Bung,
Konsep Reinkarnasi yang di tolak Agama Semit adalah yang menyatakan 
kelahiran kembali seorang "aku", padahal seorang "aku" adalah produk 
waktu, yang tak akan berulang. 
Di dalam Agama Semit, yang tersiklus kembali adalah ruh, bukan jiwa.
Hanya saja pengetahuan ini sangat khusus dan rahasia.

Abu Hurairah pernah berkata : " Rasulullah memberi aku dua karung 
ilmu, yang sekarung sudah kubuka untuk kalian. Yang sekarung lagi 
kalau aku buka niscaya kalian akan menghalalkan darahku".

Pengetahuan yang karung tertutup itulah yang sering berbenturan 
dengan pemahaman umat secara awam.

Sangat banyak ayat di AlQur'an yang penjelasan hakekatnya sangat 
mendukung terhadap siklus ruh.

Atau kitab kitab karya ulama sufi.

Perhatikan karya Jallauddin Rumi yang monumental "Matsnawi", yang 
dijuluki orang sebagai "Al Qur'an dari Persia".


Aku mati sebagai MINERAL dan menjadi TUMBUHAN,
Aku mati sebagai tumbuhan dan muncul sebagai HEWAN,
Aku mati sebagi hewan dan aku menjadi INSAN.
 
Mengapa aku mesti takut ?
Bilakah aku menjadi rendah karena kematian.?
Namun sekali lagi aku akan mati sebagai Insan, 
Untuk membumbung bersama para MALAIKATt yang direstui,
Bahkan dari tingkat malaikatpun aku harus wafat.
 
Segala akan binasa kecuali Tuhan.
Ketika jiwa Malikatku telah kukorbankan,
Aku akan menjadi SESUATU yang tak pernah terperikan oleh pikiran.
 
O biarkanlah aku tiada.! Karena Ketiadaan
Membisikkan nada dalam telinga.
Sesungguhnya kepadaNYAlah kita kembali
 
 
Matsnawi III, 3901
Jalaluddin Rumi


Mula mula dia muncul dalam alam benda mati,
Kemudian masuk ke dunia tumbuh tumbuhan dan hidup.
Bertahun tahun sebagai tetumbuhan, tak ingat lagi akan apa yang dia 
alami, lalu melangkah maju
 
Ke kehidupan hewan, dan sekali lagi tak ingat akan tetumbuhan itu.
Kecuali ketika dirinya tergerak senang, pada tetumbuhan di musim 
bunga bunga berkembang.
Seperti bayi bayi yang mencari puting susu dan tak tahu mengapa.
 
Sekali lagi Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana, sebagaimana engkau 
ketahui.
Memindahkannya dari alam hewani ke tingkat Manusia, 
demikianlah dari satu alam ke alam lainnya, dia bergerak, dia 
menjadi pandai, cerdik dan bijak, sebagaimana dia kini.
Tak terkenang lagi akan keadaan sebelumnya, dan dari jiwanya yang 
sekarangpun dia akan dirubah pula.
 
Sekalipun dia tertidur, Tuhan tidak akan membiarkannya dalam 
kelalaian ini.
Ketika dia terjaga, dia akan tertawa mengingat mimpi mimpi yang 
menyusahkannya,
serta terheran heran betapa bahagia kehidupannya.
Dia dapat melupakan dan tak merasakan bahwa seluruh kesusahan dan 
kesengsaraan itu akibat dari dari tidur,
dan tipu muslihat serta ilusi yang sia sia.
 
Maka dunia ini akan tampak abadi, meskipun itu hanyalah mimpi orang 
yang tertidur,
Yang ketika hari yang telah ditetapkan tiba, akan melarikan diri 
dari bayang bayang gelap yang menghantuinya,
Dan berpaling sambil menertawakan momok kesedihannya ketika dia 
melihat tempat tinggalnya yang abadi lestari.
 
 
Mastnawi IV, 3637
Jalaludin Rumi



 
Wallahualam Bisshawab

Salam Persaudaraan 
Turnang Jamal




--- In [email protected], BeachBoy BaliAsli 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Luar biasa kajian mas turnangjamal ...
>    
>   Kalo memang demikian hakekat dan makna yang termaktub di dalam 
Konsep Qurban, saya hanya bisa katakan bahwa itu mengadopsi konsep 
Reinkarnasi yang selama ini keberadaannya ditolak oleh agama2 Semit. 
Ataukah memang demikian cara mengaburkan sebuah ajaran untuk 
menciptakan ajaran baru
>    
>   Itulah hukumnya penyebaran agama
>    
>   beachboy
> 
> turnangjamal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Assalamualaikum Wr. Wb,
> Kita sudah melaksanakan Hari Raya Idhul Adha, dimana pada hari 
Raya 
> itu kita juga melakukan ibadah Qurban.
> Yaitu meneyembelih hewan tertentu sebagai Qurban. 
> Tetapi pernahkah kita mencoba merenungi lebih dalam makna Qurban 
> itu..??
> 
> Sebagian besar umat menganggap bahwa qurban adalah identik dengan 
> bersedekah kambing kepada kaum miskin yang kurang mampu.
> Ada pula sebagian yang berpikir bahwa qurban identik dengan 
> penyembelihan sifat sifat kebinatangan di dalam diri kita.
> Apakah hanya seperti itu makna Qurban ..?
> 
> Mengapa kita tidak mau berpikir sebentar saja, dan mengkaji lebih 
> dalam lagi
> 
> Pernahkah kita berpikir, mengapa Allah SWT memberi perintah yang 
> kejam pada Nabi Ibrahim..untuk menyembelih putranya..?
> Dan mengapa pula Nabi Ibrahim tidak mengartikan itu sebagai 
perintah 
> iblis..?
> 
> Mengapa Ibadah Qurban berbarengan dengan Ibadah HAJI..?
> 
> Mengapa Qurban tidak boleh diganti dengan ayam yang harga nya 
> senilai dengan kambing.? Misal 100 ekor ayam..? 
> Padahal ayam lebih digemari daripada kambing atau sapi atau onta .
> Mengapa harus Kambing ,Onta atau Sapi..?
> 
> Atau mengapa tidak bisa digantikan dengan uang yang relatif lebih 
> mudah ditangani dan lebih bermanfaat daripada daging..? bahkan 
> dengan uang mereka juga bisa beli daging kambing dll
> 
> Tidakkah kalian mau berpikir sebentar saja..!!!????
> 
> Sesungguhnya ada sesuatu yang sangat mengagumkan di dalam ajaran 
> ibadah Qurban, kalian akan terkagum
> kagum kepada ajaran Nabi Ibrahim AS itu apabila tahu rahasia di 
> dalamnya. 
> Ada suatu pelajaran penting tentang keseimbangan ekosistim di muka 
> bumi, yang dapat kita temui di dalam ibadah Qurban
> 
> Mari kita sedikit mengkajinya. 
> 
> Pada tataran kesadaran fisikal, ibadah Qurban dimaknai sebagai 
> tindakan untuk "menyebelih sifat sifat kebinatangan"
> Pada tataran kesadaran Qalbu, ibadah Qurban bisa dimaknai sebagai 
> tindakan pengungkapan kasih sayang kepada kaum Dhuafa,dengan 
> berbagi kebahagian untuk menikmati daging.
> 
> Apakah hanya segitu saja makna Qurban..?
> 
> Mari kita tingkatkan satu lapis lagi kesadaran kita, yaitu tataran 
> Kesadaran Ruh, maka kalian akan melihat bagaimana pergerakan ruh 
> para Haji yang mabrur itu. Demikian juga pergerakan ruh para hewan 
> Qurban.
> 
> Menyembelih sifat kebinatangan, apa cukup hanya dengan menyembelih 
> hewan Qurban..? tentu saja tidak .!!
> Pengungkapan kasih sayang kepada sesama manusia, kaum dhuafa, 
dengan 
> berbagi sedekah daging...kenapa tidak daging ayam saja..? Atau 
> kenapa tidak diganti uang saja ..? Lebih praktis dan lebih luas 
> penggunaanya daripada sekedar menikmati daging bukan.??!!
> 
> Tidak ..sekali kali tidak..!
> 
> Meskipun daging Qurban, menumpuk tak terbagikan di Arab Saudi,( 
> mubazir ) tetapi Qurban tetap tidak bisa diganti dengan uang. 
> Meskipun sebagian ulama fiqih mencoba mengganti Qurban dengan uang 
> untuk dikirim ke Aceh pasca Tsunami, maka ulama ulama sufi 
melarang.
> 
> Ibadah Qurban memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekedar 
> nilai peyembelihan sifat kebinatangan atau berbagi bagi daging. 
> Dimensi ibadah qurban itu menggapai dimensi ruh daripada hewan 
hewan 
> Qurban itu.
> Ya, selain memberikan efek kepada kita manusia yang berkurban, 
> qurban juga memberi efek kepada hewan hewan yang kita qurbankan
> 
> Hewan hewan Qurban yang dipilih adalah hewan hewan tertentu, 
> dan..harus yang sempurna tanpa cacat.
> Karena hewan hewan ini akan memasuki "surganya", yaitu mewujud dan 
> terlahir di alam kesadaran manusia sebagai manusia baru pada 
strata 
> sosial dan peradaban yang sesuai.
> 
> Hewan hewan qurban itu dipilih dari hewan spesies "tingkat" 
(maqam) 
> tinggi yang sudah mendekati tingkatan spesies manusia.
> Jadi ayam ayam atau sejenisnya, tidak dimasukkan sebagai hewan 
> Qurban , karena belum mendekati tingkat/maqam manusia.
> 
> Lalu mengapa harus ada Qurban..?
> 
> Ingatlah bahwa Nabi Ibrahim di turunkan wahyu 
> untuk "menyembelih"puteranya. 
> Tentu saja maknanya peristiwa itu bukan meyembelih yang 
sebenarnya. 
> 
> ( Note : Ajaran agama yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa 
> verbal dan akal manusia pada jamannya , biasanya disampaikan dalam 
> bentuk simbol simbol/cerita cerita. demikian juga tentang kisah 
Nabi 
> Ibrahim dan Nabi Ismail itu.)
> 
> Tetapi beliau diperintahkan untuk mencari pengganti posisi dirinya 
> yang sudah mabrur.
> 
> Beliau memberikan pelajaran kepada kita bagaimana siklus ekosistim 
> terbentuk. 
> Bahwa manusia yang sudah memasuki plane of eksistensi yang non 
> material, dengan kata lain alam surgawi, kelak ketika mati, mereka 
> tidak akan tersiklus lagi di alam material bumi. 
> Manusia yang sudah mabrur , sudah lagi bukan milik bumi, maka dia 
> tidak akan terlahir dan tersiklus lagi di muka bumi.
> 
> Maka dibutuhkan pengganti mereka, untuk menjaga keseimbangan 
> spesies , karena jumlah manusia akan menyusut bila semakin banyak 
> manusia yang berhasil mabrur dan lepas dari siklus bumi. 
> Tentu saja secara alamiah siklus itu juga terjadi, bukan hanya 
saat 
> ibadah Haji dan Qurban saja. Tetapi ketika Islam memberi saluran 
> bagi mahluk berkesadaran manusia, untuk berjalan memasuki plane of 
> eksistensi yang lebih tinggi.. (merekalah Haji yang
> mabrur. Maka Islam pun memberi jalan pula bagi mahluk Allah yang 
> masih di alam kegelapan hewani , untuk masuk ke plane of 
eksistensi 
> alam kesadaran (manusia)....merekalah para hewan qurban itu..yang 
> akan menjadi para pejalan baru (khalifah ) di muka bumi.
> Mereka akan terlahir pada strata awal tingkat kehidupan manusia.
> 
> Pada kisah Qurban Nabi Ibrahim , awalnya Nabi Ibrahim 
mengisyaratkan 
> akan menyembelih putranya, tetapi kemudian diganti dengan seekor 
> domba .
> 
> Ini mempunyai makna, domba itu mengganti posisi manusia di muka 
> bumi, dia akan mewujud dan terlahir lagi di alam kesadaran manusia 
> sebagai manusia baru. Sementara sang nabi sudah menjadi milik alam 
> surgawi. posisinya di muka bumi sudah tergantikan oleh hewan 
qurban 
> tadi , sebagai "manusia baru"
> 
> Domba itu dengan kekuatan keikhlasan si PengQurban kepada Allah 
SWT, 
> ditarik memasuki "medan morphis" spesies manusia. (note : pelajari 
> mengenai Medan Morphis Rupert Sheldrake ).
> 
> Dengan begitu kelangsungan kekhalifahan spesies manusia di muka 
bumi 
> tetap terjaga sampai akhir jaman. Dan menutup kemungkinan bumi 
akan 
> dikuasai lagi oleh mahluk mahluk berkesadaran rendah seperti 
> Dinosaurus dsb.
> 
> Semua itu adalah wahyu yang turun karena Nabi Ibrahim bermunajat 
> kepada Allah SWT, tentang bagaimana Allah menciptakan manusia. Dan 
> Allah menjawab dengan menurunkan wahyu itu.
> 
> Kaitannya Qurban dengan ibadah Haji, 
> Seperti halnya Nabi Ismail yang digantikan domba, maka para "Haji 
> yang Mabrur" juga harus digantikan posisinya.Karena kalau 
para "Haji 
> yang Mabrur" tidak tergantikan, maka keseimbangan alam akan 
guncang 
> pada suatu masa, karena jumlah manusia akan susut nantinya kalau 
> banyak manusia yang sudah berhasil berevolusi mencapai tingkatan 
non 
> fisikal.
> 
> Nah begitulah sedikit renungan pengkajian ibadah Qurban dari sudut 
> pandan Esoteris Islam, maka jangan bingung lagi mengapa Allah SWT 
> memerintahkan seorang Nabi menyembelih Puteranya sendiri.
> Kalau itu diartikan letterlijk maka dengan mudah kita akan 
> mengartikan itu adalah perintah dari iblis.
> 
> Dan jangan lagi beranggapan bahwa Qurban identik 
dengan "menyembelih 
> sifat hewan dalam diri", 
> Pula jangan lah hanya mengartikan Qurban hanya sekadar bagi bagi 
> daging seperti halnya sedeqah, terlalu enteng.!
> 
> Itulah makanya Islam pantas disebut rahmatan lil alamin, Islam 
yang 
> menyentuh semua lapisan plane of eksistensi di alam raya ini 
sangat 
> perduli terhadap keseimbangan ekosistim seluruh alam semesta.
> 
> Setelah mata fisik terbuka ..
> Setelah mata fikir terbuka ..
> setelah mata qalbu terbuka..
> Bukalah mata ruh mu, sehingga kau akan melihat rahasia rahasia itu.
> Sampai kelak tibalah persatuanmu dengan Dia yang Maha Haq.
> 
> MAKA KETAHUILAH, ADA MAKNA MAKNA YANG SANGAT DALAM DI DALAM SEMUA
> CERITA CERITA, DAN SYARIAT AGAMA ISLAM.
> 
> Selamat datang wahai para hewan Qurban..!!
> Kalian memulai perjalanan pencarian di muka bumi ini sebagai 
> Khalifah, menggantikan para Haji yang mabrur itu..!! 
> Sebagaimana domba Nabi Ibrahim menggantikan posisi Nabi Ismail AS.
> 
> Selamat jalan wahai para Haji yang Mabrur, kalian tetap betubuh 
> fisikal di muka bumi ini, tetapi jiwa kalian sudah memasuki alam 
> dimensi surgawi.
> 
> Maka rantai kehidupanpun tetap terjaga, dan Sang Ibu bumipun 
> tersenyum melihat anak anaknya yang sudah Mabrur, dan terbang 
> menjadi anak anak surgawi,
> Sang Ibu bumi pun tersenyum pula melihat anak anaknya dari alam 
> hewani yang muncul sebagai bayi bayi manusia baru
> dan akan menjadi khalifah yang mengurus sang ibu Bumi.
> 
> Tidakkah kalian mau berpikir sebentar saja..???
> 
> Aku persembahkan satu karya Rumi dibawah ini buat rekan,:
> 
> PENDAKIAN JIWA
> 
> Aku mati sebagai MINERAL dan menjadi TUMBUHAN,
> Aku mati sebagai tumbuhan dan muncul sebagai HEWAN,
> Aku mati sebagi hewan dan aku menjadi INSAN.
> 
> Mengapa aku mesti takut ?
> Bilakah aku menjadi rendah karena kematian.?
> Namun sekali lagi aku akan mati sebagai Insan,
> Untuk membumbung bersama para MALAIKATt yang direstui,
> Bahkan dari tingkat malaikatpun aku harus wafat.
> 
> Segala akan binasa kecuali Tuhan.
> Ketika jiwa Malikatku telah kukorbankan,
> Aku akan menjadi SESUATU yang tak pernah terperikan oleh pikiran.
> 
> O biarkanlah aku tiada.! Karena Ketiadaan
> Membisikkan nada dalam telinga.
> Sesungguhnya kepadaNYAlah kita kembali
> 
> Matsnawi III, 3901
> Jalaluddin Rumi
> 
> Wallahualam Bisshowab 
> 
> Salam Persaudaraan 
> TurnangJamal
> 
> 
> 
>          
> 
>  __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke