*15 Liter Beras Untuk 200 Pengungsi* Kamis pagi (21/12), tim ACT mengunjungi Dusun Koto Tangah, Desa Ranjau Batu, Kec. Muara Sipongi, Kab. Mandailing Natal, Sumatera Utara. Anak-anak sibuk menghentikan setiap kendaraan yang lewat untuk meminta sumbangan ala kadarnya. Sementara beberapa ibu sibuk menyiapkan makan pagi untuk para pengungsi.
Pagi itu, ada sayur-sayuran dan ikan sarden yang dimasak. "Alhamdulillah baru hari ini kami dapat makan lengkap dengan ikan, kemarin tidak ada bantuan sama sekali karena jalan baru bisa dilewati Rabu Sore," ujar Marni salah seorang ibu yang sedang sibuk membuka kaleng sarden. Para pengungsi di dusun Koto Tangah, tidak bedanya dengan beberapa dusun atau desa lainnya yang terkena musibah gempa Senin (18/12) lalu. Mereka sangat mengharap bantuan dari siapa saja yang melintasi dusunnya. Terhitungnya 12 desa 23 desa yang berada di Muara Sipongi terkena dampak bencana. Salah satu desa terparah adalah Desa Rajau Batu. Meski tertimpa gempa, ibu-ibu di dusun Koto Tangah masih bisa tersenyum. Bahkan mereka terlihat riang saat masak bersama untuk para pengungsi, padahal yang bisa mereka masak pagi itu sangatlah terbatas. "15 liter beras untuk sekitar 200 pengungsi untuk satu kali makan, tentu saja tidak cukup, tapi kami harus mengatur persediaan yang ada," terang Marni. Di seluruh kecamatan Muara Sipongi, listrik belum tersambung sejak gempa Senin lalu. Sehingga aktivitas warga sangat terbatas, jika malam tiba tidak hanya ancaman gempa susulan yang membuat warga tidak nyenyak tidur. Selain itu, tidak adanya penerangan, terpal tenda yang sangat darurat dengan alas tidur seadanya dan tanda dinding, jelas membuat tak satupun pengungsi bisa nyenyak tidur. "Kami khawatir dengan kondisi anak-anak, karena mereka merupakan pengungsi paling banyak sekaligus paling rentan terserang penyakit," ujar Risdiano, Kepala Desa Ranjau Batu Muara Sipongi. Risdiano juga mengungkapkan belum ada tim medis yang datang ke desanya, "Kami hanya mendapat pelayanan medis saat mengungsi di Rao, Pasaman, Sumatera Barat. Tetapi sejak Rabu sore kami pindah ke Ranjau Batu, belum ada lagi pelayanan medis. Beberapa warga kami mulai terserang penyakit," jelasnya. Kondisi gelap gulita, tanpa penerangan bahkan sambungan telepon pun terputus, tidak ada sinyal untuk telepon selular, menambah sulitnya komunikasi bagi warga kecamatan muara Sipongi untuk melaporkan keadaan desa dan warganya. Bantuan sangat diharapkan segera karena sebagian warga belum berani melakukan aktivitas perekonomian kembali. Tim ACT memberikan bantuan sesuai yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi yakni tenda dan sembako. (Gaw) Bantuan Anda dapat ditransfer ke No Rekening: BCA Acc No. 676 030 2021 BSM Acc No. 101 000 1114 Mandiri Acc No. 128 000 4593 338 Muamalat Acc No. 304 0023 015 BII Syariah Acc No. 270 2000 256 Atas nama : Aksi Cepat Tanggap CONTACT LINE DI LAPANGAN : 0852 1906 8581 (Bayu Gawtama) 0813 1056 4930 (Sri Eddy Kuncoro) __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com -- andips Hidup untuk Belajar www.andips.blogspot.com http://andips.multiply.com
