http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2006121303574215
Rabu, 13 Desember 2006
BURAS
'Sayang Anak Dibuang!'
H.Bambang Eka Wijaya:
SEORANG ibu tertangkap polisi saat menjual bayinya usia enam bulan. "Apa
kau tak cinta pada anakmu itu?" tanya Polper--polisi perempuan--yang
memeriksanya.
"Karena cintaku padanya melebihi cintaku pada diriku sendirilah, maka
anakku kujual!" jawab si ibu. "Seberapa besar pun cintaku padanya, dengan
kehidupanku yang gembel compang-camping begini, kalau kuurus sendiri sampai
besar pun anak itu cuma akan jadi gembel juga! Cinta itu kubuktikan justru
dengan menyerahkan anak itu pada keluarga mampu yang tak bisa punya anak,
hingga masa depannya diharapkan bisa lebih baik dari diriku sendiri!"
"Jadi kau jual bayimu justru sebagai bukti cintamu padanya lebih besar
dari cintamu terhadap dirimu sendiri?" ulang Polper.
"Betul!" jawab ibu. "Aku menyadari batas kemampuanku, tak mungkin
membesarkan anak itu mencapai kehidupan layak! Itu membuat aku siap menjalankan
paribasane embah, sayang anak dibuang-buang, tak sayang anak ditimang-timang!"
"Omong-omong, ini di luar berita acara," sela Polper, "dapat ide dari
mana hingga tekadmu jadi bulat menjual anakmu sebagai cara terbaik
menyelamatkan masa depannya?"
"Di depan toko televisi kemarin aku curi menonton berita Pilkada Aceh
dimenangkan calon independen!" jawab ibu.
"Apa hubungannya?" kejar Polper.
"Kesan dari yang kutonton itu, para politisi dari parpol di DPR yang
membuat Undang-Undang Pilkada Aceh mencintai rakyat lebih besar dari cintanya
pada diri mereka sendiri!" jelas ibu. "Karena itu, para politisi membuka dengan
ikhlas peluang calon independen dalam pilkada, sebagai pilihan masa depan lebih
baik bagi rakyat yang mereka cintai lebih dari cintanya pada diri mereka
sendiri!"
"Maksudmu para politisi itu seperti ibu yang menyadari telah terbukti
dirinya tak mampu membahagiakan anak yang dicintainya sedemikian rupa itu, maka
memberi peluang pada calon independen?" tanya Polper.
"Itu cuma menurut pikiranku yang bodoh ini!" jawab ibu. "Kalau memang
diri sendiri sudah terbukti tak mampu membahagiakan, justru amat keterlaluan
kalau memaksakan anak yang kita cintai itu agar bertahan terus jadi gembel dari
zaman ke zaman! Padahal, peluang membahagiakan mereka terbuka!"
"Itu berarti, pemerintah dan para politisi di DPR akan mengubah
Undang-Undang Pilkada, dengan memberi kesempatan pada calon independen!" sambut
Polper. "Khususnya bagi politisi di DPR, perubahan seperti itu diperlukan untuk
membuktikan cinta mereka pada rakyat lebih besar dari cintanya terhadap diri
mereka sendiri!"
"Cinta seperti itu telah mereka buktikan di Pilkada Aceh!" tegas ibu.
"Orang bijak seperti mereka pasti selalu berusaha meningkatkan kebaikan
dirinya--hari ini lebih baik dari kemarin, esok lebih baik dari hari ini!"
"Berarti, dibukanya kesempatan bagi calon independen pada pilkada secara
nasional tinggal soal waktu!" timpal Polper. "Kalau tidak pemilu depan, pemilu
berikutnya! Kalau tidak juga, abad berikutnya!"
bening.gif
Description: GIF image
<<attachment: buras.jpg>>
