GODAM TERTAWAH SEDIH,

heheh,bung Irwan,

daku jadi inget waktu ngobrol di deket

wilayah wisatah Senggigih,

yang dipenuhin oleh para lonteh dari Jawah

(kebanyakannyah.red.)

lalu muter muter sakkitar pantae senggigih ituh,

dimana temenku urang Bali yang ngendon

di Pulao lombok berkisah.

LOMBOK INIH DIKENAL SAKBAGAE PULAO YANG BERPEMEOH

SAK MODEL DEMINGKIAN,

berebu masjid, berjuta bangsatnyah?

sementarah daku ingin mondok di penduduk aselinyah,

MANGKA SI BALI ITUH MEMBILANG,

janganlah kang..kerana udah jadi cerita umum,

barang2 temen yang nginep ituhpun DI EMBATNYAH?

heheh..jadi mungkin para bangsat ituh,

UDAH KAWAKAN SELAMA MEREKAH SEMBAHYANGAN DI MASJID2 ITUH?

ah...bener2 mesjid ituh, bisak dijadiken

basis perbangsatan jugak?? selaen jadi basis terorist?

nb. salam perjoangan buat bung Irwan yang moslim


--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> FYI..
> Mungkin bisa sebagai usaha untuk meningkatkan kewaspadaan..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> (mudah"an saya tidak sedang menyebarkan hoax)
> 
> ---------- Forwarded message ----------
> From: zico hasan <[EMAIL PROTECTED]>
> Date: Dec 22, 2006 3:16 PM
> Subject: Waspada Maling Jumatan!!!
> 
> Waspada maling jumatan!! Ini bukan maling sendal yang biasa 
beraksi di
> mesjid-mesjid tiap jumatan. Tapi maling jenis ini beraksi 
memanfaatkan
> kelengahan hunian atau kantor yang ditinggalkan penghuninya kala 
menunaikan
> shalat jumat.
> Sebagai warga negara yang relijius sekaligus muslim yang taat, 
memang
> menghadiri shalat jumat merupakan kewajiban yang tidak bisa 
ditawar. Sepinya
> hunian atau pun kantor dari laki-laki dimanfaatkan segelintir 
kalangan yang
> tipis rasa takutnya pada Allah untuk mengambil barang-barang yang 
bukan
> haknya.
> 
> Kejadian ini baru saja terjadi, tepatnya sesaat setelah shalat 
jumat. Kala
> itu kantor tempat saya bekerja yang beralamat di jalan Tebet Barat 
8,
> Jakarta, hanya dijaga 3 karyawati.
> Sadar akan ketidakberdayaan calon korbannya, sang maling berusaha 
masuk
> dengan mengaku sebagai orang PLN yang bertugas dibagian survey. 
Sebetulnya
> Ibu Lia, karyawati yang bisa bertugas di bagian resepsionis 
berusaha
> menghalangi niat "Surveyor Gadungan" ini agar menunggu hingga para 
karyawan
> pria kembali dari menunaikan shalat jumat.
> 
> Dasar maling, dia terus berusaha masuk dengan alasan survey harus 
segera
> dikerjakan dan segera memaksa masuk. Maka ditemani seorang 
karyawati, maling
> tersebut meminta karyawati kami untuk mengisi sebuah form. 
Ternyata sembari
> masuk, maling tersebut mengamati properti berharga apa yang bisa 
diambil
> dengan mudah. Memanfaat kelengahan karyawati kami ketika mengisi 
form isian
> PLN, sejurus kemudian si maling telah mencomot hardisk eksternal 
80 GB yang
> baru saja di beli milik salah seorang karyawan. Tiba-tiba si 
maling pun
> menghilang dari hadapan karyawati kami dan lari menggondol sebuah 
laptop
> manajer kami yang berukuran mini Acer Travel Mate 12 inch.
> 
> Ternyata diluar gerbang telah menanti kolega si maling dengan 
motor menyala,
> maka kaburlah mereka. Sadar tamunya menghilang, karyawati kami 
segera
> mengejar mereka... tapi apalah daya seorang wanita.
> Beberapa saat kemudian, kamipun kembali dari menunaikan shalat 
jumat dan
> mendapati teman kerja kami cuma bisa menangis menyesali kejadian 
hari ini.
> Tentu yang sangat terpukul adalah bapak manajer, karena beliau 
kecurian
> laptop yang berisi data-data penting perusahaan.
> 
> Lengkap sudah dosa maling ini, meninggalkan shalat jumat, 
mengambil barang
> yang bukan haknya, memperdaya wanita, dan... merusak citra PLN 
tentunya.
> Kepada maling tersebut saya mohon segera insyaf kembali ke jalan 
yang lurus
> dan mengembalikan hak kami sebelum Allah menunjukkan kekuasaanNya 
kepada
> dia.
> Kepada pembaca detik.com yang terhormat, semoga dengan kejadian 
ini bisa
> meningkatkan kewaspadaan. Ingat kata Bang Napi, kejahatan terjadi 
bukan
> hanya karena niat pelakunya adanya kesempatan, WASPADALAH!!!
>


Kirim email ke