Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, rekan-rekan sekalian. Inilah saat yang ditunggu-
tunggu oleh kita semua. Saya akan menyampaikan, sesuatu yang sangat
sangat penting, dan...hal yang dianggap akan menjadi hal yang
strategis untuk siapapun yang menginginkan perubahan.

Saya mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh
civitas santri daarut tauhiid, andaikata keputusan yang aa ambil ini
membuat banyak ketidaknyamanan. Pertama, ketidaknyamanan perasaan
karena informasi yang kurang jelas. Yang kedua,
ketidaknyamanan. ..karena mungkin bertentangan dengan sebagian
keyakinan. Yang ketiga, karena akan ada dampak bagi Daarut Tauhiid,
MQ maupun Kopontren.

Keputusan berpoligami ini bukan hal yang ringan, saya sadar
sepenuhnya akan dampak (baik dan buruknya). 5 tahun dibahas,
prolognya sudah sering dibacakan, apa gerangan alasannya, mengapa
mengambil resiko yang sangat besar seperti ini? Pertama, kita lihat
bahwa...kata poligami bagi sebagian masyarakat indonesia masih
dianggap sesuatu perilaku yang buruk. Tidak heran bila ibu-ibu
memberi nasihat..."Jangan berpoligami. ..!"

Apalagi dengan adanya kejadian ini, sms yang... -sebagian sms yang
saya lihat-...ibu- ibu yang begitu marahnya, sampai mau meludahi,
memukul kalau bertemu AA, buku-buku disobek, potret tidak mau
dilihat. Ini adalah bukan hal yang membuat kita emosi, tapi ini peta
(?tidak terdengar jelas), betapa belum semua orang bisa siap
mendengar kata poligami.

Ini menjadi pikiran...shalat jalan, shaum jalan, haji, umrah...tapi
ketika mendengar kata poligami...tersenga t. Menjadi marah,
menjadi...ghibah, seakan ada hukum Allah yang salah. Saya
mengerti...bahwa wanita begitu berat mendengar kata ini, dan ini
manusiawi. Tetapi...manjadi tidak yakin kepada kebenaran, khususnya
yang satu ini, menjadi memaki, memusuhi...ini yang harus kita bantu
perbaiki.

Kita lihat juga, pada saat yang sama, pergaulan bebas, perzinahan,
ttm...menjadi. ..sepertinya bukan sebuah perilaku buruk, masyarakat
makin permissive terhadap hal ini. Saya sebetulnya menunggu akan ada
tokoh yang berani mengubah paradigma ini, seperti zaman jilbab dulu.

Saudaraku sekalian, sesudah istikharah hampir satu tahun,
maka...walaupun mungkin ada banyak kekurangan dan kesalahan di dalam
pengambilan keputusan ini, saya memilih untuk melakukannya. Mengapa
baru diumumkan sekarang? seperti halnya sepak bola, karena ini
membutuhkan tim yang tangguh, saya harus menanti saat tim saya
kuat...Teh Ninih, Anak-anak, Orang Tua. Besar harapan, Allah membuka
waktunya, dan Alhamdulillah, pertolongan Allah...kemarin diberi
kesempatan dibuka waktunya.

Satu...hikmahnya, bagi saya pribadi, ini saat yang paling tepat untuk
menguji apakah selama ini saya menikmati pujian, penghargaan,
popularitas, penghormatan, atau saya berjuang karena ingin sesuatu
yang saya yakini benar. Alhamdulillah, dengan adanya situasi ini,
betapa banyak perhatian dalam aneka bentuk, caci maki, kutukan,
ancaman...dan saya sependapat seperti yang dikatakan pak Miftah
Faridl, kita harus ikhlas menerima caci maki ini, andai kata kita
benar-benar mau komit. Alhamdulillah. ..

Hikmah yang kedua, inilah kesempatan bagi masyarakat. Saya ingin
tahu, dakwah saya selama ini mengajak orang komit kepada hukum
Allah, aturan Allah, atau baru komit kepada suka Abdullah
Gymnastiar. Kalau dia komit kepada hukum, berarti tidak ada masalah.
Ini hal yang halal, ini hal yang dibolehkan, bukan dianjurkan.. .ini
hal yang, juga Rasulullah tidak melarang, sahabat juga melakukan.
Ini hal yang, aturan negara juga memberikan peluang. Ini bukan
kejahatan, ini bukan zina, ini bukan selingkuh... INI HALAL!!
Sesuatu yang halal, sesuatu yang boleh, tetapi mengapa sebagian
orang sampai seperti itu kata-katanya? Berarti...saya dakwah belum
berhasil membuat orang lebih yakin kepada kebenaran dari Allah, baru
sampai kepada figur AA Gym. Ini baik hadirin, untuk menguji sampai
sejauh mana efek dakwah.

Bagi saya pribadi, ini cobaan yang luar biasa mantapnya. Ternyata,
poligami tidak semudah diucap. Setiap hari teruji sekali, bagaimana
2 istri ini dari sudut yang berbeda? belum lagi anak-anak, belum lagi
masyarakat.. .menguras. ..AA pemula belum pernah berpoligami
sebelumnya. Guru-guru saya juga jarang yang berpoligami terbuka.
Adayang nasihat diam-diam, ada yang memberi nasehat bagus...belum
juga. Jadi, untuk terbuka secara nasional, belum ada gurunya. Dan
ini tidak mudah, hadirin. Kalau ada gurunya mungkin lebih mudah.

Tetapi, saya yakin, saya bukan melakukan kejahatan. Saya tidak
melakukan kemaksiatan, ini legal, ini halal...Bismillah. Hikmahnya,
jadi lebih sungguh-sungguh bergantung kepada ALlah. Kepada siapa
lagi, selain kepada ALLAH? Maha suci ALlah, mudah2an besok lusa akan
nampak karunia ALlah lainnya bagaimana kita sudah serius
menggantungkan kepada Allah.

Hikmah untuk istri saya. Adayang bertanya..." AA Gym kurang apa teh
Ninih? Teh Ninih baik, pandai, sholehah, cantik." Sulit saya
mengemukakan. ..ini adalah tanda cinta saya kepada istri saya. Saya
tahu istri saya sangat baik, dan saya ingin istri saya menjadi lebih
baik. Saya rindu melihat teh Ninih menjadi bidadari di sorga
kelak...dan saya tahu...saya adalah salah satu penghalang yang
membuat teteh bisa mencintai Allah sepenuh hati. Siapa suami yang
tidak rindu istrinya menjadi pecinta Allah? Saya pasti mati...Apa
yang bisa dilakukan oleh seorang suami yang cinta ke istrinya,
kecuali ingin menjadi pecinta Allah yang dapat menjamin dirinya.
Tapi, saya susah menjelaskan ini kepada umum. Saya tahu istri saya
akan sakit. Tetapi seperti yang disuntik vitamin, mungkin sakit
sebentar, besok lusa dia akan lebih kuat. Kalau saya nanti mati,
mudah2an inilah warisan terbaik sebagai tanda cinta saya kepada
istri saya...Saya percaya betul teteh akan kuat.

Ayahnya ulama, nenek-kakeknya ulama, adik-kakaknya orang-orang yang
terjaga, dia didoakan banyak orang. Saya tahu bagaimana teteh bangun
malam. Saya ingin teteh hanya mencintai Allah daripada mencintai
saya (AA Gym berbicara sambil menangis). Ini benar hadirin...(pada
bagian ini, terdapat jeda beberapa detik, karena AA Gym dipeluk oleh
seorang koleganya, dan terdengar juga suara tangisan AA Gym.

Sebetulnya, di bagian ini, jika mendengarkan rekamannya lebih
mengharukan daripada sekedar tulisan di sini. Karena emosinya lebih
terdengar, dan pada beberapa bagian kalimat, AA Gym berbicara sambil
menangis).

Susahsaya mengungkapan dengan bahasa umum...

Mudah2an besok lusa, cita-cita saya, teteh selama di bumi ini
menjadi ulama wanita, yang benar2 sesuai perkataan dan perbuatannya.
Saya lihat umat terlalu banyak berkiblat kepada saya, ini tidak
sehat. Jarang ada ulama wanita yang begitu penuh(?). Saya harus
menggeser cinta para muslimah, mungkin lebih tepat kepada figur
seorang ulama wanita. Saya siap menerima caci maki, saya siap dihina
orang, saya siap dijauhi orang...mudah2an Allah menerima ini sebagai
tanda cinta saya kepada teh Ninih, cinta saya kepada ummat, untuk
mendapat figur yang lebih tepat. Wallahualam, Allah lah yang
Maha Tahu. Hanya waktu yang akan memberikan bukti ini.

Mengapa saya berbuat kejam kepada anak2 saya? Bukan kejam. Siapa
yang lebih mencintai anaknya selain orangtuanya sendiri? Apakah
cinta dengan dibiarkan dia tidak mengenal kebenaran? Apakah cinta
dibiarkan dengan segala sesuatu yang enak? Saya ingin anak saya
tidak (pernah/terlalu? ) mengatakan sesuatu yang salah tentang hukum
Allah. Dia harus mengatakan bahwa ini adalah hukum Allah. Nggak
boleh dicacati hati ini terhadap kebenaran dari Allah. Tidak mungkin
Allah membolehkan sesuatu yang akan mencelakakan manusia. Tidak
mungkin Allah memberikan aturan yang akan mencelakakan dan
membinasakan, Allah yang paling tahu tentang manusia.

Saya tahu luka hati Gaida, Ghazi dan beraat sekali bagi saya. Tapi,
saya percaya sepenuhnya saya tidak berbuat jahat. Ini adalah
kebenaran yang tidak umum dilakukan. Alhamdulillah. Dan saya ingin
anak-anak saya kuat, terlatih menghadapi yang sulit. Selama ini
enak, dipuji, dihargai. Mereka akan menghadapi teman-temannya,
lingkungannya. Saya ingin mereka kuat menjadi anak-anak yang kuat,
dan mereka harus belajar berbagi kebahagiaan dengan yang lain.

Alhamdulillah. Tadi pagi sebelum anak-anak pergi ke sekolah...katakan
Anakku untuk bapakmu..."harus kuat pak, harus kuat..". Anak-anak
memberikan dukungan luar biasa. Saya dapat sms dari gurunya..."Anak-
anak AA kuat dan tegar, di sekolah biasa, walaupun saya tahu
biasanya yang lain terpuruk".

Saya percaya pertolongan Allah, bahwa Allah tidak akan menyia-
nyiakan. Untuk daarut tauhiid, inilah saatnya, saudara lebih banyak
bergantung kepada Allah daripada kepada Abdullah Gymnastiar. Mungkin
akan ada penurunan jumlah jama'ah yang datang, pelatihan,
pembeli...kalau saudara bergantung kepada Abdullah Gymnastiar,
inilah saatnya saudara kecewa. Yang membagi rezeki bukanlah saya,
Allah yang maha kuasa. Kita sudah sering mengatakan," suatu saat
jangan bergantung kepada AA". Inilah saatnya. Yang
daftar ke MQ Travel ada yang membatalkan, TIDAK APA-APA, BAGUS!!
MEREKA HARUS LURUS NIATNYA!! Bukan karena AA Gym, HARUS KARENA
ALLAH!!. Tamu ada yang membatalkan datang ke sini..ITU BAGUS!!
Mereka tidak boleh datang karena manusia, mereka harus datang karena
mau mencari ilmu, mencari kebenaran. Saya tidak melihat kerugian
dengan berkurangnya orang datang, berkurangnya transaksi jual beli,
disanalah keberuntungan dari ALlah, agar kita bener-bener tauhiid
nya lurus.

Bagi kaum muslimah, yang takut suaminya menikah lagi, yang tiba-tiba
menjadi benci kepada teh Rini... Teh Rini hanyalah seorang makhluk
yang ditakdirkan oleh Allah menjadi bagian dari terjadinya ketentuan
ini. Insya Allah, suatu saat mudah2an teh Ninih bisa menjelaskan apa
hikmahnya. Apakah saudara benci kepada sesama wanita sendiri, dengki
sehingga seperti yang dikatakan pak Miftah Faridl, berbuat
sadis...orang yang berghibah itu orang yang dianggap sadis, karena
seperti memakan daging bangkai saudaranya sendiri. Ini ujian
keimanan bagi AKhwat. Bagi lelaki, ikhwan di daarut tauhiid, ini
juga ujian keimanan, apakah serta merta ingin melakukan hal
yang sama, padahal tidak tahu ilmunya?

