GODAM KANGGET BERDEKLAMASIH?
daku kangget menyadarin adanyah cinta gombal
ternyata bagi moslimin kata setia ituh adalah gombal
Istri sakinahlah yang kudu setia total
Bukan para ustad yang asalnyah santri2 ndeso Comal
siapah bilang ada kata setia Total?
Bagi para moslimin yang solehnyah super total?
sementarah Istri sakinah kudulah mencintain total
Enggak demikian dengen santri jembatan Kamal
Merekah tak pernah ngerti istilah suami setia total
Setia total cuman sama ALLoh Yang Maha kuasa total
tak tawar tawar lagih, kudu dibayar total
apahkah kudu menggorok sesama sak Nusantarah total?
Tak kan jadi mangsalah atawa tak menjadi soal
Setianyah cumanlah kepada Alloh kudu total
Kepada istri istrinyah? tak ada kawajiban setia total
Yang kudu adalah nyumponini belanjah ke pasar obral
Agar para bini tetep bersenyum sakinah total
Dan melayanin napsu sang kiai yang cintanyah gombal gombal!
heheheh,daku punyak ilham, kok kayak ginih SOMPRAL???
buat den AA game bersama para santri gombalnyah.
van Godam lima.
Diah_12540 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Sedih saya baca tulisan ini...
Hati saya berteriak...
Apakah perempuan selalu berada di antara dua pilihan itu
Suami yang melacur atau poligami...
Tidak adakah niatan untuk para suami untuk tidak membuat para istri berada di
antara pilihan itu.............
Entahlah........
Poligami adalah sebuah polemik...
Tapi poligami juga menjadi setan yang menakutkan buat sebagian besar perempuan
yang mendambakan kesetiaan dari para suami...
Apakah semua ini hanya menjadi tanggung jawab perempuan....
Di manakah letak keadilan ....
Bagaimana nasib anak-anak yang Bapaknya memilih berpoligami
Apakah pernah terpikirkan oleh para suami..........
Islam menempatkan laki-laki sebagai pemimpin...
Bagaimana laki-laki bisa memimpin kalau memberikan contoh kepada
ketidaksetiaan
Berpikirlah lebih jernih dari hati nurani yang paling dalam....
Nabi Muhammad adalah manusia pilihan Allah......
Di saat para perempuan memperingati Hari Ibu, 22 Desember 2006
Ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.....
Untuk melindungi hak akan adanya perasaan aman di dalam kehidupannya sebagai
individu, istri, dan anggota masyarakat........
Semua itu hanya bisa dilakukan bila perempuan bisa menghargai diri
sendiri....Semoga saja masalah poligami ini bukan lagi menjadi hal yang
menakutkan karena perempuan dilindungi dari Setan Poligami ini........
Selamat Hari Ibu.....buat semua perempuan Indonesia........
Salam prihatin
Diah
aris solikhah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari kiriman teman
Ujian Cinta dari Gegerkalong
20 Des 06 10:21 WIB
Oleh Bahtiar HS
Pak Herman, gimana nih, Pak?
Pak Suherman Rosyidi, dosen Fakultas Ekonomi Unair
yang tetangga saya itu menoleh kepada asal suara. Dua
orang sekretaris Dekan menegurnya di pintu masuk ruang
itu. Keduanya perempuan. Seorang, sebut saja Bu A
sudah memiliki 3 orang anak. Dan Bu B sudah menikah
tetapi belum dikaruniai anak.
Gimana apanya, Bu? tanya Pak Herman pada
mereka.
Gimana kok Aa Gym menikah lagi,
Pak? keluh Bu A. Kenapa mesti
poligami?
Pak Herman tersenyum. Kalau ada masalah-masalah
seperti ini, anggota Dewan Ekonomi Syariah itu memang
biasa menjadi jujugan. Tempat bertanya
atau mengadu. Beliau kemudian menghampiri kedua ibu
muda itu.
Begini, Bu, kata Pak Herman. Coba
jawab pertanyaan saya dengan jujur dan ikhlas, dari
hati nurani ibu yang paling dalam.
Apa itu, Pak? sergah Bu B.
Tolong pilih satu di antara dua, kata
Pak Herman berteka-teki. Kalau ibu disuruh
memilih, antara: merelakan suami ibu menikah lagi atau
merelakan suami ibu melacur, ibu pilih yang
mana?
Kedua wanita itu terperanjat seperti mendapatkan
pertanyaan yang tak pernah didengar sekalipun selama
hidupnya.
Kok pertanyaannya seperti itu, Pak?
protes Ibu A.
Saya tak memilih dua-duanya, Pak! tegas
Ibu B.
Ok. Ok, potong Pak Herman.
Jikalau pertanyaan itu terlalu berat untuk
dijawab, pertanyaannya saya ganti.
Diganti gimana, Pak?
Saya ganti begini, lanjut Pak Herman.
Jikalau ada seorang isteri diberikan pilihan --
bukan Anda berdua, lho? -- yaitu merelakan suaminya
menikah lagi atau merelakan suaminya melacur,
kira-kira isteri itu milih yang mana?
Kedua ibu itu saling berpandangan. Keraguan segera
merayap dalam senyap. Pak Herman sendiri dengan sabar
menunggu. Dan dalam sepuluh-lima belas detik kemudian,
seseorang menjawab.
Ya, pilih suami menikah lagi, Pak? kata
Bu A sambil melirik, mengharap dukungan Bu B di
sebelahnya. Bukan begitu, Bu?
Bu B mengangguk-angguk. Ya, gimana lagi kalau
pilihannya hanya itu.
Alhamdulillah, jawab Pak Herman.
Ibu-ibu ternyata masih bersih.
Masih bersih gimana, Pak? tanya keduanya
hampir berbarengan.
Ibu-ibu masih bersih, jelas dosen itu.
Masih bisa membedakan antara yang benar dan
yang bathil. Antara yang halal dan yang haram.
***
Saya heran sama orang Indonesia , Pak
Herman! seru Bu Icy dengan logat Amerikanya
yang tak bisa dihilangkan.
Heran gimana, Bu? tanya Pak Herman pada
temannya yang sesama dosen itu. Sudah berbilang tahun
wanita itu mengajar di kampus ini sejak ia menikah
dengan orang Indonesia asli.
Mengapa mereka menolak poligami yang
nyata-nyata ada dan dibolehkan di dalam Islam?
tanyanya sungguh.
Pak Herman sejenak tersentak. Bagaimanapun yang ada di
hadapannya itu adalah wanita Barat. Bukan muslimat
lagi. Ia penganut Kristen. Menurut Ibu, apa
yang menyebabkan mereka seperti itu?
Masalahnya sudah jelas, Pak Herman. Kalian,
orang Indonesia , sudah terkontaminasi dengan apa yang
datang dari Barat.
Apa itu?
Kapitalisme!
Kapitalisme?
Ya. Sebuah pandangan yang menganggap segala
yang dipunya sebagai milik. Suami saya
adalah milik saya. Bukan dan tak akan menjadi milik
wanita lain. Tak logis dalam benak mereka untuk
berbagi suami dengan orang lain. Itulah ruh
kapitalisme, Pak.
Pak Herman manggut-manggut. Tak dinyana, perempuan
barat itu punya pendapat sedemikian. Ia
memang telah banyak belajar tentang Islam, meski
sayang belum memeluknya hingga sekarang.
Sedangkan dalam pandangan Islam, semua yang ada
ini kan milik Tuhan? lanjut wanita itu.
Sehingga, berbagi dalam Islam adalah sesuatu
yang common-sense.
Pak Herman kemudian bertanya, Lantas menurut
Ibu, apa masalahnya dengan penolakan poligami?
Masalahnya, Pak, ketika pintu poligami
ditutup, kata wanita asing itu, maka
pintu pelacuran akan terbuka lebar-lebar.
***
Itulah pengantar perbincangan seputar poligami oleh
Ust. Suherman Rosyidi kami memanggil beliau
Pak Herman -- di Masjid Rungkut Jaya Ahad pagi ini.
Agaknya fenomena heboh Aa Gym yang menikah lagi
itu turut menghangatkan beranda masjid ini setelah
diguyur hujan semalam.
Kalau saya baca press release Aa Gym
awal Desember lalu, kata saya turut menanggapi,
sebenarnya ada 4 calon yang diajukan Aa
Gym sebagai isteri kedua. Satu, gadis. Kedua, janda
tanpa anak. Ketiga, janda dengan cukup banyak anak.
Dan keempat, nenek-nenek gampang masuk angin.
Hadirin tersenyum. Saya berusaha menahan diri.
Aa Gym sebenarnya sudah memilih yang
ketiga, janda dengan cukup banyak anak, kata
saya melanjutkan. Hanya saja, ia mantan model.
Sebagaimana banyak laki-laki yang poligami, biasanya
isteri keduanya adalah seorang gadis, lebih muda dan
cantik ketimbang isteri pertama. Coba jika seandainya
Aa Gym memilih calon yang keempat, pasti tidak
akan terjadi kehebohan seperti ini, Pak!
Gerr. Dan Ust. Herman pun tersenyum. Tetapi,
apa salahnya Aa Gym memilih janda dengan sekian
anak? tanyanya kepada hadirin seakan ingin
mendapat jawaban. Apa salahnya jika janda itu
mantan model? Apa salahnya juga jika seandainya dia
memilih seorang gadis sebagai isteri kedua?
Bukankah Rasul setelah Khadijah meninggal
mengambil Saudah, seorang janda yang sudah sangat tua
umurnya, menjadi isteri keduanya, Pak? sergah
saya.
Apakah serta-merta kita harus mencontohnya
demikian pula? jawab Pak Herman. Juga
apakah kita harus menunggu isteri pertama kita
meninggal sebelum menikah lagi, sebagaimana Rasul baru
menikah lagi setelah Khadijah meninggal?
Saya termangu. Jamaah yang lain pun tepekur di tempat
duduknya masing-masing.
Tentu tidak, lanjut Pak Herman.
Abu Bakar, Umar, Usman dan para sahabat yang
lain tidak menunggu isteri pertama mereka meninggal
dulu untuk melakukan poligami.
***
Fenomena Aa Gym ini persis seperti
peristiwa penyembelihan Ismail as oleh Nabi Ibrahim
as, simpul Pak Edy sambil menyelonjorkan kaki
di beranda masjid. Ceramah shubuh oleh Pak Herman baru
saja usai.
Fenomena apa itu, Pak? tanya saya.
Ujian cinta! katanya penuh misteri.
Ujian cinta bagaimana?
Ya. Nabi Ibrahim diuji oleh Allah, mana yang
lebih dicinta: Ismail, anak yang kelahirannya
didambanya berpuluh tahun ataukah Allah SWT?
Saya dan beberapa jamaah yang masih bertahan di
beranda manggut-manggut.
Demikian juga dengan poligami Aa
Gym, katanya melanjutkan. Jika jamaah
Aa Gym begitu saja meninggalkan pengajian MQ
ketika tahu Aa menikah lagi, itu berarti mereka
selama ini datang mendengarkan taushiyah hanya karena
Aa Gym. Cinta mereka sebatas hanya kepada
Aa Gym. Tak lebih. Cinta mereka bukan kecintaan
yang tulus kepada Allah.
Betul juga, sampean. Lantas apa hubungannya
dengan Nabi Ibrahim dan Ismail?
Peristiwa poligami Aa Gym ini seperti
penyembelihan Ibrahim atas Ismail, yakni pemisahan
antara yang benar-benar cinta kepada Allah dan yang
sekadar cinta kepada manusia. Entah cinta kepada
seorang anak. Ataukah cinta kepada seorang
pendakwah.
Saya setuju dengan tetangga saya itu. Saya juga
sependapat dengan Ibu Sirikit Syah sebagaimana
tulisannya di Jawa Pos 13 Desember 2006 yang lalu.
Barangkali dengan peristiwa ini Allah ingin
menunjukkan kepada kita bahwa Aa Gym bukanlah
dewa. Justru karenanya Ia telah
menyelamatkan kita dari cinta yang
salah.
Dan di sisi lain, kita akan tersadarkan bahwa dai
kondang itu ternyata manusia biasa seperti kita.
Wa Allahu a'lam
***
Bahtiar HS
http://bahtiarhs.multiply.com
Bila lidah kelu, tulisan menjadi perlu
Pena lebih tajam dari pedang
Tinta seorang berilmu lebih mulia dari darah seorang syahid
pustaka tani
nuraulia
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/
Klik:
http://mediacare.blogspot.com
atau
www.mediacare.biz
Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
Diah Parahita
The State Ministry of Public Housing
Cipta Karya Building, 6 Fl. W. 1
1, Jl. Raden Patah I
Jakarta 12210 - Indonesia
Phone/Facsimile : +622172793010
Cellphone : +62811991728 / +622193096405
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com