Media Release,  26 Desember 2006
Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI)
website: http://www.fspi.or.id    email: [EMAIL PROTECTED]

LONGSOR DI MUARA SIPONGI
Pengungsi Kecam Keteledoran Pemda Madina

Sebagian besar pengungsi korban gempa di Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten
Mandailing Natal, Sumatera Utara mengecam keteledoran Pemda Madina. Hal ini
berkaitan dengan anjuran dari aparat pemerintahan ini pada tanggal 23 dan 24
Desember lalu. Pemda menginstruksikan pengungsi untuk pulang ke rumahnya
masing-masing.

Kondisi yang dianggap aman ini akhirnya kembali berujung pada tragedi. Hanya
berselang beberapa jam setelah para pengungsi kembali ke kampung, longsor
menimpa penduduk. Sementara ini, 23 orang ditemukan tewas. Puluhan lainnya
dinyatakan hilang.

Diwawancarai di tengah pengungsi Muara Sipongi, Henry Saragih, Sekretaris
Jenderal Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI) menyatakan, "Seharusnya
pemerintah daerah jangan sampai teledor, dan kami mengecam analisis situasi
kondisi terbaru Pemda yang menyatakan daerah Muara Sipongi sudah aman".
Pengungsi kebanyakan sekarang kembali lagi ke Panyabungan dan Kotanopan.

FSPI sebagai organisasi tani juga merasa peduli dengan hal ini. "Kita punya
banyak pengalaman di Aceh pasca gempa dan tsunami, Yogyakarta, banjir di
Jawa Timur, serta tsunami Pangandaran. Tidak seharusnya ada instruksi
langsung yang memaksa pengungsi untuk langsung pulang. Pengungsi sendirilah
yang seharusnya menentukan kapan situasi dan kondisi dinyatakan aman,"
tandas dia. Pemda juga dinilai lalai karena tidak memasukkan analisis ahli,
terutama dari BMG setempat. Kelalaian ini berakibat fatal, terutama dengan
jatuhnya korban jiwa. "Manajemen penanggulangan bencana alam tentunya ada
yang salah, dan kami bersama rakyat mengecam keputusan Pemda tersebut,"
lanjut Henry.

Menurut Dayat, penduduk Muara Sipongi, "Sebenarnya para pengungsi belum mau
untuk pulang. Namun setelah ada anjuran dari Pemda sebagian besar akhirnya
berangkat, juga karena diantarkan oleh kendaraan Pemda". Selanjutnya menurut
penuturan Dayat, karena kejadian ini rakyat setempat sempat bersitegang
dengan aparat Pemda. "Kami ingin penyelesaian ini selanjutnya, karena
pengungsi sudah susah jangan dibawa lagi ke situasi yang kacau tak menentu,"
lanjut dia.

FSPI sendiri menginginkan manajemen penanggulangan bencana alam yang
berpihak pada rakyat, dengan analisis situasi kondisi yang terukur, dan
terutama menggunakan kearifan dan kebiasaan lokal. Melalui Henry Saragih,
FSPI telah menyalurkan bantuan untuk korban gempa dan longsor di Muara
Sipongi.

-----------------------
Kontak lebih lanjut: Henry Saragih, Sekretaris Jenderal FSPI, 08163144441
Mohammed Ikhwan, Staf Pengkajian Kebijakan dan Kampanye, 081932099596

--
Mohammed Ikhwan
Staff of Policy Studies and Campaign
Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI)
http://www.fspi.or.id
Mobile. +6281932099596

Kirim email ke