Bagi ummat, ini adalah saatnya, mengetes apakah yang dicari selama
ini hanya sesuatu yang enak, sesuai dengan seleranya, atau yang
dicari yang benar menurut ALlah SWT. Mengapa begitu marah kepada
saya? Karena tidak sesuai dengan harapannya. Harusnya, ummat
menginginkan saya sesuai dengan harapan Allah, bukan harapannya.
Alhamdulillah, akan ada saatnya sebagian orang tidak mau
mendengar,menjauh, marah...tetapi saya percaya setiap hati itu
adalah dalam genggaman Allah. Saat ini benci, belum tentu besok akan
benci. Saat ini mencaci, belum tentu besok akan mencaci. Mengapa?
Karena yang menanamkan cinta bukanlah rekayasa kita, yang menanamkan
cinta hanyalah Allah SWT. Insya Allah, bagi saya tidak ada masalah,
dihina, dicaci, dikutuk, diancam...ini adalah bagian yang belum
pernah saya jalani selama ini.

Saudaraku sekalian, ini akan berproses beberapa waktu. Kalau saudara
mengharapkan pertolongan ALlah dan ikhlas, semuanya menjadi mudah.
Kalau saudara mencintai dunia, mencintai pujian, penghargaan,
bergantung kepada makhluk...inilah saat yang terberat yang saudara
jalani. Barang siapa yang Allah baginya, Hasbiyallah wa ni'mal
wakil, ni'mal maula wa ni'mal nassir.

Saudaraku sekalian, mudah2an kedepan dengan ijin ALlah akan terbukti,
bentuk cinta seorang suami kepada keluarganya, kepada ummatnya, Insya
ALlah. Saya harus kuat menjaga keikhlasan ini, saudarapun teruji
kesetiaan, cinta kepada AA. Saya tidak berharap agar rekan2
mencintai, membela saya...Jangankan kepada rekan2, kepada teh Ninih
saja..."Mamah, AA tidak menuntut mamah melakukan apapun untuk
keputusan yang AA ambil ini". Karena tidak bisa diungkapkan sekarang
hikmahnya. Mudah2an rekan2 memaklumi, memaafkan, dan siap. Inilah
babak baru dalam kehidupan saya, mungkin satu-dua tahun ini akan
latihan mengembangkan kemampuan. Sebagai penggantinya, mudah2an ibu2
akan...tempat saya digunakan oleh teh Ninih.

Mudah2an akan ada figur ulama lain yang bisa mengisi kekosongan ini,
pada saatnya mudah2an AA Gym yang tampil lebih layak disebut ulama
daripada sekarang ini yang hanya baru belajar berdakwah biasa. Saya
membutuhkan situasi dimana teruji keikhlasan, teruji kegigihan,
konsisten dalam kebenaran, apakah karena ALlah ataukah karena
mencari kedudukan kepada manusia.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb.

Penjelasan Teh Ninih dan Alasan AA Gym Memilih Teh Rini

Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. ..

Maha suci Allah, yang melembutkan hati-hati kita. Mudah-mudahan
dengan kelembutan hati, Allah menuntun kita agar kita mudah untuk
menerima kebenaran. Terima kasih AA...saya pribadi merasa bersyukur
memiliki suami yang diberikan karunia yang sangat besar, bisa
mengenal Allah sejak sebelum menikah. Dan saya...banyak evaluasi
untuk saya sebagai istri, kurang terima kasih saya kepada suami,
sehingga dengan pernikahan 20 tahun, walaupun saya sebagai istri
sudah mulai dikenalkan dengan Allah oleh orang tua, tetapi
untuk langsung bisa mempraktekan, Alhamdulillah, syariatnya lewat AA.
Hakikatnya Allah SWT yang sayang, Allah memilih AA.

Perjalanan 20 tahun menikah penuh dengan liku, kadang sering tidak
setuju dengan apa yang AA lakukan. Berawal dari bagaimana AA selalu
melatih istri untuk tidak cinta dunia. Sempat terpikir, "Kenapa AA
seperti ini, kok nyiksa istri...?". Tetapi, subhanallah, dengan
kesabaran AA, sebagai suami begitu paham perasaan istri. Dan 20
tahun kemudian, inilah saatnya, latihan demi latihan yang luar biasa
ujian besar. Di saat istri sangat cinta kepada suami, karena suami
sedang diuji dengan penghormatan, dan suami juga selalu memuji
istri. Nah, pada saat inilah, subhanallah, Allah mendatangkan
kejadian yang menguji keikhlasan istri. Maka yang pertama kali,
hikmah dari kejadian ini, "Ya Allah, saya sedang diuji dengan
kemudahan, dengan penghormatan" . Dan suami begitu bangga kepada
saya, kadang terucap dalam hati, dalam pikiran..."inilah saya yang
paling hebat, yang bisa mengantarkan suami saya menjadi hebat
seperti ini"...Allah nggak suka, Allah Maha Cemburu..."Bukan karena
engkau...", bukan karena saya sebagai istri, tapi Allah yang
menuntun, Allah yang memberikan kekuatan kepada suami. Maka, Allah
mendatangkan seorang wanita yang AA pilih sebagai istrinya.

Awalnya, hancurlah sudah perasaan diriku...tapi, subhanallah, terus
minta kepada Allah...oh, ternyata nggak ada yang hebat, tidak ada
yang hebat, yang hebat hanya Allah. Itulah ujian keikhlasan,
sehingga akhirnya...ketika tahu bahwa AA sudah menikah, subhanallah,
pasti ini ada hikmahnya, pasti ada hikmahnya. Langsung merujuk
apakah ini akan mengikuti nafsu saya takut
kehilangan.. .kehilangan. ..nama istri AA Gym yang hebat, atau
merujuk kepada hukum Allah. Istikharah, sujud, minta tolong, sambil
menangis...dan, subhanallah, ketika hati kita lembut, itu terasa
sekali penghambaan kita kepada Allah, minta yang terbaik...minta
yang terbaik. Dan, Allah membukakan hati bahwa apa yang dilakukan
suami saya ini adalah sebuah kebenaran. Saya harus berjuang untuk
memanage nafsu...memanage nafsu.

Dan, yang kedua, hikmahnya adalah, setelah meyakini bahwa ini sebuah
kebenaran, disinilah benar, bahwa dengan poligami itu sangat komplit,
bagaimana manajemen qalbu bisa dilatih semuanya. Yang pertama,
bagaimana melatih supaya tidak dengki kepada orang. Di saat ada
orangnya, dengki tidak? padahal hati terusik. Kalau saya dengki,
berarti terhalang saya untuk mendekat kepada Allah. Kemudian yang
kedua, evaluasi untuk diri.

Apakah ini, saya termasuk tamak, tidak mau berbagi? Padahal selama
ini, di hadits, di Quran...bahwa kita harus mencintai saudara seiman
seperti mencintai diri sendiri. Saya punya suami yang begitu hebat,
sholeh, kaya, cakep...ini orang yang paling saya cintai, bisa nggak
berbagi kepada sesama muslimah. Ternyata tidak mudah AA...(terdengar
audiens dan Teh Ninih sendiri tersenyum/tertawa ringan)...ngejungke l
(terjungkal) juga yah?

Istilahnya.. .AA takut sama yang lain. Tapi, subhanallah, dengan
pertolongan Allah, terus diberikan pemahaman... pemahaman. Berarti
saya nggak boleh mundur, ini kesempatan, harus lulus...harus
lulus...harus bisa.

Itu hikmah yang kedua, dan yang terakhir, barangkali ini satu
harapan dari Teteh sebagai...sebagai orang yang dipilih mendampingi
AA dalam berjuang. Di saat melihat akhwat, perilaku kepada teh Rini
khususnya, sangat beragam. Sampai ada yang ingin menjenggut katanya
kalau ketemu, ingin menjambak, ada yang malah sampai...disihir aja
katanya, A, diguna-guna. Wah, udah macem-macem. Pokoknya,
subhanallah, ini sebuah pelajaran untuk saya secara pribadi...oh,
berarti sikap wanita itu sangat beragam, dan saya tidak bisa
menuntut akhwat sama, semua legowo, semua memaafkan... tapi inilah
tanggung jawab seorang pendakwah, seperti apa yang AA tadi
sampaikan. Jadi, maaf sekali...Teteh menghargai sekali yang sayang
kepada teteh mungkin sangat ingin, membalas lah...kalau itu
dikatakan ketidaksukaan, bagaimana menjadi seorang anak atau
santrinya membela gurunya, untuk supaya tidak sakit.

Tapi, tolong...berperilak ulah, perilaku yang baik, karena walau
bagaimanapun teteh sekarang mulai berfikir...saya bersyukur dan
berterima kasih kepada teh Rini yang menjadi jalan saya bisa
evaluasi, sejauh mana keseriusan(? ) saya taat kepada suami,
sejauh mana saya berlatih untuk berbagi, berlatih untuk tidak dengki,
berlatih untuk memaafkan orang yang sepertinya menyakiti. Seperti
itu A,terima kasih.

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.

Alasan AA Gym memilih Teh Rini
Mengapa dipilih Alfarini? Seorang yang baru masuk ke sini (DT). Saya
lebih mendasarkan kepada istikharah, satu tahun, kurang lebih. Kalau
baik, mudahkan...kalau tidak baik, jangan pernah terjadi. Saya tidak
memilih karena saya mencintai berlebih. Tidak bisa dipungkiri
Alfarini dikaruniai sesuatu yang menarik perhatian, tetapi .(ada
satu kata yang tidak jelas)...sadar, saya tidak mau hanya karena itu.

Nah, rekan-rekan sekalian. Alfarini usianya hari ini genap 38 tahun.
Alfarini, kakeknya adalah...neneknya adik-kakak dengan orangtuanya
pak Habibie. Jadi, ini lahir di keluarga besar pak Habibie. SD, SMP
nya di Al-Azhar, SMA di Surabaya, kuliah di UNAIR. Yang saya dengar,
memiliki kecerdasan memadai, tanding dengan teh Ninih yang tidak
pernah rangking 2, kecuali rangking 1 terus. IP nya 3,6. Saya pilih,
diantara hikmahnya adalah karena ketabahan dan kesabarannya
menghadapi situasi-situasi yang sangat berat dalam kehidupannya.
Ibunya sudah stroke, ayahnya sudah uzur, pikun. Dia harus memikul
tanggung jawab atas keluarganya seorang diri. Sudah janda, anaknya
3, usianya selisih setahun dengan istri saya. Dan teruji dalam
situasi yang saaangat berat seperti ini, dimana saya tidak bisa
mendampingi teh Rini dihina, dicaci, dimaki begitu banyak orang, dia
harus menghadapinya seorang diri. Maha Suci Allah, yang membuka
sedikit demi sedikit hikmah.

Sahabat saya Hari Sudarsono, yang membangun pesantren ini dari awal,
baru saya tahu bahwa itu adalah saudara dekatnya, dan beliaulah,
Hari Sudarsono lah yang menceritakan. Jadi, kalau selama ini ada
informasi yang simpang siur, siapakah wanita ini? Jangan...jangan
disisipkan intel dan sebagainya. Semakin lama, semakin saya kenali,
Qiyamul Lailnya, standarnya adalah jam setengah 2 pagi, jam 2 pagi.
Kesabarannya, alhamdulillah, saya syukuri. Tentu banyak kekurangan-
kekurang an sebagai manusia, tetapi sesudah ijab qabul, saya sebagai
suaminya memikul tanggung jawab untuk bisa membuat istri saya ini
menjadi bagian dari dakwah ini. Mudah-mudahan Teteh bisa menjadi
Kakak, berikut gurunya. Saya harap saudara tidak berburuk sangka
kepada istri saya yang kedua ini. Dia adalah bagian dari takdir ini,
teteh akan berubah menjadi lebih baik, insya Allah, syariatnya
hadirnya Rini. Anak-anak saya lebih dekat dengan Allah, syariatnya
dengan hadirnya Alfarini. Saya bisa belajar untuk terus
mengubah diri, syariatnya adalah ditakdirkannya ada wanita bernama
Alfarini.

Kenapa tidak dipilih dari anak Kyai yang sudah jadi? Mungkin takdir
ini membuktikan bahwa menikahi itu harus bertanggung jawab
memperbaiki, maaf, meningkatkan. Teh Ninih orangtuanya ulama, sudah
jadi dari awal, saya hanya tinggal memoles. Alfarini, pengetahuan
agamanya tidak sebanyak saudara-saudara, namun banyak juga
pengetahuan dan pengalaman lainnya yang mungkin saudara belum
memiliki. (sampai sini, rekaman terputus...)

sumber: http://psychoavatar.blogspot.com/

-- 
Ezda
=> S2D4 the World

Kirim email ke