BMI
(De Telegraaf Online, 20 Desember 2006)
Seorang pramugari maskapai penerbangan Britania, BMI, mengadukan perusahaannya
ke pengadilan. Sang pramugari merasa didiskriminasi sebab dia dilarang membawa
Bijbel dalam penerbangan ke Arab Saudi. BMI menampik tuduhan telah
mendiskriminasi karyawatinya sendiri. Menurut BMI, larangan membawa Bijbel ke
Arab Saudi itu sesuai dengan petunjuk Departemen Luar Negeri Britania. Sebab
bila ada yang berani membawa Bijbel masuk ke Saudi Arabia, pemerintah Arab
Saudi akan menyita Bijbel itu, begitu peraturan di Saudi Arabia.
DL - Tentu saja berita ini mengejutkan, saya kira hanya sekelompok kecil muslim
saja di dunia ini yang radikal, sedangkan mayoritasnya moderat dan toleran
terhadap agama lain. Namun bila ternyata sebuah negara Islam seperti Arab Saudi
begitu diskriminatifnya terhadap agama lain, maka persepsi kita bahwa Islam
adalah agama yang toleran dan cinta damai mesti kita koreksi nih. Haiyaaaa
......... cilaka butulan :-(. Kuncinya kini ada di negara dengan penduduk
muslim terbesar di dunia, Indonesia. Apakah Indonesia akan mengikuti Arab Saudi
yang radikal, atau akan mengikuti dunia barat yang sekuler? Semoga Indonesia
memilih bentuk sekuler, bukan memilih bentuk negara agama seperti Arab Saudi
ya, amin.
wo 20 dec 2006, 07:03 | 104 reacties
Stewardess mag geen bijbel meenemen
LONDEN - Een stewardess van de Britse vliegmaatschappij bmi is van
plan om naar de rechter te stappen, omdat ze van haar werkgever geen bijbel mag
meenemen op vluchten naar Saudi-Arabiƫ. De vrouw zei dat ze vanwege haar
geloofsovertuiging wordt gediscrimineerd, aldus The Daily Telegraph woensdag.
Bmi ontkende echter dat sprake is van discriminatie. De
vliegmaatschappij liet weten dat ze de richtlijnen van het Britse ministerie
van Buitenlandse Zaken volgt. Een woordvoerder van bmi zei dat Saudische
autoriteiten bijbels die het land binnenkomen in beslag nemen.