islam karena memang perilakunya tidak sejalan dengan ajaran 
Islam yang benar. Justru seharusnya disesalkan dan disadarkan bahwa dia 
penganut ajaran yang tidak sesuai dengan inti ajaran Islam yang justru merusak 
citra Islam. 
   
  Wassalam.
  

 
  On 12/18/06, Arya Sakti Timur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:               Ny 
Haysaf Salim... Smoga anda diberi panjang umur...dan kemudahan dalam 
beraktivitas, smoga Tuhan memperlancar saudara dalam segala urusan sehingga 
yang ada adalah berfikir Positif..Semoga dendam, tendensi tidak mempengaruhi 
kejernihan berfikir kita semua... 
   
  Ehm.... Tidak kah kita ini ingin hidup yang lebih bersahaja dengan bersahabat 
tanpa harus mengolok-olok...
   
  Tidakkah olok-olok kita malah akan membangkitkan olok-olok berikutnya... 
   
  Berfikir positif saja.... Semoga Tuhan memberi pengampunan bagi semua yang 
mengolok-olok Tuhan Muhammad, Tuhan Ibrahim, serta Tuhan Ny Hafsah Salim....
 
    
loekyh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Saya cari2 kok tak ada tulisan bu Hafsah Salim di Mediacare ttg contoh
yg tepat sekali bagaimana suatu korupsi bisa dilakukan berdasarkan
penafsiran sepihak ayat2 kitab suci. Walaupun tafsiran sepihak, tetap
saja banyak pemuda2 muslim yg mau mengikuti perintah sesuai tafsiran 
sepihak ini. 

Contoh yg bagus ini juga memberi ilustrasi bagaimana banyak anak2 muda
dieksploitasi dg isu2 agama sampai mereka mau bekorban nyawa segala, 
padahal yg mendapat untung besar adalah orang2 yg memperalat mereka
atas nama agama. Mis. Hizbullah, Hamas, dsb, tak akan mendapat aliran
dana seandainya dulu mereka mengawali 'perjuangan' mereka tanpa
memperalat anak2 muda muslim. 

Dalam contoh HS, pelakunya seorang camat. Ttp bisa juga si camat
termasuk di antara mereka yg diperalat oleh jajaran aparat di atas
camat atau pihak2 lain dan camat cuma dapat sedikit bagian dari dana
yg dikeluarkan untuk mengembalikan kepala2 patung Borobudur tsb. 

--- "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Untuk mengajarkan umat Islam itu korup, tak
> perlu dalam alQuran dituliskan harus 
> mengambil uang negara !!! karena dizaman
> AlQuran ditulis sekalipun belum ada negara,
> dan belum ada uang seperti dizaman
> sekarang.

> Cukup ditulis bahwa umat Islam wajib menghancurkan patung2 dan
> menyembelih para penyembahnya. Maka hasilnya anda saksikan di Candi 
> Borobudur sebagai contoh yang paling sederhana !!! Sewaktu wakil2
> Unesco baru datang pertama kali, kepala semua patung2 Buddha hilang
> tidak ada. Akhirnya ahli2 Unesco ini menyumbangkan dana puluhan juta 
> dollar untuk mencari kepala patung2 itu agar dipugar kembali semua
> patung2 tsb. Anehnya, cuma dalam sebulan, semua kepala patung2 itu
> utuh kembali ditempel dengan semen khusus yang di import dari Amerika. 
> 
> Setelah wakil2 Unesco memfoto hasil pemugarannya berhasil, maka untuk
> maintenance-nya setiap tahun diberi sumbangan beberapa juta dollar
> saja. Demikianlah setelah beberapa tahun berlalu dan wakil Unesco 
> kembali memantau hasil maintenance-nya itu, ternyata kepala2 patung
> itu kembali hilang sehingga kembali biaya pemugaran yang jumlahnya
> puluhan juta harus dialirkan agar kepala2 patung2 itu kembali utuh. 
> 
> Kemana kepala2 patung2 itu ??? Jawabnya sederhana, pemuda2 Islam
> diminta untuk memecahkan kepala2 patung itu dan membawanya kerumah
> kepala kecamatan setempat untuk dikumpulkan atau disembunyikan, dan 
> baru dipasang lagi setelah datang biaya pemugaran dari Unesco. Para
> pemuda Islam perusak candi Borobudur tak perlu dibayar, karena mereka
> bekerja dengan bayaran pahala bukan bayaran dollar.
> 
> Demikianlah, semua ajaran Islam yang isinya melanggar HAM dan
> Demokrasi merupakan ajaran2 korup yang merusak negara dan system
> administrasi management negara. Poligami juga merupakan ajaran korup
> yang banyak sekali variasi dan cara2nya, mulai dari kawin mutah hingga
> yang dinamakan pelacuran dijalanan semuanya bisa halal asal didahului
> dengan kata2 "kawin atau nikah". Misalnya, kawin jam2an, artinya sama 
> dengan pelacuran, tapi dalam Islam tidak boleh dinamakan pelacuran
> tapi kawin mutah, atau kawin betah, dlsb., yang penting ada didahului
> dengan kata "nikah" dengan berbagai istilah2 Arab lainnya. 
> 
> Terlalu banyak contoh2 ajaran yang korup dalam Islam. Secara
> menyeluruh saya hanya menyatakan ISLAM ADALAH AJARAN BIADAB YANG
> ARTINYA JUGA KORUP.
> 
> Ny.Muslim binti Muskitawati. 

 



  __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 
  
  






  

         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke