Sama-sama pak, yang patut diingat oleh semua umat beragama adalah melakukan kebaikan setiap detik tanpa terpengaruh oleh perbuatan orang lain. Itu saja pegang dengan konsisten maka tidak akan kita mudah gusar, dengki, iri, berangasan, dongkol, diadu domba, dll. Beragama bukan untuk cari musuh bukan ? Kalau beragama untuk cari musuh sudah pernah saya artikan = menciptakan sendiri neraka dunia. Panas hati oleh iri, dengki, benci, cacimaki, marah, gusar, dendam itulah panasnya neraka. Jadi kalau tetap mau tinggal di neraka teruskanlah miliki perasaan2 itu, jangan pernah dilepas.. niscaya akan terbawa sampai mati.
Wassalam. On 1/5/07, goenardjoadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pak Al-Mahmud & Danny, terimakasih atas apresiasi anda. Suatu kali, seorang penyair Lebanon, Kahlil Gibran, pernah berkata: If your heart is a volcano, how shall you expect flowers to bloom? Bagaimana mungkin kembang-kembang nurani akan berkuntum jika hati penuh dengan gejolak kebencian, keirihatian, ketidakjujuran, kemelekatan, keserakahan dan sejenisnya dalam diri manusia ? salam, Goenardjoadi Goenawan --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Danny Lim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Karena itu diperlukan Soempah Pemoeda II yang bunyinya "Satu Nusa, > Satu Bangsa, Satu Budaya, Indonesia". Bahasa sudah termasuk budaya. > > Selama 61 tahun kemerdekaan ini, Indonesia memiliki budaya nasional > GONTOK-GONTOKAN. Jadi itu mesti di-Soempah Pemuda-kan menjadi budaya > RUKUN-RUKUNAN. Setelah rukun, mulailah memikirkan Water Management > agar tidak terjadi lagi banjir bandang. Mulailah memikirkan > pertanian/perkebunan supaya tanah Indonesia yang subur "tonggak kayu > pun jadi tanaman bisa menghasilkan produk optimal." Mulailah > melaksanakan pasal 34 UUD RI "Fakir miskin dan anak terlantar > dipelihara oleh negara". Buanglah Pancasila ke tong sampah dan "stop > masturbating with it", sebagai gantinya mulailah melaksanakan > sila "Keadilan Sosial." dll.dll. Sukses ya. > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland > > --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, Goenardjoadi Goenawan > <goenardjoadi@> wrote: > > > > halo sahabat, > > > > kalau kita baca message beberapa teman yang diposting > > di Milis, kita bisa heran, contohnya.. > > > > Potret (Keliru) Poligami > > Cobaan dari Allah SWT untuk jemaah haji Indonesia > > The Next Bill Gates? A Chinese! > > Geger "Kristenisasi" di Depok > > Tuhan kelelahan > > Mengapa Kita Khawatir dengan Syariat Islam dalam > > berbangsa > > Adu jangkrik : Shiyah dan Sunni di Timur Tengah > > aa gym dan ferry surya > > Poligami? Jangan cari excuses lewat > > > > Banyak sekali energi yang terbuang sia-sia hanya > > mempermasalahkan nenek moyang kita. ada yang > > mempertentangkan AA Gym dan Ferry Surya, sampai-sampai > > masalah Jemaah Haji yang kelaparan dijadikan bahan > > untuk mempertentangkan antar agama. > > > > Sungguh kita merasa sedih, sebab kalau dirunut-runut, > > nenek moyang kita semua adalah Negara Sriwijaya, yang > > pusatnya di Palembang, dan kita masih mempertentangkan > > antar suku. Suku ini, itu, kita lupa bahwa kita semua > > pendatang dari pusatnya bangsa Melayu di Palembang. > > > > Namun kalau dulu, Bangsa kita jaman Sriwijaya > > membangun tempat ibadahnya yang paling megah sedunia > > yaitu Borobudur di Jawa Tengah, kita masih > > mengagung-agungkan suku ini, agama itu, apa tidak malu > > dengan nenek moyang kita? > > > > Susah-susah Dr. Soetomo, Ki Hajar Dewantoro > > memperjuangkan Negara Kesatuan Indonesia, kita masih > > mengeyel-eyel Islam melawan Budha, atau > > Kristenisasi... dan kita lupa, nenek moyang kita juga > > pernah beragama Budha, Hindu, bahkan dulu nenek moyang > > kita juga Pithegantropus Erectus, kita masih > > menganggap agama yang satu dipertentangkan dengan > > agama yang lain. > > > > Mari kita berpikir positif, kalau sudah meninggal, > > kita semua juga jadi abu... tidak ada warna kuning, > > coklat, atau merah. > > > > salam, > > Goenardjoadi Goenawan > > >
