Wah kebalik dong. Ana marah2 terus di hari Minggu ini, 24 Dec di Vatican airport (belum ada di peta tahun 2006) gara2 semua pekerja airport kaga kerja karena semua masuk gereja buat ikut kebaktian Minggu and Chrismas eve. Habis kebaktian, malamnya pesawat ana baru bisa terbang menuju Schipol, terus ke pulau dewa-dewi boleh berjemur telanjang, Bali.
Eh pagi harinya, diumumkan ucapan haram selamat hari natal lewat lodspiker dan kedua pilot meninggalkan cockpit pergi ke ruang penumpang ekonomi karena mereka mau ikuti misa natal lewat siaran langsung dari Vatican yg dipimpin langsung ama Paus Benedict lewat TV dalam kabin. Bayangin, ana terbang selama misa itu cuma pake kemudi otomatis, kaga ada pilotnye. Selamat Hari Natal buat semua anggota Mediacare yg merah ..., eh ralat, anggap kalimat ini kaga ada. Salam PS: Kok kaga ada lagi doa2 salawat nabi dari ente, Indonebia? --- In [email protected], indonebia indonebia <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kemarin ana baru pulang dari Surabaya untuk berjihad. Tatkala memasuki bandara Juanda di pinggiran Surabaya, ana langsung bersujud syukur. Ana bukan terkagum-kagum pada bandara yang baru dipoles dan kini nampak megah itu. Tetapi ana bersyukur bahwa pada hari Jumat ternyata banyak karyawan bandara yang tak mau melayani pesawat yang datang dan pergi karena mau sholat Jumat. Jadwal penerbangan beberapa pesawat pun banyak yang 'delay'. Ya Allah, engkau memang Maha Besar! > > Untuk itu, ana akan usulkan kepada MUI dan PKS agar kepala bandara Juanda diberi sertifikat dan penghargaan ala kadarnya. Ana juga akan usulkan kepada Pemerintah RI agar Jumat dijadikan sebagai hari libur nasional, sehingga tidak mengganggu umat Muslim untuk beribadah. > > Wassalam, > > > INDONEBIA
