Isteriku  Yang Cantik dan Sexy
   
  Ketika aku menikah dengan isteriku, aku sudah berumur 35 tahun, terpaut jauh 
dengan isteri yang masih muda, cantik dan sexy yg ketika itu baru berumur 18 
tahun.
   
  Aku sudah mapan, punya rumah cukup mewah, mobil  dan jabatanku cukup 
strategis dan kata orang, 'itu tempah basah', karena memang aku kerja dibagian 
peroyek Pengairan seperti Pembangunan Jembatan, Dam (Waduk raksasa tempat 
penempungan air untuk persawahan). Gajiku sebagai PNS/Pegawai Negeri Sipil 
tidaklah mencukupi kehidupan keluargaku, karena isteriku begitu boros dan hidup 
berglamour. Tapi hasil komisi Pengadaan Proyek menutupi semua itu. Walaupun 
isteri begitu boros dan hidup mewah, aku sangat cinta dan kagum akan 
ke-seksi-annya serta kecantikannya. Dunia ini rasanya hanya punya kami berdua. 
   
  Tapi sayang setelah umurku 55 tahun, aku sudah pensiun, pemasukanpun hanya 
dari pensiun, sedangkan pengeluaran isteri makin bertambah. Dan pada akhirnya 
aku tak sanggup lagi memenuhi nafkah lahiriah yang melampaui gaji dari hasil 
pensiunanku, dan yang tragis lagi nafkah batinpun sudah mulai "Loyo", maklum 
umur sudah Lansia, dan mungkin selagi muda sering meng-hambur2kannya.
   
  Dan yang membuatku paling menderita, isteriku sudah mulai menunjukkan sikap 
dan sifat marahnya, dan hampir setiap hari berbagai ocehan serta kata2 yg tidak 
senonoh keluar dari mulutnya. Akupun pasrah dan efek sampingnyapun berakibat 
daya kejantananku makin berkurang, loyo dan tidak bersemangat lagi. Dan 
kegilaanpun terjadi, isteriku main "gila" dengan seorang pemuda yang masih 
muda. Pada akhirnya isteriku meninggalkan aku sendirian, dan pergi bersama 
dengan pemuda itu yang memang cukup berada dan masih muda belia. Karena memang 
aku akui, bahwa isteriku masih cantik dan sexy walaupun umurnya sudah mencapai 
38 tahun, siapapun yang melihat lekuk liku tubuhnya yang masih padat berisi itu 
pasti akan tergoda.
   
  Sekarang aku sendirian, berjalan dari kamar kekamar, terasa kosong dan hampa 
hidup ini. Hampir setiap hari aku merenungkan nasibku yang malang ini, dan 
kadangkala aku pergi berkonsultasi dgn konselor yang baik, dan juga teman2 
sering menghiburku. Dan pada akhirnya aku mulai mengenal Yesus. Teman2ku 
senantiasa berdoa untukku, aku terhibur atas doa2 mereka, hatiku mulai 
menyala-nyala dan sering menangis didepan altar gereja sambil mengingat 
penderitaan Yesus, yang jauh lebih berat dibandingkan dengan penderitaan yang 
aku hadapi.
  Demikian juga aku berdoa supaya aku dikuatkan, dan pada akhirnya aku belajar 
katesasi dan dibaptis. Sekarang aku rajin mengikuti kursus Pendalaman Iman dan 
Alkitab. Kini Semangat Baruku timbul, penuh  iman dan harapan.
   
  Aku belajar tidak berfokus pada masa laluku yang pahit dan menyerahkan 
seluruh hidupku kepada Yesus. Aku sungguh2 sadar dan bersyukur akan berkat2 
yang Ia sediakan  bagiku, doa2 para sahabat seiman serta penghiburan2 yg 
semuanya itu membuatku terharu dan juga bangga.
  Hidupku sudah diubah dari keputus-asaan menjadi penuh iman dan pengharapan 
akan hari-hari yang lebih cerah.
  Tak Lupa aku senantiasa berdoa kepada Yesus :
  Tuhan, ajarlah kami, untuk melepaskan segala keterikatan serta kemelekatan 
pada masa lalu yang penuh penderitaan, dan kiranya maju terus menuju 
kehendak-Mu terjadilah pada kami, Amien.  By : Kisah Nyata Pengalaman 
Seseorang.    

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke