REFLEKSI: Bubarkan Departemen Agama! http://www.suarapembaruan.com/News/2007/01/02/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY Pemerintah Diminta Kembalikan Sebagian Uang Jemaah Haji [JAKARTA] Kelaparan puluhan ribu jemaah haji Indonesia yang ternyata terulang hingga dua kali di Mina adalah akibat kezaliman yang tidak bisa diterima. Kejadian ini sungguh memilukan dan memalukan. Muhammadiyah mendesak pemerintah mengembalikan dana jemaah dan pejabat terkait didesak mengundurkan diri. Demikian dikatakan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin kepada Pembaruan, di Jakarta, Rabu (2/1). Dikatakan, seharusnya pemerintah sudah segera mengambil langkah-langkah antisipatif yang nyata setelah kelaparan menimpa jemaah haji saat wukuf di Arafah agar kejadian serupa tidak terjadi kembali saat jemaah mabit di Mina. "Mengingat Mina adalah kawasan berat dan aktivitas jemaah lebih berat karena harus melempar jumrah selama tiga hari. Saya mendesak pemerintah menunjukan tanggung jawabnya dengan mengembalikan sebagian dana yang telah disetor jemaah haji, dan pejabat terkait pelayanan haji mengundurkan diri dari jabatannya," ujarnya. PP Muhammadiyah berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera menelepon Raja Abdullah untuk membantu menyematkan jiwa puluhan ribu jemaah haji Indonesia, karena dalam situasi darurat seperti sekarang hanya itu yang dapat dilakukan. Minta Maaf Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi mengatakan, pemerintah harus berani meminta maaf kepada para jemaah haji Indonesia akibat tragedi keterlambatan pembagian makanan katering. "Ini keteledoran yang sangat serius dan tentunya menyakitkan hati para jemaah Indonesia yang sedang berdoa. Laparnya jemaah haji di Arafah mempunyai dimensi ganda, yakni hubungan hak kemanusiaan serta hubungan dengan Allah SWT. Jangan sampai laparnya jemaah Indomesia di Arafah, merupakan pertanda buruk untuk keadaan negeri kita," ujarnya. Permintaan maaf itu mestinya dilakukan pemerintah sebelum mereka kembali ke Tanah Air dengan harapan agar setibanya di Tanah Air mereka telah memaafkan pemerintah sehingga tidak ada ekses bala (bencana) di kemudian hari. jemaah haji yang baru kembali merupakan hamba Allah yang mustajhab doanya, "Semoga kita lebih berhati-hati," katanya. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Danny Setiawan mengkhawatirkan kondisi jemaah haji Indonesia yang kelaparan. Pasalnya, sekitar 37 ribu jemaah haji asal Indonesia itu berasal dari Jabar. "Saya minta agar kasus (kelaparan) tersebut menjadi perhatian dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) dan Departemen Agama sebagai penyelenggara ibadah haji," tuturnya. Dia meminta agar pihak-pihak yang terkait dengan kasus kelaparan jemaah haji Indonesia secara serius melakukan evaluasi. Terlebih, kasus ini merupakan yang pertama kali terjadi. "jemaah haji kita adalah yang terbanyak." [E-5/070/153/148] Last modified: 2/1/07
