Radio Nederland Siaran Indonesia - Ranesi
http://www.ranesi.nl/tema/temahukdanham/kemitraan_menyeluruh061219
Belanda-Indonesia: Kemitraan Menyeluruh
Aboeprijadi Santoso

19-12-2006


Menteri Luar Negeri Belanda Bernard Bot dalam kunjungan kerjanya di Indonesia, 
bersama rekannya Hassan Wirajuda, telah menandatangani sebuah Letter of Intent, 
Naskah Pernyataan Kehendak, di Yogyakarta. Sebelumnya Menlu Belanda berada di 
Bali untuk mengenang 200an korban bom Bali, termasuk empat warga Belanda. 
Naskah Pernyataan Kehendak kedua negara akan dikembangkan menjadi suatu 
pernyataan bersama tentang "comprehensive partnership" atau kemitraan 
menyeluruh, yang akan ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM 
Jan Peter Balkenende, pertengahan tahun depan di Den Haag. Inilah puncak 
hubungan yang dua negara yang berbagi sejarah yang panjang, tetapi sekarang 
ingin melongok jauh ke depan.

Kemitraan menyeluruh
Belum pernah dua menteri Belanda dan Indonesia saling berkunjung dan tatap muka 
begitu sering seperti Menlu Bernard Bot dan rekannya Hassan Wirajuda, dan juga 
sejumlah menteri kedua negara lainnya. Intensitas yang tinggi dan hangat 
itulah, yang kini membuahkan pernyataan itikad kerjasama menyeluruh. Demikian 
Menlu Hasan Wirajuda.

Hassan Wirajuda: "Dalam rangkaian konsultasi yang begitu intensif, kami sepakat 
untuk mengembangkan hubungan bilateral Indonesia ke arah suatu kemitraan 
menyeluruh, comprehensive partnership. Pada hari ini kami menandatangani 
dokumen letter of intend atau naskah kesepakatan untuk merampungkan dan 
menandatangani dokumen comprehensive partnership pada tahun depan. Dengan 
comprehensive partnership kita maksudkan upaya mengembangkan dan memperdalam, 
to expand and deepen berbagai aspek hubungan bilateral Indonesia-negeri 
Belanda. Bayangkan ini suatu tingkatan hubungan yang tidak hanya menyeluruh 
tapi juga menandakan pentingnya hubungan bilateral kedua negara."

Hubungan hangat
Rekan Hassan, Menlu Bernard Bot, juga tak lupa menekankan hangatnya hubungan 
kedua negara. Apalagi, sebagai orang yang lahir di negeri ini, saya merasa 
memiliki perasaan khusus dengan Indonesia ini, katanya.

Bernard Bot: "Kunjungan terakhir saya ke Indonesia 17 Agustus 2005 menandai 
perubahan dalam hubungan antara dua negara. Sangat penting untuk tidak melihat 
ke belakang pada apa yang sudah terjadi, melainkan melihat ke masa depan untuk 
mencari tahu apa yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan yang sudah 
sangat baik ini antara dua negara. Saya bahagia hari ini kita dapat 
menandatangani nota kesepahaman yang sangat penting ini, karena menandakan awal 
hubungan baru di atas hubungan yang telah kami jalin, yang telah kami jaga 
tahun-tahun belakangan."

Kerjasama agama
Yang juga penting, perluasan hubungan kedua negara ini juga akan mencakup 
bidang kerjasama agama. Menlu Bot mengakui pentingnya Indonesia sebagai negara 
demokratis yang bermayoritas Muslim sebagai pemain politik global

Bernard Bot: "Indonesia merupakan negara Islam terbesar dengan lembaga-lembaga 
demokratisnya. Ini menandakan bahwa Islam adalah agama perdamaian. Apabila 
negara-negara seperti Belanda dan Indonesia bisa bekerja sama, kami bisa 
menunjukkan kepada negara-negara lain di dunia bahwa di masa mendatang kami 
ingin membangun kerjasama antar agama. Selain itu kami juga ingin menunjukkan 
bahwa benturan antar peradaban tidak perlu. Malah sebaliknya, yaitu bahwa kami 
bisa bekerjasama untuk dunia yang damai."

Jakarta tentu gembira dan terpuji karena pandangan dan niat politik globalnya 
yang menentang dan memerangi "clash of civilization" yaitu benturan antar 
peradaban, kini juga disambut Belanda, negara yang menjadi jembatan penting 
Indonesia dengan Uni Eropa.

Namun tak ada gading yang tak retak. Sebuah film dokumenter Belanda tentang Bom 
Bali baru-baru ini ditolak Dewan Sensor Indonesia karena tidak memperlihatkan 
ungkapan penyesalan yang muncul di Indonesia. Perluasan kerjasama pun belum 
tentu menjamin pemahaman yang lebih sensitif antara kedua bangsa.




--------------------------------------------------------------------------------
Hak cipta Radio Nederland 2006 Disclaimer 

Attachment: 12542561
Description: Binary data

Kirim email ke