Rajin Shalat: Ribuan Buruh PT Tong Yang Menuntut Gaji 

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0612/27/utama/3198616.htm

Ini berita kompas, ribuan buruh pabrik sepatu berdemo menuntut gaji
yang sebetulnya tidak patut untuk diterimanya:

Aksi unjuk rasa dipicu tertundanya pembayaran gaji sekitar 8.300
karyawan PT TYI, serta sekitar 3.000 buruh PT Tirai Tapak Tiara serta
PT Tampuk Yudha Inti. Itu terjadi karena PT TYI mengalami kesulitan
keuangan, menyusul terhentinya order pembuatan sepatu dari Adidas
sejak Oktober lalu.

"Selama belasan tahun, perusahaan ini menerima order dari Reebok.
Setelah Reebok diakuisisi Adidas Group, order ke Tong Yang dihentikan
total," kata Ahmad Pauzi, Ketua Pengurus Unit Kerja Serikat Pekerja
Seluruh Indonesia.

Seperti yang pernah saya tulis, setiap pabrik investasi asing di
Indonesia dipaksa untuk tunduk kepada aturan agama setempat seperti
shalat.  Bisakah anda bayangkan, buruh pabrik sepatu itu kerja
ayal2an, malas2an, rajin shalat dijam kerja, akibatnya produksi turun,
kualitas rendah, tapi bayaran gaji terus menaik.  Akibatnya sipabrik
sepatu tidak lagi dipercaya pemesannya, pesanan sepatu mulanya makin
menurun, dan akhirnya berhenti total.....  lalu kenapa si pabrik masih
dipaksa terus harus membayar gaji pegawai yang sudah tidak lagi
bekerja karena tidak ada order pembuatan sepatu lebih lanjut.

Demikianlah, ini satu contoh Syariah Islam yang menghancurkan dunia
investasi, menghancurkan dunia business, dan menghancurkan ekonomi
negara beserta systemnya.  Media masa sama sekali tidak menggali latar
belakang kejadian ini karena takut dituduh menghina agama Islam.

Semoga berita ini bisa direnungi anda semuanya untuk menyadari bahwa
untuk menyelamatkan negara tak bisa diharapkan Allah, tidak bisa
diselamatkan dengan menyembah Allah, melainkan harus dibuang segala
yang berbau Allah.  Mau menyangkal pendapat ini silahkan saja, karena
inilah kenyataannya mau disangkal atau tidak tetap faktanya sama. 
Menyangkalnya hanyalah menipu diri sendiri yang sama sekali tidak
membawa kepada pemecahan.  Cara mengatasinya mudah, bubarkan dep
agama, bubarkan Mui, dan melarang pelajaran agama disekolah2, dan
melarang beribadah shalat di tempat2 publik termasuk ditempat
pekerjaan.  Inilah satu2nya jalan keluar, lain daripada itu tidak ada
alternative yang bisa ditawar.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke