ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: catatan yg baik pak Agussyafii, umum nya memang orang kecil yg sering merasa peka pada penderitaan sesama, karena apa ? karena mereka hidup didalam nya, mereka bisa merasakan betapa sengsaranya bila kita sakit tetapi tidak mampu berobat, mereka bisa merasakan perih melilit perutnya org yg lapar, mereka bisa merasakan betapa sepi, mengerikan dan menyiksanya hidup tanpa impian2 masa depan, sedang bagi orang yg lahir hidup dengan kemewahan dan sudah terbiasa hidup serba kecukupan mereka sama sekali tidak tau penderitaan org lain karena mereka tidak berkesempatan utk merasakan nya. Temen saya di sini (usa) pernah sampe stress berat karena telat menghias kuku2 jarinya, dia meratap seperti menyesali hidupnya yg sangat menderita, besok adalah hari ulang tahun pacarnya dan temen saya belum bisa pergi ke salon utk menghias kuku2 nya utk bisa tampil lebih cantik, temen saya tidak tau betapa menderitanya orang2 yg kehilangan jari2 nya, temen saya tidak bisa merasakan kebanggaan petani2 wanita yg tangan nya begitu kuat dan cekatan menanam padi dan menuai nya utk kehidupan....temen saya adalah manusia yg gagal dalam menikmati kebahagiaan yg sejati. Saya sendiri lebih suka hidup di tengah2 orang2 "kecil" didunia ini kita bisa belajar menghargai kebahagiaan2 kecil sebagai anugrah kehidupan, ketika saya mengalami hidup di dunia jet set (orang2 besar?) saya merasa kesunyian yg menyiksa, mereka hanya perduli cigar (cerutu) apa yg terbaik didunia, liburan kemana yg paling berkesan, para wanita nya hanya pandai berdiskusi soal plastik surgery, fashions, dan para pria menyesaki benak mereka dengan kebanggaan dengan stock holder, portfolio, stock market investing dan tetek bengek yg berbau kekayaan.....tak ada satupun yg berminat utk melakukan misi kemanusiaan...mereka terlalu sibuk dengan limpahan kekayaan nya. Orang2 kaya ( konglomerat) di usa yg begitu peka terhadap kemiskinan adalah mereka2 yg berasal dari orang2 miskin seperti Oprah contohnya, tetapi bukan berarti orang2 "besar" tidak bisa menjadi peka, banyak orang2 kaya yg mengayomi dan membantu kemiskinan karena mereka mau belajar dan membuka hati nuraninya utk melihat penderitaan sesama, tentu saja sikap ini tidak bisa didapatkan dari universitas manapun, hrs tumbuh dari dalam nalarnya sendiri. CAN WE THE PEOPLE MAKE A DIFFERENCE IN WORLD PEACE OR SOME ONE ELSE' S LIFE? You bet we can ! and specially in times like these, every voice counts, some quick thought, we can always expressing our opinions on social issues, communicate with people, what and how we communicate it can really make a huge difference. Bila kita tidak berkomunikasi, kita tidak akan tau bagaimana kita bisa merubah nasib kita atau bangsa dan negara kita umum nya. salam' O
agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kenapa Selalu Orang Kecil Yang Melakukannya? Begitulah pertanyaan seorang sahabat menanggapi postingan tulisan saya yang berjudul tukang cukur. Dia bertutur, dia pernah menjumpai seorang tukang roti yang menyisihkan hasil jualannya yang tidak seberapa untuk menyelawat sementara ada orang didalam mobil mewah cuman melambaikan tangannya. Saya katakan padanya itu bukan orang kecil atau orang besar, juga bukan orang miskin atau orang kaya. Tapi itu tentang pemahaman orang tentang tujuan hidupnya yang hakiki. ada orang yang tahu tujuan hidupnya dan ada yang tidak tahu tujuan hidupnya, sehingga bagi orang yang tahu apa tujuan hidupnya dia dengan mudah melakukan atau menyisihkan rizkinya biarpun itu sedikit. Kekayaan atau kemiskinan bukanlah penghalang bagi orang-orang yang memiliki tujuan hidup untuk berbuat baik. Wassalam, Agussyafii http://agussyafii.blogspot.com _________________________ SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita Yahoo! Groups Links __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
