Sdr. Satrio Arismunandar, IMO, jawaban anda di bawah adl postingan terbagus anda dan mudah2-an pernyataan anda sesuai dg perbuatan anda. Misalnya, anda menyatakan tidak terkait dg parpol dan saya mengartikannya bahwa anda secara fisik, secara organisasi dan secara MENTAL, dst, benar2 tak terkait dg satu parpol karena independensi secara MENTAL bagi saya pribadi adalah syarat paling utama untuk bisa menjadi reporter yg baik, walaupun saya sendiri bukan seorang reporter (jadi sekedar opini saya).
Contoh pernyataan anda yg lain adalah bahwa blog dan tulisan2 ttg anda pribadi anda buat demi membantu orang lain. Dari pernyataan ini, saya harap anda benar2 tulus dg ucapan anda shg bagi saya (yg percaya hukum karma) ketulusan anda akan membuat blog tsb benar2 akan sangat menolong orang lain dan akan sangat menolong anda sendiri. Ttp jika tidak atau kurang tulus, bisa saja nanti blog justru menjadi alat penghalang atau batu sandungan bagi anda kelak. Salam --- In [email protected], Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Bung Loekyh, > > 1. Saya menulis komentar di bawah karena dipicu oleh postingan Sdr. Dhimast yang tampaknya begitu bahagia dan menikmati, bisa menemukan "cacat" dan "aib" pada pribadi saya, berdasarkan informasi "A1" dari dengar kiri dan dengar kanan. Oleh karena itu, sekalian saja saya sampaikan ke beliau tentang riwayat hidup saya selengkap mungkin, siapa tahu ada "cacat" dan "aib" lain yang bisa beliau eksploitasi. Hitung-hitung amal! > > 2. Sebagaimana ratusan ribu atau jutaan warga lain, yang sadar akan akan arti penting Internet dan teknologi informasi, saya memanfaatkan medium Internet sebagai arsip pribadi. Artinya, jika (naudzubillah) rumah saya dilanda Tsunami atau kebakaran misalnya, atau komputer saya dicuri orang, arsip-arsip pribadi saya tersimpan aman di Internet. > > 3. Pada faktanya, blog dan arsip pribadi di Internet itu (yang sebagian berisi materi kuliah Jurnalistik yang saya sampaikan sebagai dosen Ilmu Komunikasi di Univ. Prof. Dr. Moestopo) memang betul-betul bermanfaat. Bukan cuma buat saya, tetapi juga buat orang lain. Saya selalu mempersilakan para mahasiswa saya, untuk membaca atau mengutip materi kuliah yang sudah saya posting di blog saya tersebut. Ada sejumlah orang lain, yang juga mengirim e-mail ucapan terimakasih ke saya, karena merasa mendapat referensi yang bermanfaat dari tulisan-tulisan jurnalistik tersebut. > > 4. Wikipedia adalah media demokratis yang bisa diakses semua orang. Kalau yang saya tulis di sana bohong atau 100% omong kosong, tentu akan ada reaksi dari siapapun yang bisa mengoreksinya. Itulah prinsip Wikipedia. Sah-sah saja orang mau menulis apa saja di Wikipedia, karena ada demokratisasi informasi di sana. Dan seperti sudah saya katakan, saya memanfaatkannya sebagai arsip pribadi. Kalau Anda tidak suka melakukan hal semacam itu, tentu saja itu hak Anda. > > 5. Setiap posting saya tentu saja membawa judgment pribadi saya. Itu sah saja. Saya tidak percaya pada konsep obyektivitas 100%. AJI bukan milik saya pribadi (pendirinya banyak) dan saya sekarang bukan pengurus AJI, cuma anggota biasa. Di dalam AJI sendiri bisa muncul berbagai pendapat, dan itulah demokrasi di AJI. Saya cuma satu suara di AJI, dan ucapan saya tidak harus dipandang sebagai representasi AJI. Namun prinsip AJI adalah membela kebebasan pers dan kesejahteraan/keselamatan jurnalis yang menjadi anggotanya (baca: Bambang Wisudo). Prinsip itu akan terus berlanjut, siapapun yang menjadi pengurus AJI. > > 6. Kembali ke soal postingan yang membawa warna pribadi, (berbeda dengan sejumlah miliser lain), saya selalu "pasang badan" dengan bersikap terbuka. Orang tahu identitas saya dan alamat kantor saya. Tidak ada yang saya sembunyikan. Saya siap dinilai, berdasarkan posting-posting saya, baik dinilai negatif ataupun positif. Saya bukan tipe pengecut, yang hanya berani memaki-maki, menyumpahi atau mengeritik orang lain di milis, dengan berlindung di balik nama samaran. Inilah bentuk tanggung jawab saya sebagai pribadi dan sebagai anggota milis. > > Terimakasih, > Satrio A. (buruh industri media di TransTV) > > NB: > Saya kini tak ada urusan dengan partai manapun, karena saya sudah memilih Jurnalis sebagai profesi. Jadi tidak usahlah dikait-kaitkan dengan nama-nama politisi, yang tidak saya kenal, tidak ada urusannya dengan saya, dan tidak ada hubungannya dengan kasus posting-memposting di Mediacare. Ambisi saya bukan jadi menteri, tapi jadi orang yang berguna bagi banyak orang lain. Jadi menteri, kalau cuma bisa bikin policy yang merugikan rakyat banyak, buat apa?
