Kapan ya bangsa ini akan berani bicara lugas, 
demokratis, dan non-feodal? Tidak saja KIB diintervensi, ttp DIKEMUDIKAN oleh 
asing! Ngomong gini aja kok repot dan ketakutan banget sih?! 
  TSL 
   
  Jumat, 29 Desember 2006  22:34:00
Pemerintahan SBY Diintervensi Asing


  Makassar-RoL--Hizbut Tharir Indonesia menilai, hingga tiga tahun pemerintahan 
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan HM Jusuf Kalla, roda pemerintahan masih 
diintervensi oleh pihak-pihak asing, khususnya Amerika Serikat dan Australia. 

Humas Hizbut Tahrir Sulawesi Selatan, Hasanuddin Rasyid di Makassar, Jumat 
mengatakan, seiring dengan pergantian tahun baru, SBY-JK belum memberikan 
perubahan yang berarti kepada rakyat karena selama ini beberapa bagian 
kebijakan yang ditetapkan tidak terlepas dari pengaruh pihak asing. 

Hasanuddin mencontohkan, di tengah meningkatnyan kebutuhan pendapatan negara 
untuk membiayai pembangunan, sejumlah aset milik negara justru dilepas ke 
perusahaan asing. 

Pada bulan Maret 2006, katanya, pemerintah memutuskan menunjuk Mobil Cepu 
Limited (MCL) sebagai pimpinan operasi (lead operator) Blok Cepu, salah satu 
sumber migas terbesar di tanah air. 

Sementara diketahui, MCL merupakan anak perusahaan Amerika Exxon Mobil Oil 
Indonesia (EMOI). 

"Meski pertamina beberapa kali menyatakan penolakannya tetapi pemerintah tidak 
menggubrisnya," katanya. 

Selain itu, pengelolaan tambang emas Freeport dan gas di blok Natuna Alpha 
Delta yang dikelola pihak asing, teryata tidak memberikan keuntungan kepada 
Indonesia. 

Hal ini menguatkan kenyataan bahwa negeri ini tidak memiliki kedaulatan atas 
pengelolaan sumber daya alam yang dimilikinya sehingga mengakibatkan rakyat 
tidak mengalami peningkatan kesejahteraan. 

Lebih lanjut Hasanuddin mengatakan, tuntutan sejumlah kalangan di tahun 2006 
untuk meninjau ulang kontrak-kontrak pertambangan yang dibuat pada masa Orba 
yang disinyalir sarat KKN, seperti Freeport dan Newmont, tidak ditanggapi 
serius oleh pemerintahan saat ini. 

"Hingga tahun 2006 berakhir, tidak ada tindak lanjut dari pemerintah maupun DPR 
terkait hal tersebut dan isu itu kini hilang dengan sendirinya," katanya. 

Hasanuddin menyayangkan, di tengah kemiskinan rakyat Indonesia, pemerintah 
malah melepas sebagian aset yang dimilikinya padahal bila dikelola dengan baik, 
hal tersebut akan memberikan keuntungan kepada rakyat Indonesia. 

Berdasarkan data HTI, angka kemiskinan di Indonesia setiap tahun mengalami 
peningkatan. Pada tahun 2005, jumlah kemiskinan mencapai sekitar 35 juta orang, 
2006 meningkat menjadi 39 juta orang. antara/pur
  


                               BERITA LAIN         •   Perempuan Harus Jadi 
Pelopor Gerakan Ahlak Mulia

         •   TPDI: Terjadi Pengkaplingan Kasus Korupsi Antara Polri, Kejaksaan 
dan KPK

         •   Arafah Mendung dan Dingin

         •   Depag Sesalkan Ada Idul Adha Ganda

         •   Timnas Butuh Dua Pekan Amati Kondisi Tanggul Lumpur

         •   Bantuan Terus Mengalir Bagi Korban Lumpur

         •   Jenazah Mayjen Idris Gassing Dibawa ke Jakarta

         •   Harga BBM Industri Naik

         •   Tim Penertiban Maksiat Depok Berhasil "Garuk" 35 PSK

         •   139 Pegawai Pemkot Depok di Mutasi

                        •        Edisi Kemarin                 -->              
      function load() {    lebar = (window.screen.availWidth / 2) - 250;    
tinggi = (window.screen.availHeight / 2) - 200;    window.open('cahaya.htm', 
"", 
"toolbar=0,location=0,menubar=0,scrollbars=1,resizable=0,width=500,height=286,left="
 + lebar + ",top=" + tinggi);       }       -->   -->    






















                                 

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke