Lahiriah Bank Syariah Bukan Kejar Laba Tapi Jiwanya Lintah Darat!

Syariah Islam bukanlah ilmu ekonomi, Syariah Islam hanyalah aturan
bagaimana kepercayaan Islam harus dijalankan umatnya.  Aturan2 itu
sendiri juga tidaklah standard bukan berasal dari ajaran nabi Muhammad
melainkan dari tafsir2 atau tebak2an yang dicocokkan dengan kemajuan
IpTek sekarang ini agar umat Islam tidak merasa ketinggalan.

Jelas tak mungkin Syariah Islam ada ajaran ekonominya atau merupakan
aliran ekonomi, karena dalam semua system ekonomi ataupun aliran
ekonomi sama sekali tidak terkait dengan kepercayaan melainkan terkait
dengan kebutuhan yang bergerak pasang surut dimana kebutuhan naik maka
harganya naik, kebutuhan turun maka harganya turun.

Pada tahun 1960-an, mana ada ulama Islam apalagi umatnya yang
menghalalkan perbankan karena dianggapnya sebagai "Riba", tapi
sekarang hampir tak ada lagi ulama yang menganggap bank itu sebagai
"Riba", bahkan umat Islam mendirikan bank juga agar kelihatannya
Islamiah maka dinamakannya "Bank Syariah".  Yang sangat
memprihatinkan, praktek "Bank Syariah" bukanlah simpan pinjam dimana
ada interest atau bunga, prakteknya melebih "lintah darat" dimasa
lalu.  Disatu pihak bank ini melarang bunga, tetapi dilain pihak
persyaratan meminjam di Bank ini selain memakai jaminan juga
mengenakan bunga yang sangat besar yang oleh mereka bukan dinamakan
bunga melainkan pembagian keuntungan.  Benar2 bank Syariah ini
prakteknya adalah praktek lintah darat karena jaminan hilang kalo
tidak ada keuntungan.

Dakwah Islam yang mempromosikan bank Syariah benar2 menyesatkan,
mereka menarik umat untuk menabung tanpa bunga, dan juga
dipropagandakan pinjam duit tanpa bunga.  Namun kalo anda sudah
berpengalaman usaha, maka anda akan kaget, bunga tidak ada tapi harus
bagi keuntungan ibaratnya juga sebagai pemilik saham dari usaha si
peminjam itu sendiri.  Apabila tidak ada keuntungannya, maka tak perlu
dibayar balik tapi jaminannya hilang jadi milik bank Syariah yang
biasanya berupa surat2 tanah yang harganya 2-3x lipat jumlah pinjaman
itu.  Yang juga mengenaskan adalah, para korban2 bank Syariah tak ada
satupun yang berani buka mulut mengkritik atau men-jelek2annya karena
takut dikatakan menghina Islam atau kafir yang menambah buruknya nasib.

Kalo kita saksikan bagaimana kerjanya bank Syariah, jelas sekali
sebenarnya merupakan praktek "Riba" yang diganti istilahnya "Bukan
riba, tapi pembagian keuntungan".  Seharusnya dengan begitu banyaknya
korban sesama muslim, wajar kalo bank Syariah itu mendapat keuntungan
yang banyak sekali, tapi kenyataannya terbalik, bank Syariah ini kerap
kali rugi dan harus disubsidi oleh bank Mandiri.  Sebabnya bukan
masalah tidak ada uang yang masuk melainkan justru terlalu banyak uang
masuk yang tidak terkontrol sehingga seringkali surat2 jaminan tanah
milik korban dibalik nama oleh para pejabat2 bank dimana semuanya sama
sekali tidak ada system pencatatan yang bisa dipertanggung jawabkan,
karena memang dizaman Muhammad dulu khan belum ada catat mencatat
sehingga bank Syariah yang menggelapkan catatan2 nasabahnya tidak bisa
disalahkan dan tidak bisa dituntut karena dasarnya juga Syariah
seperti dizaman Muhammad dulu tetapi digunakan dizaman sekarang.

Beda dengan bank2 seperti di Amerika ini, setiap bank selalu ada
promosi untuk pinjaman yang sama sekali tanpa bunga, tanpa uang dp,
tanpa uang sogok.  Contohnya, kredit professional:  asal saja anda
punya ijazah insinyur atau dokter, maka bank akan memberikan pinjaman
kepada anda sama sekali tanpa bunga karena memang hal ini bertujuan
mendorong sang professional memulai businessnya dimana kalo sudah
berhasil tentu mereka akan kembali meminjam kepada bank yang membantu
usahanya.  Juga anak2 SMA yang mau lulus, semuanya direbuti oleh bank2
yang menawarkan pinjaman tanpa bunga yang tak perlu dibayar balik
sehingga mereka lulus mendapatkan S1.  Pengembalian tanpa bunga ini
harus dimulai setelah si murid ini lulus sekolahnya, dan pencicilannya
diatur demikian rupa sehingga sangat ringan tanpa bunga.  Namun kalo
pencicilannya itu tidak dipenuhi, maka barulah dikenakan bunga.  Tapi
kalo ada alasan yang masuk akal kenapa pencicilannya belum bisa
dimulai, biasanya bank juga membebaskan bunganya.

Salah satu kredit yang paling umum adalah "Credit Card". Setiap anak
sekolah selalu ditawarkan "Credit card" karena saat inilah credit
record si anak bisa dilacak apakah baik atau buruk.  Oleh karena itu
setiap orang yang baik credit recordnya, biasanya bisa meminjam dalam
jumlah yang makin lama makin besar, bunganya makin turun, bahkan untuk
business biasanya diberi bebas bunga selama 2 tahun dan pencicilan nya
juga bisa dimulai antara 6 bulan - 2 tahun.

Demikianlah, begitu banyaknya variasi kegiatan perbankan dimana setiap
bank memiliki spesialisasi sendiri dalam pemberian kredit.  Lalu dari
sini gimana bisa disimpulkan Ekonomi Syariah yang ditunjang oleh bank
lintah darat yang bernama bank Syariah bisa memajukan usaha2 umatnya??
 Amerika maju karena system pebankan-nya.  Peminjaman uang disemua
bank sama sekali beda dari di Indonesia, disini tidak perlu jaminan
surat tanah seperti di Indonesia.  Kalo hutang ke bank tidak bisa
dibayar, biasanya negosiasi dengan cicilannya dan bunganya dihapus
sama sekali.  Tapi kalo mencicil juga tidak mau, maka dalam "credit
record"-nya akan tercatat sebagai creditor buruk (bad), sama sekali
tidak ada sanksi penyitaan rumah atau dituntut kepengadilan untuk
dipenjara !!!  Bank Syariah sama sekali tidak menolong umat tetap
mencekik umatnya bahkan korupsi uang haji juga hasil dari kerja sama
Bank Syariah ini yang bertindak sebagai perantara umat dan pejabat. 
Tidak pernah ada umat yang jadi nasabah bank Syariah merasa
diuntungkan, semuanya dirugikan tetapi karena keimanannya tinggi
mereka tidak merasa rugi bahkan sebaliknya merasa untuk akan
mendapatkan pahala disorga.

Banyak sekali umat Islam mencoba mempelajari system perbankan Amerika
ini, namun kalo kita lihat hasil kerja mereka setelah lulus, boleh
dikatakan tak ada umat Islam yang mampu memahami system perbankan ini.

Semoga tulisan ini bisa membuka mata umat Islam agar terhindar jadi
korban penipuan2 yang Islamiah ini.  Janganlah kepercayaan anda
dijadikan alat untuk memeras dan menipu anda oleh mereka yang sama2
seiman dan seagama dengan anda.  Memang dunia Islam makin gelap, dan
banyak umatnya juga makin mem-babi buta hingga sesama umat dijadikan
juga korbannya karena umat lain memang tidak mungkin bisa dibohongi
dengan ayat2 AlQuran.

Ny. Muslim binti Muskitawati.


Kirim email ke