wuaahhh. Ternyata reporting investigatifnya Tempo masih ada yang mampu
menjungkalkan. Hebat juga. Karena memang gaya reporting investigatif Tempo dulu
dengan Tempo kini jauh berbeda. Ini bukti bahwa Tempo mengalami penurunan dalam
melakukan teknik investigasi. Gimana tuh?
komatkamithaha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Empat Wartawan TEMPO Raih
Adiwarta Sampoerna
Minggu, 17 Desember 2006 | 12:41 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:
Sebanyak empat jurnalis Tempo, Rana Akbari Fitriawan, Heri Susanto,
Arief A. Kuswardono, dan Metta Darmasaputra, meraih anugerah
Adiwarta Sampoerna 2006.
Penganugerahan berlangsung di Sheraton Grand Ballroom Hotel
Sheraton, Jumat malam pekan lalu. Anugerah Adiwarta Sampoerna adalah
ajang penghargaan dan kompetisi bergengsi bagi jurnalis Indonesia
melalui karya-karya
jurnalistiknya.
Rana dan Heri mendapatkan tropi juara dan hadiah uang masing-masing
Rp 18 juta. Rana memenangi kompetisi ini untuk kategori hardnews
bidang ekonomi dan bisnis
melalui karya berjudul Bandung Ekspor Alat Pengolah Sampah. Sedang
Heri menjuarai kategori feature bidang ekonomi dan bisnis untuk
karya berjudul Berpacu
Mendorong Kereta Mogok.
Adapun jurnalis Tempo lainnya, Arif A Kuswardono dan Metta
Dharmasaputra, masuk nominasi juara untuk feature bidang sosial.
Juara untuk kategori ini disabet Irawan Santoso dari majalah Forum
yang menang lewat karya Misteri Suap Probosoetedjo. Arif dan Metta
mendapatkan piagam dan hadiah uang Rp 2,7 juta.
Pemenang lain anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 adalah untuk kategori
hardnews bidang seni dan musik diraih wartawan Suara Pembaruan, Adi
Marsiela. Untuk bidang yang sama kategori feature dimenangi Bambang
Sulistyo dari majalah Gatra dan untuk
kategori foto berita diraih Yudhi Sukmawijaya dari harian Jurnal
Nasional.
Bastian Alkaf dari Mata Banua menjuarai kategori hardnews bidang
olahraga. Untuk bidang yang sama kategori feature<.I> dimenangi Adi
Prinantyo dari harian Kompas dan untuk foto berita menjadi milik
Sugeng Deas, harian Jawa Pos.
Untuk kategori hardnews bidang social, Adi Marsiela dari harian sore
Suara Pembaruan kembali menjadi juara dan untuk foto berita jurnalis
harian Kompas Raditya Helabumi yang memenanginya. Untuk kategori
foto berita bidang ekonomi bisnis, tahun ini dewan juri menyatakan
tidak ada pemenangnya.
Panitia menerima 638 karya jurnalistik. Setelah menjalani proses
penjurian yang cukup ketat dan panjang, 34 karya dinyatakan lolos ke
babak final. Dewan juri
antara lain ahli komunikasi Effendy Gazali, Bens Leo, Sumohadi
Marsis, Suka Hardjana dan ekonom Faisal Basri.
Managing Director PT HM Sampoerna Tbk Angky Camaro mengatakan,
anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 merupakan bentuk apresiasi
korporasinya atas dedikasi para jurnalis
dalam membangun pers Indonesia yang berkualitas dan
professional. "Di tahun pertamanya ini kami sangat bangga dan
berterima kasih atas sambutan dan partisipasi yang luar biasa,"
katanya.
Sunudyantoro | Kukuh SW
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/