Perjalanan Seorang Pengamen

Penonton bertepuk tangan ketika pengamen itu usai menyanyikan lagu
Cintaku Kandas di Rerumputan dengan iringan gitar dan harmonika. Bait
demi bait dinyanyikannya dengan sepenuh perasaan.

Cu Ong, nama pengamen jalanan itu, ternyata mampu menyanyikan seratus
lagu Ebiet G. Ade terus menerus tanpa henti. Termasuk lagu-lagu Iwan
Fals dan Franky Sahilatua, pria asal Tegal ini mampu menyanyikan 400
lagu selama 29 jam 29 menit dan 29 detik. Kemampuannya menghafal semua
lirik lagu dan menyanyi nonstop itu menyebabkan Museum Rekor Indonesia
(MURI) mengakuinya sebagai "Penyanyi Pertama dengan Lagu Terbanyak".

"Saya memang penggemar berat Ebiet," ujarnya. Maka, Cu Ong mengaku
bagaikan sedang bermimpi ketika dia diberi kesempatan bersanding bersama
pujaannya saat tampil di Kick Andy.

Sementara itu mata Ebiet tampak berkaca-kaca usai mendengarkan Cu Ong
menyanyikan lagunya dengan sepenuh perasaaan. "Saya terharu mendengar
pengakuannya bahwa lagu-lagu saya menginspirasi Cu Ong dalam
kehidupannya," tutur Ebiet.

Ebiet adalah sebuah nama yang kerap memberi inspirasi bagi banyak orang.
Kekuatan lirik dan syair dalam setiap lagunya adalah kekhasan Ebiet yang
tidak dimiliki oleh penyanyi lain. Simak saja lagu Berita kepada Kawan
yang bercerita tentang bencana alam yang terjadi di negeri ini. Lagu itu
hampir selalu diputar di radio-radio dan televisi jika terjadi bencana
alam. Padahal lagu itu diciptakannya puluhan tahun lalu.

Belakangan, banyak pihak mengkritiknya karena mereka menilai Ebiet yang
kehidupannya kini sudah mapan tidak lagi peka, tidak lagi sensitif,
terhadap kejadian di sekitarnya. Banyak yang berharap Ebiet melahirkan
lagu-lagu yang menggugah manakala terjadi bencana. Misalnya waktu
terjadi Tsunami dan gempa Yogya. Lalu apa jawab Ebiet saat tampil di
Kick Andy?

Penyanyi yang melejit dengan serial lagu Camelia ini juga bercerita
tentang masa lalunya yang menggelandang di Malioboro sampai kehidupan
percintaannya dengan Yayu Sugianto, sang istri.

"Papa seorang perfeksionis. Semua harus sempurna. Tapi dia orangtua yang
demokratis," ujar Yayas, sang putri, yang mulai mengikuti jejak sang
ayah. Bersama sang kakak, Dera, mereka menyanyikan sebuah lagu Ebiet
dengan gaya anak muda.

Lalu bagaimana jadinya jika bersama pemusik Purwacaraka dan gitaris Ian
Antono, penyanyi yang terlahir dengan nama Abdul Gafar Abdullah ini
menyanyikan lagu Kupu-Kupu Kertas?

Kisah perjalanan hidup Ebiet yang menyentuh dengan lagu-lagu hit Ebiet
ini dapat Anda nikmati di Kick Andy, Kamis, 21 Desember 2006 dan Minggu,
24 Desember 2006.



Kirim email ke