Web Site Zionis Berbahasa Indonesia, Upaya Normalisasi Israel via Dunia Maya

Selasa, 19 Des 06 11:08 WIB

 



 

Upaya untuk melakukan normalisasi hubungan dengan berbagai negara tak pernah
berhenti dilakukan Israel. Hari Senin (18/12), Menlu Israel terus terang
menyatakan keinginannya untuk membuka hubungan diplomatik dan menjalin
dialog dengan Indonesia, negara yang dihuni Muslim terbanyak di dunia.

 

Tujuan peluncuran situs berbahasa Indonesia itu dinyatakan diplomat Israel
di Singapura Ilan Ben Dov, "Kita hidup di era informasi. Kami melihat dunia
Islam kekurangan informasi mendasar tentang Israel." Ia menambahkan,
"Komunikasi yang saya lakukan dengan orang-orang Indonesia di berbagai level
menegaskan pada saya adanya rasa haus yang sangat kuat untuk lebih
mengetahui tentang Israel, masyarakatnya, peradabannya, dan informasi
lainnya."

 

Menurut sejumlah pengamat, situs Israel baru tersebut mencerminkan perhatian
Israel yang sangat tinggi untuk menjalin hubungan dan dialog dengan bangsa
Muslim. Dimulai dari Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar secara jumlah
penduduk, kemudian Malaysia. Kedua negara ini telah menyatakan tegas menolak
hubungan diplomatik dengan Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

 

Fitur pertama situs Israel berbahasa Indonesia itu memuat informasi tentang
masyarakat Israel, kebudayaan, agama Yahudi, serta gambar yang menghimpun
bendera Indonesia dan Israel. Di situ juga terdapat foto Masjid Qubbatu
Shakhrah yang terletak di Al-Quds yang dijajah Israel.

 

Fitur kedua, berjudul "Israel dan Timur Tengah". Beberapa subnya adalah
"Terorisme terhadap Israel." Isinya sejumlah berita tentang rudal Hizbullah
yang beberapa waktu lalu menghujani sejumlah lokasi Israel, lantaran
ekspansi militer Israel sendiri ke wilayah Libanon selatan. Juga berita
tentang sejumlah rudal pejuang Palestina yang dilontarkan dari Ghaza. Tentu
saja, situs ini tidak memuat informasi apapun tentang kekuatan mijliter
Israel yang biadab membantai rakyat Libanon dan Palestina.

 

 

Fitur ketiga, bertuliskan "Inilah Israel". Di dalamnya ada sejumlah
informasi tentang peta geografis Israel, termasuk lokasi wisata dan
perkebunan. Situs ini juga memiliki beberapa link yang menghubungkannya
dengan situs Kementerian Luar Negeri Israel berbahasa Inggris dan Ibrani.
Juga peta dunia dengan nama-nama negara yang di lokasi tersebut telah dibuka
perwakilan diplomatic Israel.

 

Indonesia sendiri, 85% dari 200 juta lebih penduduknya adalah Muslim. Selama
ini, Indonesia dianggap negara yang secara tegas menyatakan pembelaannya
terhadap kemerdekaan Palestina dan masalah Libanon, baik level pemerintahan
maupun rakyatnya. Sedangkan Malaysia, sejak lama telah berjanji menyalurkan
bantuan sebesar 16 juta dolar untuk kemanusiaan di Palestina, merespon
blokade total atas Palestina yang dipelopori AS dan Eropa terhadap Hamas
sebagai pemimpin Palestina.

 

Melalui internet, Israel ingin memperbaiki imej buruk mereka di hadapan mata
dunia Arab dan Islam. Pada Ramadhan kemarin, Mesir dan sejumlah negara Arab
dikejutkan oleh pesan email berisi pemberian ucapan selamat dari Dosen
Universitas Israel terkait datangnya bulan ramadhan. Dalam ucapan selamat
itu terdapat ajakan "Hidup berdampingan dan saling menghormati sesama agama
samawi." Inilah yang dipandang sebagai upaya normalisasi via dunia maya yang
dilakukan Israel ke sejumlah negara Islam dan Arab.

 

Sejauh ini, Israel sudah berhasil melakukan normalisasi hubungan dengan
Mesir dan Jordania. Selain itu, tentu saja mereka melakukan komunikasi
rahasia dengan berbagai negara Arab dan Islam. (na-str/iol)

 

Source :  <http://www.eramuslim.com/news/int/45875d69.htm>
http://www.eramuslim.com/news/int/45875d69.htm

 

Attachment: image001.png
Description: PNG image

Kirim email ke