http://www.suarapembaruan.com/News/2006/12/28/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Bom Meledak Lagi di Poso [PALU] Aksi teror ledakan bom kembali terjadi dan merusak suasana perayaan Natal dan jelang Tahun Baru 2007 di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng). Teror bom terjadi, Rabu (27/12) malam, sekitar pukul 22.00 Wita di Desa Betalembah, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, sekitar 20 km dari Kota Poso. Ledakan bom yang cukup keras itu terjadi di tepi jalan raya, depan rumah Albert, warga Betalembah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun akibat ledakan bom, warga Betalembah terutama yang ada di lokasi sekitar ledakan kembali diliputi ketakutan yang mendalam. "Saat bom meledak, situasi sedang hujan. Jadi kami semua berada dalam rumah. Waktu mendengar ledakan kami juga tak mau keluar, tapi langsung mengunci diri dalam rumah. Kami takut sekali," kata Albert kepada wartawan yang menemuinya di Betalembah, Kamis (28/12). Ledakan yang cukup keras tersebut terdengar sampai di Pos Keamanan yang bertugas di pos tersebut. Aparat yang ada pun langsung mengontak Polres Poso dengan radio transiefer (HT) untuk mengirimkan bantuan tim penjinak bahan peledak (Jihandak). Dua Bom Beberapa saat kemudian Tim Jihandak tiba di lokasi kejadian dan langsung memblokir lokasi ledakan dan memasang police line. Dalam pemeriksaan aparat menemukan lagi dua bom rakitan yang belum sempat meledak. Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Muhamad Kilat yang dihubungi Kamis siang, dua bom rakitan itu langsung dijinakkan Tim Jihandak di lokasi kejadian. Hasil penyelidikan sementara, sebelum bom meledak ada dua sepeda motor melintas dengan cepat di sekitar terjadinya ledakan. "Selang tiga menit kemudian setelah pengendara sepeda motor itu pergi, terjadilah ledakan," katanya. Di lokasi kejadian aparat menemukan potongan pipa besi, paku-paku dan timer yang diduga sebagai bahan bom rakitan yang meledak tersebut. Kilat menegaskan, pelaku bom adalah orang-orang yang tidak pernah menginginkan Poso aman. "Perayaan Natal tahun ini kan berlangsung sangat aman, tetapi ada orang yang tidak menginginkan keamanan itu tercipta di Poso," katanya. Aparat sedang mengejar dua pengendara sepeda motor yang diidentifikasi masing-masing menggunakan jenis motor bebek dan motor besar. Desa Betalembah yang berada di jalur Trans Sulawesi menghubungkan Palu-Poso-Makassar, merupakan kampung Kristen. Saat pecah konflik Poso antara tahun 2000-2003, desa tersebut berulang kali jadi sasaran pembakaran massa, dan ratusan rumah warga yang ada di situ rata dengan tanah dibakar massa yang bertikai. Sebagian besar dari rumah- rumah itu sudah dibangun kembali oleh pemerintah dan warganya sejak dua tahun terakhir sudah kembali bermukim dan berusaha hidup damai dengan sesama warga di wilayah Poso Pesisir. Peringatan Sementara itu menjelang peringatan satu tahun ledakan bom di pasar daging Palu, Sulawesi Tengah, para aktivis antikekerasan yang bergabung dalam Koalisi Masyarakat Anti Kekerasan (KMAK) membagi-bagikan ribuan selebaran untuk warga Kota Palu. Selebaran berisikan tentang duka nestapa yang dialami para keluarga korban bom, kurangnya perhatian pemerintah, serta kegagalan aparat dalam menangkap pelaku peledakan bom yang diduga masih bebas berkeliaran di daerah ini. Selebaran dibagi-bagikan para aktivis, mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Kota Palu, Rabu (27/12) petang hingga malam di jalan raya strategis dalam Kota Palu. Semua pengendara kendaraan roda empat maupun roda dua juga para pejalan kaki, dicegat dan diberikan selebaran yang sekaligus undangan untuk hadir di acara malam kesaksian korban tindak kekerasan di Sulteng, yang puncaknya digelar Jumat (31/12) malam di lapangan Nasional Palu. Edmon Leonardo, Koordinator aksi mengatakan, ada tiga agenda penting yang akan dibuat pada malam kesaksian korban tindak kekerasan di Sulteng tersebut. Pertama, akan diputar film dokumenter peristiwa bom di pasar daging babi Palu yang menewaskan delapan orang, dan melukai lebih dari 50 orang pada 31 Desember 2006. Kedua, mengikuti testimony para keluarga korban bom tentang duka nestapa, bahkan teror-teror yang dialami hingga saat ini. Ketiga, membacakan pernyataan sikap para korban kekerasan tidak hanya yang terjadi di Palu, tetapi juga di Poso dan daerah- daerah lain di Sulteng. "Karena itu mereka yang hadir dalam malam kesaksian korban kekerasan tersebut bukan hanya korban bom di Palu, tetapi juga dari Poso, Tentena, dan daerah lainnya," kata Edmon. Situasi di Palu sendiri, Kamis (28/12) pagi aman dan lancar. Namun di lokasi ledakan bom di pasar daging Palu, Jalan Sulawesi dijaga ketat aparat keamanan. Sejak perayaan Natal, satu pos keamanan dibangun khusus di tempat tersebut dan dijaga aparat selama satu kali 24 jam. Daniel Duka (47), salah satu keluarga korban bom di pasar daging yang istrinya tewas, menyambut antusias peringatan setahun ledakan bom tersebut. "Ini penting sebagai refleksi kejadian menyedihkan itu sekaligus evaluasi kinerja aparat yang sampai sekarang belum juga dapat menangkap siapa pelaku teroris kejam itu," kata Daniel. [128] Last modified: 28/12/06
