halo sahabat, sudahlah biarkan AA Gym beristirahat dengan tenang.
suatu saat mungkin diri kita sendiri, atau bapak kita juga mungkin merencanakan poligami. biarkan masalah itu kita telan, dan anggaplah sebagai cobaan hidup. pilihan poligami yang dilakukan seseorang tergantung dari budaya masyarakatnya, coba kita lihat berapa banyak masyarakat kita yang poligami? cukup banyak, apalagi di kalangan Ulama, mereka memang percaya akan petunjuk Al Quran. Biarkan saja. kita tidak mengerti, sama tidak mengertinya tentang masalah lain-lain, Karomah, misalnya. biarkan kita introspeksi diri, semua ini hanya karena selama 32 tahun kita di bawah Ibu Tien yang secara tidak langsung membentuk adanya larangan di benak kita. Sebelumnya, poligami itu banyak, dan menjadi budaya kita. kalau misalnya budaya poligami ini tidak cocok lagi, biarkan AA Gym yang menanggung beban, jangan lagi kita memandang hal tersebut sebagai yang petaka. kasihan AA Gym, beliau tidak salah, hanya melakukan sesuatu yang budayanya tidak lagi sesuai. mohon kita semua menahan diri, anggap bapak sendiri yang poligami, kita tidak perlu mempermalukan bangsa sendiri. salam damai, Goenardjoadi Goenawan
