Yah, itulah sebutan dan pemahaman bahasa dunia, antara iman dan tidak beriman,
penyebutan dan ungkapan itu adalah ciptaan manusia (theis, non-theis, atheis)
Bagi kita, atheisme itu bukanlah agama atau sebuah iman, tapi bagi seorang
atheism, ia sangat yakin tidak percaya adanya tuhan juga bisa merupakan iman
baginya, iman ketidakpercayaan. (kalau ada iman percaya dan tentunyanya ada
iman ketidak percayaan, selalu terjadi dualisme)
Itulah bahasa manusia atheis, kadangkala kita merasa kitalah yg paling benar,
orang lain salah. Hal ini berarti kita sudah tidak menghargai hak asasai
pendapat dan pemahamannya.
Sama seperti halnya ada doktrine yg mengajarkan bhw ajaran/kepercayaan orang
kafir itu salah dan orangnya harus dibunuh, padahal orang kafir bilang, orang
lain itu yg salah, mereka yg kafir itulah yg benar :)))
Bagi kita orang yang beragama, iman merupakan ungkapan keyakinan yang
mendalam yang sungguh percaya akan adanya Tuhan dan kekuasaannya. Bagi seorang
atheist, bhw orang yg percaya adanya tuhan itu merupakan perbuatan yg bodoh.
Itulah imannya.
Salam,
Ambon <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Iman berkaitan dengan pengakuan adanya tuhan, dewa-dewi, arwa, jin
etc. Sedangkan kaum atheis itu tidak percaya adanya tuhan atau dewa-dewi, jadi
tentunya tidak memiliki iman.
----- Original Message -----
From: Tanribra Gandranata EDDY
To: [email protected]
Sent: Friday, December 29, 2006 6:20 PM
Subject: [mediacare] Renungan tahun baru 2007 : Apakah seorang Atheis itu
sesungguhnya juga seorang yang beriman?
Apakah seorang Atheis itu sesungguhnya juga seorang yang beriman?
Jika seseorang percaya bhwa atheisme itu adalah benar, maka ia sudah
menyatakan dirinya beriman, walaupun karena tidak percaya adanya Tuhan, tapi
sudah percaya tidak adanya Tuhan, sehingga timbul suatu iman ketidak percayaan
kepada Tuhan. Karenanya anda sudah melakukan suatu kepercayaan pada sesuatu
yang lain, hal ini bukan berarti tidak benar, tetapi itu juga benar adanya
menurut pemahamannya. Karena hal yang demikian identik seperti seorang
Kristiani, dia tidak percaya keberadaan Tuhannya Agama Hindu, maka dia tidak
percaya kepada agama Hindu, sehingga ia tidak mempunyai iman kepada Tuhannya
agama Hindu. Demikian juga sebaliknya.
Sesungguhnya kita harus juga memaklumi bahwa Tuhan tidak pernah menciptakan
keajaiban untuk meyakinkan Atheisme, karena karya-karya-Nya yang berupa hal2 yg
sederhana saja sudah cukup meyakinkan seseorang yang mencari-Nya.
Banyak orang bilang bahwa dengan hanya cukup sedikit filsafat saja akan
mengarahkan dan mengantarkan pikiran manusia pada Atheisme, namun dengan
filsafat yang mendalam akan membawa pikiran manusia menuju agama.
Karena pada saat pikiran manusia memperhatikan penyebab2 kedua yg tersebar
disana sini, ia kadang berhenti didalamnya, dan tidak mau berjalan lebih jauh
lagi, namun bila ia memperhatikan rangkaian penyebab itru saling terhubung dan
terkait bersama-sama, ia akan terbang menuju Penyelenggaraan Ilahi dan
Ketuhanan.
Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang berakal budi serta kebebasan,
dengan demikian Tuhan membiarkan diri-Nya dihakimi oleh manusia. Manusia boleh
tidak percaya dengan adanya Tuhan, itu juga kebebasan yang diberikan Tuhan
kepadanya.
Setiap individu diberikan akal budi dan kebebasan itu untuk digunakan, bukan
untuk diendapkan. Tapi bagi orang percaya, "Hidup" adalah sebutan paling indah
yang digunakan Alkitab bagi Allah, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang Hidup
:)))
~Selamat Tahun Baru 2007, By Eddy TG dari segala sumber ~
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
---------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.1.409 / Virus Database: 268.16.0/609 - Release Date: 12/29/2006
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com